MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:25
Cut Putri Widya Utami
Bercita-Cita Jadi Dokter Militer

Mengenal Anggota Paskibraka Perwakilan Kaltara (Bagian 1)

Cut Putri Widya Utami

PROKAL.CO, Rasa kagum kepada anggota paskibraka yang bertugas di Istana Negara, membuat Cut Putri Widya Utami akhirnya memutuskan untuk bergabung dalam dunia paskibraka sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tarakan. Seperti mimpi, tahun ini Widya akhirnya berhasil tembus ke Istana Negara dan mewakili Kota Tarakan dan Kaltara.

YEDIDAH PAKONDO, Tarakan

RASA haru terpancar dari raut wajah Cut Putri Widya Utami ketika menginjakkan kaki di Bandara Juwata Kota Tarakan. Ya, gadis manis berhijab ini merupakan salah satu siswa Kota Tarakan yang berhasil tembus menjadi anggota paskibraka di Istana Negara pada 17 Agustus 2019.

“Bangga banget karena bisa bertemu langsung dengan Pak Presiden Jokowi, bisa membanggakan orang tua dan pemerintah Kota Tarakan,” beber wanita kelahiran Tarakan, 25 September 2003 tersebut.

KEMBALI KE TARAKAN: Cut Putri Widya Utami bersama kedua orang tuanya, Sudiono dan Rosmala Dewi. YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN

Semasa berada di karantina, anak pertama dari pasangan Sudiono dan Rosmala Dewi ini mendapatkan pesan dari Presiden Republik Indonesia untuk terus hidup sebagai generasi muda yang giat membangun rasa nasionalisme terhadap Indonesia. Yakni dengan meningkatkan rasa toleransi antar umat beragama, ras maupun suku dan bangsa.

Sebelum tampil menjalankan tugas negara, Widya mendapatkan doktrin dari sang pelatih paskibraka untuk tidak gugup dan tetap tenang saat menjalankan tugas. Sehingga saat menjalankan tugasnya Widya tidak merasa gugup sedikitpun.

Saat tampil, Widya berada di pasukan 17 banjar ketiga shaf kedua pengibaran. Tahun ini merupakan tahun keberuntungan bagi Widya, karena berhasil dipercayakan untuk mewakili putri di Kalimantan Utara di Istana Negara.

Selama berada di Cibubur, ia diajarkan untuk hidup disiplin, salah satunya dengan mengatur jadwal bangun tidur pukul 04.00 WITA. Kemudian melakukan salat subuh, lalu melakukan pemanasan dan sarapan susu dan telur ayam kampung. Selanjutnya melakukan latihan dan makan siang, kemudian latihan hingga pukul 17.00 WITA. Hal itu yang dilakukannya selama sebulan penuh.

Masa-masa di Istana Negara merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi dirinya. Karena telah menerima hadiah langsung dari Presiden Indonesia, yakni rekreasi di sekitar Kota Jakarta seperti Taman Mini dan sebagainya yang merupakan lokasi rekreasi Jakarta.

Tak hanya hadiah dari Presiden, namun ia juga menanti-nantikan hadiah khusus yang dijanjikan oleh sang ayah. Sebab sebelum pelaksanaan seleksi dilakukan, sang ayah telah berjanji untuk memberikan sebuah hadiah khusus kepada putri pertamanya itu jika berhasil lulus menjadi anggota paskibraka.

Melalui kisah perjuangannya, Widya mengharapkan agar setiap anak muda agar terus bersemangat meraih cita-cita. Kelak, jika diperkenankan, ia ingin menjadi seorang dokter militer yang merupakan gabungan profesi kedua orang tuanya dan bertugas sebagai anggota aparatur sipil negara (ASN) Kota Tarakan.

“Ayah saya anggota polres, ibu perawat di RSUD. Saya ingin menjadi seperti kedua orang tua saya. Bangga punya kedua orang tua seperti itu,” ucapnya.

Sementara itu, Aiptu Sudiono yang merupakan ayah Widya menyatakan bahwa dirinya merasa senang dan bangga. Sebab anaknya berhasil mewakili Kota Tarakan dan Kaltara untuk tembus ke Istana Negara.

Sejak kecil, Widya memang terkenal mandiri dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Sehingga gemar belajar dan pantang semangat dalam meraih sesuatu. Sejak mengikuti seleksi paskibraka di tingkat kota, Sudiono selalu memberikan semangat kepada Widya dan menjanjikan untuk memberikan hadiah kepada Widya.

“Sebenarnya itu untuk penyemangat anak saya saja. Saya mau anak saya semangat dan berhasil, jadi saya janjikan hadiah,” ucapnya.

Selama berada di karantina, Sudiono mengaku tidak pernah berkomunikasi sama sekali dengan anaknya itu. Sebab ini merupakan aturan dari pembina paskibraka agar setiap anak didik tidak menggunakan gawai saat masa karantina.

Hal yang tidak dilupa Sudiono ialah saat tidak dapat menyaksikan anaknya secara langsung di Istana Negara, lantaran fokus terhadap penyembuhan operasi ginjal yang baru saja dilalui Sudiono beberapa waktu lalu. Namun Sudiono tetap merasa senang karena istrinya, Rosmala Dewi dapat menghadiri saat anaknya melakukan pengerekan bendera.

“Saya nonton TV saja, saya terharu ketika melihat anak saya. Dalam hati berdoa agar seluruh tim paskibraka dapat menjalankan tugasnya dengan benar dan baik, dan alhamdulillah berhasil,” ucapnya.

Perjuangan Widya dinilai Sudiono tidak sia-sia, sebab sejak di SMP Widya selalu bersemangat ketika diberikan amanah untuk menjadi pasukan pengerek bendera. Melalui hal tersebut, Sudiono tidak mau menentukan nasib sang anak ke depannya, sebab menurut Sudiono jalan hidup Widya akan ditentukan oleh Widya sendiri. (bersambung/eza)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 09:06

Kelakuan Remaja Menyimpang, Pola Asuh Orang Tua Jadi Faktor

TANJUNG SELOR – Psikolog, Fanny Sumajouw, S.Psi mengungkapkan, terkait perbuatan…

Senin, 16 September 2019 08:50

Potensi Hujan Rendah, Kabut Asap Berlanjut

TANJUNG SELOR – Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika…

Senin, 16 September 2019 08:45

Jemaah Haji Bulungan Pulang Lewat Darat

TANJUNG SELOR – Keberangkatan jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara)…

Senin, 16 September 2019 08:14

Inginkan Bidang Pertanian Mampu Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Nama               : Albertus…

Minggu, 15 September 2019 13:33

Kepulangan Jamaah Haji Tertunda

TANJUNG SELOR – Kepulangan jamaah haji  kloter 14 dari Balikpapan…

Sabtu, 14 September 2019 08:49

Hoaks Masih Menjadi Atensi KPU

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan, tak…

Sabtu, 14 September 2019 08:44

Harga Turun, Loh Kok ...Pedagang Ayam Protes

TANJUNG SELOR – Penurunan harga yang dilakukan peternak (inti) Paguntaka…

Sabtu, 14 September 2019 08:36

Hari Ini Jemaah Haji Kaltara Tiba di Balikpapan

TANJUNG SELOR – Jumat (13/9), jemaah haji asal Kabupaten Bulungan…

Sabtu, 14 September 2019 08:27

Polda Minta Dukungan Legislatif

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda ) Kaltara berharap pembangunan…

Jumat, 13 September 2019 13:38

PAD Pelabuhan Tengkayu II Terus Meningkat

TANJUNG SELOR – Pembenahan secara fisik maupun administrasi Pelabuhan Tengkayu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*