MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 Agustus 2019 11:23
Minim Perhatian, Tanaman Liar Subur di Drainase
SUBUR: Kondisi drainase RT 44 yang dipenuhi tanaman liar./AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kurangnya perhatian warga terhadap lingkungan menyebabkan drainase RT 44 Kelurahan Karang Anyar Kelurahan Tarakan Barat. Hal itu dikarenakan banyaknya tumbuhan liar yang memenuhi drainase tersebut. Karena banyaknya tumbuhan liar, akibat air pada drainase kerap mengalami penyumbatan.

Rudianto (24) warga sekitar menerangkan banyaknya tumbuhan liar yang memenuhi drainase tersebut telah terjadi sejak 1 tahun terakhir. Karena tumbuhan liar itulah, wilayah tersebut kerap mengalami banjir saat terjadi hujan lebat.

"Sudah lama sekali tidak pernah dibersihkan. Kyaknya drainase ini sudah tidak bisa dilewati air lagi saking penuhnya tanaman," ujarnya, kemarin (25/8).

Menurutnya, sebenarnya masalah tersebut bisa diatasi jika warga setempat mau bersama-sama melakukan kerja bakti.  Hanya saja, menurutnya tidak semua orang bersedia bersedia turut serja melakukan kerja bakti. "Bisa saja sebenarnya. Tapi kurang sekali perhatian masyarakat. Kalau diajak kerja bakti tidak ada yang datang. Makanya sekarang tidak ada kegiatan lagi," tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT H.Jufri mengaku sering memperingatkan warga setempat terkait hal tersebut. Hanya saja, kurangnya kepedulian warga setempat sehingga sebagian besar enggan terlihat dalam perencanaan kerja bakti.

"Sering saya peringatkan warga tentang drainase itu. Sebenarnya saya mau aktifkan kegiatan kerja bakti, tapi karena sedikit yang datang akhirnya yang semangat, jadi malas juga," tuturnya.

Karena semakin parahnya kondisi drainase, ia berharap warga sekitar dapat peka dengan keadaan tersebut. Karena menurutnya, jika terjadi sesuatu karena dampak tersebut, warga setempatlah yang menjadi korbannya langsung.

"Itu semakin hari tambah banyak sampah yang sangkut dan sekarang sudah banyak jentik-jentik karena airnya tenang akibat tersumbat. Yang kita takutkan sebenarnya demam berdarah kalau nyamuknya semakin banyak bertelur di situ. Yang kena dampaknya kan warga sekitar sendiri bukan orang lain," pungkasnya. (*/zac/udn)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 09 April 2020 14:13

Peluang Kesembuhan Pasien Positif Besar

PASIEN dalam pengawasan (PDP) di Tarakan sebanyak 5 orang dan…

Kamis, 09 April 2020 14:01

Penggunaan Masker Kain Dianjurkan

DI masa ini, penggunaan masker menjadi hal yang penting bagi…

Kamis, 09 April 2020 12:19

Penumpang Laut dan Udara Dibatasi

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berencana membatasi angkutan penumpang…

Kamis, 09 April 2020 12:17

Lagi, Rapid Test 4 Eks Jemaah Positif

BERTAMBAHNYA jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Tarakan, membuat tim…

Rabu, 08 April 2020 12:37

Angkutan Penumpang Laut dan Udara Dibatasi, Hanya Boleh Angkut Ini...

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berencana membatasi angkutan penumpang…

Selasa, 07 April 2020 13:14

Pembatasan Kegiatan di Rumah Ibadah Dilakukan Persuasif

TARAKAN - Semakin luasnya penyebaran Covid-19 di Kaltara, tentunya membuat…

Selasa, 07 April 2020 13:13

Manfaatnya Dirasakan hingga ke Nunukan

TARAKAN - Hingga Senin pagi, Kodim 0907/Tarakan telah menyalurkan 12…

Selasa, 07 April 2020 13:10

Edi Ladahiya Wafat Usai Lakukan Penyemprotan

RT siaga, itulah salah satu bentuk upaya para ketua rukun…

Selasa, 07 April 2020 10:34

Waspada, Ada Tim Penyemprotan Disenfektan Palsu, Mereka Menghipnotis

 TARAKAN – Rabu (1/4) lalu, warga Tarakan sempat dibuat gelisah…

Selasa, 07 April 2020 09:19

Dari Reporter Menjadi Direktur

Menjabat direktur utama (dirut) dalam sebuah perusahaan umum daerah (perumda)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers