MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 Agustus 2019 11:29
Paling Banyak Dikunjungi Turis Australia

Museum Sejarah ‘Disuntik’ Kemendikbud

Museum Sejarah Perang Dunia II dan Perminyakan di Kampung Empat Tarakan Timur.

PROKAL.CO, TARAKAN - Demi menghidupkan kisah sejarah perang dunia dan penjajahan yang dilakukan oleh Belanda dan Jepang di Kota Tarakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan pun mendirikan sebuah Museum Sejarah Perang Dunia II dan Perminyakan di Kampung Empat Tarakan Timur. Museum itu pun mendapat antusias dari turis mancanegara.

Sepintas, kedua museum tersebut  memiliki desain yang mirip. Dicat berwarna putih, bangunannya mengikuti gaya arsitektur bangunan zaman dulu. Tampak depan, sejumlah tiang besar berdiri kokoh menopang bangunan.

Museum tersebut dibangun untuk mengenang sejarah yang pernah terjadi di Tarakan. Seperti diketahui, Tarakan pernah menjadi arena pertempuran tentara Jepang, Belanda dan Australia untuk bisa menguasai minyak bumi berlimpah di masa Perang Dunia II (1939-1945). Sementara untuk kegiatan eksploitasi minyak bumi lebih dulu dilakukan sejak tahun 1800-an.

Untuk sejarah Perang Dunia II, sesuai namanya, di dalam museum berisikan informasi dan koleksi benda-benda peninggalan perang. Seperti uang zaman dulu, seragam tentara, senjata, baik senjata tajam maupun senjata api, dan masih banyak lagi. 

Sementara di dalam Museum Sejarah Perminyakan, bisa dijumpai koleksi barang-barang yang dahulu digunakan untuk kegiatan penambangan minyak bumi. Seperti miniatur pompa angguk, alat pemadam tempo dulu yang dilengkapi dua roda, dan lain-lain. Diperkirakan ada puluhan koleksi benda sejarah dari kedua museum tersebut, yang diperoleh dari berbagai sumber maupun perusahaan minyak yang beroperasi di Tarakan.

“Tidak bisa disebut 60 (koleksi) itu sedikit, itu banyak sekali. Yang penting kita bisa mengembangkan cerita itu,” ujar Kepala Unit Pelasana Teknis (UPT) Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan Titik Sudarwati, Sabtu (24/8).

Hadirnya museum menjadi salah satu destinasi unggulan Pemkot Tarakan. Sudah cukup banyak wisatawan yang berkunjung ke museum, baik lokal hingga mancanegara. Sejumlah turis yang pernah datang seperti dari Filiphina, Malaysia, Singapura, dan lain-lain.

“Yang paling banyak Australia. Karena Australia punya kedekatan khusus. Dia kan pernah perang di sini (Tarakan),” sambung Titik menyebut wisatawan mancanegara yang pernah mengunjungi museum.

Dampak positifnya cukup terasa. Di antaranya, sejak resmi dibuka untuk pengunjung pada 2018, museum-museum tersebut mampu memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD).

Tahun lalu, Museum Sejarah Perang Dunia II dan Perminyakan hampir mencapai target. Pemkot Tarakan menarik retribusi masuk Rp 2 ribu untuk anak-anak, Rp 5 ribu untuk dewasa, dan Rp 15 ribu untuk wisatawan asing.

“Tahun lalu Rp 200 juta, tercapai sekitar 70 persen. (tahun ini) mungkin kurang lebih segitu (target PAD),” beber Titik.

Bukan itu saja, Museum Perang Dunia II dan Perminyakan juga mampu mendatangkan bantuan dari pemerintah pusat untuk membiayai operasional museum. Sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tarakan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menggelontarkan bantuan operasional (BOP) permuseuman untuk kedua museum tersebut melalui dana alokasi khusus (DAK) non-fisik sebesar Rp 450 juta di tahun 2019. 

Musem tersebut teregistrasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai 1 dari 111 museum se-Indonesia yang mendapatkan BOP dari DAK. Bahkan peluang mendapatkan setiap tahun.

“Jadi se-Indonesia itu mendapat 111 museum, salah satunya Tarakan. Kita acungkan jempol, ada daerah-daerah lain yang belum dapat. Karena Tarakan ini unik, se-Indonesia yang punya sejarah Perang Dunia II adalah Tarakan, awal pertama masuknya penjajahan Jepang, awalnya kan Tarakan, tertarik dia (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan),” tambah Kepala Seksi (Kasi) Cagar Budaya dan Permuseuman UPT Museum Disdikbud Tarakan Suwandi.

Keberadaan museum tidak hanya menjadi sarana pariwisata dan menggali pendapatan bagi Pemkot Tarakan, tapi juga sarana edukasi kepada pelajar untuk memberikan pendidikan tentang sejarah yang pernah terjadi di Bumi Paguntaka.

UPT Museum Disdikbud Tarakan bahkan menyasar hingga kalangan siswa taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Misal, dengan menjadikan museum sebagai tempat melakukan kegiatan menggambar yang bertema sejarah.

“Efektif sekali supaya tahu ada museum, supaya tahu juga, bangga terhadap sejarah kota Tarakan. Bahwa dulunya Kota Tarakan itu dulu pernah maju, Tarakan itu pernah punya minyak yang jumlahnya sangat banyak, produksinya sangat tinggi. Jadi biarpun kita tinggal di daerah yang jauh dari pusat kota di Jawa, oh ternyata Tarakan itu sejarahnya termasuk kota yang sangat maju,” tambah Titik Sudarwati.

Koleksi museum sejarah bisa bertambah, karena UPT Museum masih menerima siapapun di antara masyarakat maupun pihak lain yang memiliki benda-benda bersejarah kaitannya dengan Perang Dunia II dan perminyakan di Tarakan menjadi koleksi museum.  

Salah satu perusahaan yang memberikan kontribusi terhadap koleksi museum perminyakan adalah PT Medco E&P. Di antaranya miniatur pompa angguk atau SRP (sucker rod pump) sebagai salah satu benda yang dulu dimanfaatkan untuk kegiatan tambang minyak.

“Mungkin kalau melihat sejarah yang ada di Tarakan, kami tidak bisa memberikan informasi pasti, tapi itu mungkin setelah masa Perang Dunia II. Teman-teman tahu kan, sejarah migas di Tarakan ini sudah dimulai sejak 1897, mulai kegiatan eksplorasi pertama kali, kemudian dilanjutkan dengan pengeboran pertama di tahun 1901. Jadi sudah lebih dari 100 tahun,”  ujar Lead of Pasek PT Medco E&P Tarakan, Zaid Talib. (shy/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 11:21

Irwan Ditugasi Bawa Dukungan Parpol

TARAKAN – Desas-desus H. Irwan Sabri akan mendampingi Dr. H.…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:17

Pipa Gas Bunyu-Tarakan Diserahkan ke Pertamina EP

JAKARTA - Pipa penyalur gas yang membentang dari Bunyu hingga…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:00

Disnaker Gagal di Persidangan

TARAKAN- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tarakan memperkarakan salah satu pengusaha yang…

Jumat, 21 Februari 2020 10:08

Tawarkan Jembatan Bulungan-Tarakan ke Kedutaan Amerika

TARAKAN - Kedutaan Amerika Serikat mengaku tertarik untuk berinvestasi di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…

Rabu, 19 Februari 2020 10:33

Sinyal Irianto ke Irwan Sabri?

BEREDAR foto pertemuan H. Irwan Sabri dengan Gubernur Kalimantan Utara…

Selasa, 18 Februari 2020 10:54

AHY Sedot Perhatian di Pembukaan CFD

TARAKAN - Launching car free day (CFD) pada Minggu (16/2)…

Selasa, 18 Februari 2020 10:50

Mereka Belum Tahu Kapan Balik ke Tiongkok, Di Natuna Seperti Liburan

USAI menjalani masa observasi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau…

Minggu, 16 Februari 2020 11:57

BREAKING NEWS! Tangis Haru Sambut Mahasiswa Kaltara, Usai Diobservasi di Natuna

TARAKAN - 19 mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipulangkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers