MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 Agustus 2019 11:23
Minim Perhatian, Tanaman Liar Subur di Drainase
SUBUR: Kondisi drainase RT 44 yang dipenuhi tanaman liar./AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kurangnya perhatian warga terhadap lingkungan menyebabkan drainase RT 44 Kelurahan Karang Anyar Kelurahan Tarakan Barat. Hal itu dikarenakan banyaknya tumbuhan liar yang memenuhi drainase tersebut. Karena banyaknya tumbuhan liar, akibat air pada drainase kerap mengalami penyumbatan.

Rudianto (24) warga sekitar menerangkan banyaknya tumbuhan liar yang memenuhi drainase tersebut telah terjadi sejak 1 tahun terakhir. Karena tumbuhan liar itulah, wilayah tersebut kerap mengalami banjir saat terjadi hujan lebat.

"Sudah lama sekali tidak pernah dibersihkan. Kyaknya drainase ini sudah tidak bisa dilewati air lagi saking penuhnya tanaman," ujarnya, kemarin (25/8).

Menurutnya, sebenarnya masalah tersebut bisa diatasi jika warga setempat mau bersama-sama melakukan kerja bakti.  Hanya saja, menurutnya tidak semua orang bersedia bersedia turut serja melakukan kerja bakti. "Bisa saja sebenarnya. Tapi kurang sekali perhatian masyarakat. Kalau diajak kerja bakti tidak ada yang datang. Makanya sekarang tidak ada kegiatan lagi," tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT H.Jufri mengaku sering memperingatkan warga setempat terkait hal tersebut. Hanya saja, kurangnya kepedulian warga setempat sehingga sebagian besar enggan terlihat dalam perencanaan kerja bakti.

"Sering saya peringatkan warga tentang drainase itu. Sebenarnya saya mau aktifkan kegiatan kerja bakti, tapi karena sedikit yang datang akhirnya yang semangat, jadi malas juga," tuturnya.

Karena semakin parahnya kondisi drainase, ia berharap warga sekitar dapat peka dengan keadaan tersebut. Karena menurutnya, jika terjadi sesuatu karena dampak tersebut, warga setempatlah yang menjadi korbannya langsung.

"Itu semakin hari tambah banyak sampah yang sangkut dan sekarang sudah banyak jentik-jentik karena airnya tenang akibat tersumbat. Yang kita takutkan sebenarnya demam berdarah kalau nyamuknya semakin banyak bertelur di situ. Yang kena dampaknya kan warga sekitar sendiri bukan orang lain," pungkasnya. (*/zac/udn)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Februari 2020 11:57

BREAKING NEWS! Tangis Haru Sambut Mahasiswa Kaltara, Usai Diobservasi di Natuna

TARAKAN - 19 mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipulangkan…

Rabu, 12 Februari 2020 15:31

Lima Mahasiswa ‘Terkurung’ di Shandong

 LIMA mahasiswa asal Kota Tarakan saat ini masih terjebak di…

Rabu, 12 Februari 2020 15:19

Penyewa Rumah Asal Api Dicari Polisi

TARAKAN - Penyebab kebakaran di Jalan Pinus RT 13, Kelurahan…

Senin, 10 Februari 2020 15:06

Kembangkan Minat dan Bakat Anak di Masa Golden Age

Pemberian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ketika anak memasuki masa…

Senin, 10 Februari 2020 15:02

Honorer Siap-Siap Menganggur

TAK ada lagi istilah honorer, tenaga kontrak, atau outsourcing di…

Jumat, 07 Februari 2020 06:05

BREAKING NEWS!! Si Jago Merah Hanguskan Rumah Warga Jembatan Besi

TARAKAN - Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Bumi Paguntaka di…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:25

Ibrahim Rusli Akan Taklukkan Laut Berau

Setelah 14 kali mencatatkan aksi renang di laut, kini Ibrahim…

Kamis, 30 Januari 2020 15:03

Upaya Evakuasi Masih Buntu

SEJATINYA sejumlah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok…

Kamis, 30 Januari 2020 14:54

Sudah 16 Pasien Dirujuk

TARAKAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan terus memantau kesehatan…

Rabu, 29 Januari 2020 14:21

RSUD Sebut Bukan Pasien Corona

PENYEBARAN dokumen medis seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers