MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 Agustus 2019 11:07
Pawai Pembangunan Dijadikan Event Nasional

Penganugerahan Peserta Terbaik Pawai Pembangunan 2019

M ENGINSPIRASI: Muhammad Fitriansyah (kanan) mewakili Sekolah Luar Biasa Tarakan menerima penghargaan khusus kategori Semangat Tanpa Batas dalam pawai pembangunan 2019 dari Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, Sabtu (24/8) malam./JOHANNY silitonitonga/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Malam ramah tamah, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 RI sukses dilaksanakan di halaman parkir Kantor Wali Kota Tarakan, Sabtu (24/8).

Tapi ada yang paling ditunggu-tunggu dari malam ramah tamah ini. Pengumuman tim terbaik dari peserta pawai pembangunan 2019 yang dilaksanakan Minggu (18/8) pekan lalu.

Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kota Tarakan Hendra Arfandi mengatakan malam ramah tamah sekaligus pengumuman dan penyerahan penghargaan tim atau peserta terbaik dilakukan seminggu setelah pelaksanaan pawai pembangunan 2019.

“Kami laksanakan satu minggu setelah pawai karena mau dipersiapkan dengan baik,” katanya.

Sebenarnya cukup rumit memutuskan tim atau peserta terbaik dari yang terbaik. Maklum penampilan tim atau peserta pawai pembangunan 2019 bikin mata terbelalak takjub. Mulai dari peserta motor hias, pejalan kaki, sepeda hias, performance marching band dan mobil hias, ditampilkan spektakuler oleh masing-masing tim atau peserta. Dewan juri pun sempat dibuatnya “galau” menilai yang terbaik dari terbaik.

Lantas, siapakah peserta terbaik dari masing-masing kategori pawai pembangunan 2019 ini?

Dewan juri memilih peserta terbaik 1, terbaik 2, dan terbaik 3 dari masing-masing kategori, serta performance marching band terbaik (lihat grafis).

Selain penghargaan terbaik, adapula penghargaan khusus untuk OI Tarakan dengan bendera terpanjang 220 meter dengan lebar 2,25 meter.

Kemudian dari Universitas Borneo Tarakan dengan peserta terbanyak, yakni 2.500 orang. Satu lagi tim inspirasi yang datang dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tarakan, semangat tanpa batas. “Kita menghargai semangat partisipasi mereka, semua kategori,” kata pria yang juga merupakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemerintah Kota Tarakan.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M. Kes, mengapresiasi untuk seluruh masyarakat Kota Tarakan yang sudah memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Baik melalui upacara 17 Agustus, maupun ikut memeriahkan pawai pembangunan 2019.

“Terima kasih untuk seluruh masyarakat Kota Tarakan yang sudah memeriahkan Hari Kemerdekaan kita. Termasuk pawai pembangunan, yang digarap Radar Tarakan Group, sehingga berjalan lancar,” katanya saat memberi sambutan.

Diakuinya masyarakat Kota Tarakan haus hiburan, termasuk pawai yang sudah 12 tahun lamanya tidak dirasakan bersama. Dalam hal ini pun, dr. Khairul ingin agendakan pawai pembangunan menjadi event nasional. “Masyarakat memang haus hiburan. Semoga kita bisa jadikan pawai ini kalender wisata,” tutupnya.

Ketua Dewan Juri Pawai Pembangunan Tarakan 2019 Khusni Thamrin mengatakan penilaian memiliki beberap aspek standar.  

“Terutama dari mobil hias, modelnya, bahan yang digunakan, sesuai enggak dengan tema yang diberikan panitia, ada kreativitas. Ada semangat kebersamaan. Juri melihat, ada beberapa yang menggunakan mobil hias memenuhi persyaratan itu. Ada juga beberapa mobil hias dari pendanaan besar, tapi dari sisi kreativitas, tidak ada kebaruan ide atau gagasan. Cuma ada yang ditambah sedikit, agar tampak sedikit berbeda,” ulasnya.

Menurut Khusni, mengenai marching band, rerata cukup bagus. Namun, mengejutkan beberapa unggulan justru tak menunjukkan performance terbaiknya.

“Ada yang tidak diunggulkan, malah muncul lebih bagus. Antusias pejalan kaki, kita acungi jempol. Semangat nasionalismenya dilihat dalam pawai kemarin. Kami dari Dewan Juri sempat muncul nilai yang hampir sama, kami kemudian melihat kelemahannya apa,” sebutnya.

Kreativitas adalah hal yang paling rumit dinilai. Juri memberi gambaran, seharusnya ada gagasan atau ide yang baru. Sehingga menambah daya tarik masyarakat yang melihat. “Kita kesulitan kreativitas itu. Belum maksimal. Ada ide, tapi itu-itu saja. Atau mungkin terbentur budget. Kalau untuk pawai ini, saya memberikan apresiasi kepada peserta dan panitia mengenai gagasan ini. Sejak beberapa tahun ini sudah lama tidak mengadakan seperti ini. Antusias dari peserta itu sangat bagus dilihat. Sangat antusias sekali,” ujarnya.

Catatan lain dari tim juri mengenai penonton yang ke depannya wajib lebih tertib. Wajib memberi ruang bagi peserta. “Apalagi pawai kendaraan, bisa berpotensi insiden,” tambahnya.

 

PESERTA TERBAIK ASAH KREATIVITAS

Perwakilan Sandra Salon Squad, peserta yang meraih Terbaik 1 kategori pejalan kaki SMA/SMK dan Umum mengharapkan kegiatan ini bisa digelar rutin setiap tahunnya.

“Ada pembangunan yang sudah dicapai Tarakan serta memperlihatkan budaya dan keanekaragaman yang ada di Bumi Paguntaka,” tutur perwakilan Sandra Salon Squad, Julian.

“Dengan adanya kegiatan serupa ke depannya, dapat memacu kita untuk lebih kreatif lagi dalam menampilkan kostum yang akan digunakan,” ujarnya.

Sandra Salon Squad terpilih sebagai peserta Terbaik 1 kategori SMA/SMK dan Umum, diharapkan dapat memberi motivasi bagi lainnya. “Kami ingin teman-teman lain bisa termotivasi untuk membuat kostum yang terbaik untuk ditampilkan,” ujarnya

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Cak To yang telah memberi ide atas pembuatan kostum. Sejauh ini untuk pembuatan kostum kesulitannya terletak pada aksesoris. “Biasa kami pesan online atau pesan dengan Cak To, karena kalau di Tarakan tidak ada,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga meminta dukungan kepada masyarakat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, karena dalam waktu dekat akan mengikuti event karnaval serupa di luar Tarakan. “Rencananya bulan depan kami akan tampil pada karnaval yang dilaksanakan di Tanjung Selor dan Malinau, jadi kita mohon dukungan dan doanya,” ucapnya.

Ketua Orang Indonesia (OI) Tarakan, Che Geng mengucapkan apresiasi setinggi-tinggi atas digelarnya kegiatan pawai pembangunan yang digagas oleh Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) dan Radar Tarakan.

“Kalau tidak salah terakhir tahun 2007, kita harapkan kegiatan serupa bisa dilaksanakan setiap tahunnya karena dinilai bisa menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang ke Bumi Paguntaka,” ujarnya.

“Kita tahu Tarakan banyak keragaman yang ada di dalamnya,” ucapnya.

Terkait penghargaan khusus Inspirasi Tanpa Batas yang diberikan kepada OI Tarakan, dirinya tidak menyangka mendapatkan penghargaan tersebut, karena sebelumnya pihaknya hanya ingin berpartisipasi saja.

“Kebetulan momennya berdekatan dengan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia (RI) jadi kami menampilkaan pembentangan bendera merah putih sepanjang 220 meter dan lebar 2,25 meter,” ucapnya.

Sementara itu, Sekolah Luar Biasa (SLB) Tarakan dalam pawai pembangunan berhasil meraih Terbaik 2 kategori pejalan kaki SD/SMP dan penghargaan khusus Semangat Tanpa Batas.

“Pada awalnya kami hanya ingin berpartisipasi saja, tidak ada niat untuk bisa meraih Terbaik 2 ataupun mendapatkan penghargaan khusus,” ujar Kepala Sekolah SLB Tarakan Sri Hastuti.

Pihaknya juga awalnya mengajak pelajar SLB Tarakan untuk mengikuti kategori mobil hias, karena khawatir pelajarnya kelelahan bila mengikuti kategori pejalan kaki.

“Tadinya mau ikut mobil hias, tapi mereka (pelajar) malah ingin ikut kategori pejalan kaki, karena mereka ini sangat senang dilihat banyak orang, sehingga kami mengikuti kategori pejalan kaki,” ujarnya.

Terkait pawai pembangunan dirinya nilai kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif terlebih pelajar SLB cukup antusias. “Kita harapkan kegiatan serupa ada lagi, karena pelajar sangat senang mengikutinya,” ungkapnya. (*/one/jnr/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 09:29

45 Titik Panas Terpantau

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari belakangan berdampak pada…

Jumat, 20 September 2019 09:20

Langkah Andi Akbar Tergantung Mertua

TARAKAN – Kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dari Nunukan,…

Jumat, 20 September 2019 09:10

Gadai Sertifikat Tanah demi Pra PON

TARAKAN – Cabang olahraga panahan Kalimantan Utara (Kaltara) tertatih-tatih mengikutsertakan…

Jumat, 20 September 2019 08:58

Peserta per Kecamatan Dibatasi 260 Orang

TARAKAN – Babak penyisihan Lomba Domino Piala Irianto di Kecamatan…

Jumat, 20 September 2019 08:58

Harmoni Legislatif dan Eksekutif Kunci Sukses Kaltara

Nama                : Achmad…

Jumat, 20 September 2019 08:46
Aktif bermain tapi tidak disangka-sangka, di balik pakaian bocah yang bernama Juan, anak dari pasangan Try Wahyuni dan Petrus Seber ini terdapat luka sayatan bekas operasi beberapa bulan lalu.

Tiga Bulan Lagi Dioperasi, Berharap Bantuan Pemerintah

SUNGGUH teriris hati ini ketika melihat anak yang masih berusia…

Kamis, 19 September 2019 10:17

‘Telan’ Rp 100 M, Tengkayu I Baru Rampung Sisi Laut

TANJUNG SELOR – Pembangunan fasilitas transportasi laut di Kalimantan Utara…

Kamis, 19 September 2019 09:50

SABAR AJA...!! Di Sini Belum Ada Tanda-Tanda Hujan

TARAKAN - Kekeringan yang melanda Bumi Paguntaka akibat tidak diguyur…

Kamis, 19 September 2019 09:25

Undunsyah Optimistis Membangun Koalisi Parpol

TANA TIDUNG - Bupati Tana Tidung Dr. H. Undunsyah, M.Si,…

Kamis, 19 September 2019 09:13

Terdakwa Mati Kasus Sabu 10 Kg Ajukan Banding, Memori Banding Sudah di PT Kaltim

TARAKAN - Usai divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*