MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:22
Tak Masalahkan Guru Pensiun Mengajar Lagi
Kepala LPMP Kaltara, Dr. Jarwoko. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Jika sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memandang terkait kurang efektifnya guru yang sudah pensiun untuk kembali mengajar mata pelajaran ke siswa, berbeda halnya pandangan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kaltara.

LPMP justru mendukung permintaan Mendikbud RI, Muhadjir Effendy soal kebutuhan guru di daerah masih kurang. Bahkan, dianggap solusi itu jauh lebih efektif guna menunjang mutu dunia pendidikan di daerah.

Dikatakan Kepala LPMP Kaltara, Dr. Jarwoko bahwa guru pensiun di usia 60 tahun secara fisik menurutnya masih laik dalam mengabdikan dirinya sebagai tenaga pendidik bagi siswa. Mengingat, dosen–dosen di universitas untuk usia pensiunnya di usia 65 tahun.

“Artinya, ini masih efekfik guru itu mengabdikan dirinya sebagai tenaga pendidik,” ungkapnya seraya membandingkan dengan dosen yang masih mengajar di usia lebih dari 60 tahun.

Lanjutnya, alasan lain pihaknya dalam mendukung akan guru pensiunan dapat mengajar kembali. Tak lain, menurutnya daripada harus mengangkat guru honorer. Pasalnya, secara kualitas guru yang sudah pensiunan tentu mumpuni. Oleh karenanya, penting dalam menimbang keputusan itu semua. Di samping, memang dengan mengangkat guru honorer terkadang mereka justru ada suatu tuntutan menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

“Guru honorer secara pengalaman tentu berbeda dari guru pensiunan. Ya, jadi selama guru pensiunan itu pun memiliki niat pengabdian yang tinggi akan profesinya mengapa tidak,” ujar pria yang murah senyum ini.

Berbeda halnya, ditambahkannya lebih jauh, suatu pekerjaan guru itu dilakukan secara otot atau tenaga yang kuat. Maka, pensiun guru itu memang benar jika dianggap tak efektif. Karena secara tenaga akan berbeda seperti puluhan tahun silam.

“Tapi, kita tahu guru ataupun dosen, skill dan tuntutan pekerjaannya di bidang akademik yakni mengajar. Artinya, mereka menggunakan otak atau pikirannya. Untuk itu, kembali saya katakan tak ada masalah,” katanya.

“Tapi, yang menjadi masalah sebenarnya apakah guru itu memang sebelumnya berkualitas atau tidaknya selama mengabdi. Bukan pada titik dia pensiun dikatakan tak efektif,” sambungnya seraya berkata sekalipun pensiun itu merupakan hak.

Ditanya mengenai penganggaran terhadap guru pensiunan? Pria yang akrab disapa Woko ini menerangkan bahwa berdasarkan arahan Kemendikbud bisa dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOP). Sehingga guru pensiun dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya hingga nanti ada PNS guru yang menggantikannya.

“BOP itu bisa dioperasionalkan ke guru yang pensiunan. Ini sebagaimana arahan Mendikbud,” ucapnya mengakhiri.

Sebelumnya Kepala Disdikbud Kaltara, Sigit Muryono mengungkapkan, permintaan guru pensiun mengajar kembali yang secara langsung turun dari Mendikbud perlu dipertimbangkannya lagi.

Alasannya, guru yang memang sudah memasuki masa pensiun. Yakni di usia 60 tahun. Maka, menurutnya untuk kembali mengajar kurang efektif lagi. Untuk itu, pihaknya menekankan terhadap sejumlah guru yang ada agar dapat dimaksimalkannya.

“Kita sejauh ini masih mempertimbangkan permintaan Mendikbud soal guru pensiun untuk mengajar kembali. Apalagi, hingga masa bakti dua hingga tiga tahun ke depan,” ungkap Sigit.

Dikatakannya juga, mengenai alternatif yang sejauh ini dilakukannya agar dunia pendidikan di provinsi termuda di Indonesia ini dapat berjalan secara apik. Pria yang murah senyum ini menuturkan bahwa dengan memanfaatkan para tenaga Guru Garis Depan (GGD) dan Guru Tidak Tetap (GTT). Sehingga itu dapat menutupi setidaknya kekurangan sejumlah guru yang ada.

“Tahun lalu kekurangan guru kita ada sebanyak 616 guru. Dan dengan adanya 100 GGD dan 275 GTT. Maka, itu menjadi angin segar dalam dunia pendidikan di sini (Kaltara, Red),” ujarnya. (omg/eza)

 

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 09:02

Tak Ingin Dibohongi, PLN Diminta Komitmen

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Soal Sengketa Lahan di Lokasi Pertambangan, Perusahaan Sebut Lahan Sudah Klir

TANJUNG SELOR – Menyikapi keluhan masyarakat Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Unsur Pimpinan Definitif Segera Ditetapkan

TANJUNG SELOR – Unsur pimpinan definitif di Dewan Perwakilan Rakyat…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Penyelesaian Batas Wilayah Belum Rampung

TANJUNG SELOR – Sejak terbentuknya Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi…

Jumat, 20 September 2019 09:00

Maharajalila Diusulkan Jadi Nama Korem Kaltara

TANJUNG SELOR – Komando Resor Militer (Korem) Provinsi Kalimantan Utara…

Kamis, 19 September 2019 09:13

Kualitas Udara Baik, tapi Sekolah Kok Diliburkan?

TANJUNG SELOR – Berdasarkan pantauan  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan…

Kamis, 19 September 2019 09:05

Empat Daerah Belum Usulkan Nama

TANJUNG SELOR – Hingga Rabu (18/9), baru satu dari lima…

Kamis, 19 September 2019 09:05

Pasang Pipa ‘Siluman’, Sanksi Pidana Menanti

TANJUNG SELOR – Langkah tegas akan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup…

Rabu, 18 September 2019 08:57

Damri di Kaltara Masih Kurang

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan wilayah yang cukup…

Rabu, 18 September 2019 08:57

Janji Turun ke Kecamatan Mulai Januari 2020

Nama                     …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*