MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 Agustus 2019 11:23
Minim Perhatian, Tanaman Liar Subur di Drainase
SUBUR: Kondisi drainase RT 44 yang dipenuhi tanaman liar./AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kurangnya perhatian warga terhadap lingkungan menyebabkan drainase RT 44 Kelurahan Karang Anyar Kelurahan Tarakan Barat. Hal itu dikarenakan banyaknya tumbuhan liar yang memenuhi drainase tersebut. Karena banyaknya tumbuhan liar, akibat air pada drainase kerap mengalami penyumbatan.

Rudianto (24) warga sekitar menerangkan banyaknya tumbuhan liar yang memenuhi drainase tersebut telah terjadi sejak 1 tahun terakhir. Karena tumbuhan liar itulah, wilayah tersebut kerap mengalami banjir saat terjadi hujan lebat.

"Sudah lama sekali tidak pernah dibersihkan. Kyaknya drainase ini sudah tidak bisa dilewati air lagi saking penuhnya tanaman," ujarnya, kemarin (25/8).

Menurutnya, sebenarnya masalah tersebut bisa diatasi jika warga setempat mau bersama-sama melakukan kerja bakti.  Hanya saja, menurutnya tidak semua orang bersedia bersedia turut serja melakukan kerja bakti. "Bisa saja sebenarnya. Tapi kurang sekali perhatian masyarakat. Kalau diajak kerja bakti tidak ada yang datang. Makanya sekarang tidak ada kegiatan lagi," tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT H.Jufri mengaku sering memperingatkan warga setempat terkait hal tersebut. Hanya saja, kurangnya kepedulian warga setempat sehingga sebagian besar enggan terlihat dalam perencanaan kerja bakti.

"Sering saya peringatkan warga tentang drainase itu. Sebenarnya saya mau aktifkan kegiatan kerja bakti, tapi karena sedikit yang datang akhirnya yang semangat, jadi malas juga," tuturnya.

Karena semakin parahnya kondisi drainase, ia berharap warga sekitar dapat peka dengan keadaan tersebut. Karena menurutnya, jika terjadi sesuatu karena dampak tersebut, warga setempatlah yang menjadi korbannya langsung.

"Itu semakin hari tambah banyak sampah yang sangkut dan sekarang sudah banyak jentik-jentik karena airnya tenang akibat tersumbat. Yang kita takutkan sebenarnya demam berdarah kalau nyamuknya semakin banyak bertelur di situ. Yang kena dampaknya kan warga sekitar sendiri bukan orang lain," pungkasnya. (*/zac/udn)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 09:26

Ketua HIPMI Tertarik Pilgub Kaltara?

TARAKAN - Dari 13 figur yang mengambil formulir pendaftaran calon…

Sabtu, 21 September 2019 09:17

Malam Ini, Babak Penyisihan Tarakan Timur

TARAKAN – Babak penyisihan Lomba Domino Piala Irianto di Kecamatan…

Sabtu, 21 September 2019 08:35

Budi Daya Rumput Laut Sudah Langgar Batas Negara

TARAKAN- Wilayah budi daya rumput laut yang masih ditemukan di…

Sabtu, 21 September 2019 08:20

Sulap Lingkungan RT Menjadi Wadah Pendidikan

SEIRING berkembangnya zaman, kecanggihan tekonolgi tidak dapat dihindari. Tapi tergantung…

Jumat, 20 September 2019 09:33

BREAKING NEWS! Pipa Gas Bocor Keluar Api

TARAKAN - Warga sekitar RT 1 Kelurahan Gunung Lingkas dihebohkan,…

Jumat, 20 September 2019 09:29

45 Titik Panas Terpantau

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari belakangan berdampak pada…

Jumat, 20 September 2019 09:20

Langkah Andi Akbar Tergantung Mertua

TARAKAN – Kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dari Nunukan,…

Jumat, 20 September 2019 09:10

Gadai Sertifikat Tanah demi Pra PON

TARAKAN – Cabang olahraga panahan Kalimantan Utara (Kaltara) tertatih-tatih mengikutsertakan…

Jumat, 20 September 2019 08:58

Peserta per Kecamatan Dibatasi 260 Orang

TARAKAN – Babak penyisihan Lomba Domino Piala Irianto di Kecamatan…

Jumat, 20 September 2019 08:58

Harmoni Legislatif dan Eksekutif Kunci Sukses Kaltara

Nama                : Achmad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*