MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:13
Disdikbud Tingkatkan Kompetensi Guru
LEBIH BERKOMPETEN: Guru PNS dan honorer akan mendapatkan peningkatan kompetensi dan dibiayai untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari pendidikan sebelumnya. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan akan meningkatkan kompetensi sejumlah guru baik yang sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga honorer, untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Namun, guru-guru tersebut dikhususkan untuk guru dengan latar belakang guru yang berijazah SMA dan Diploma Tiga (D-3). Itu diungkapkan Kepala Disdikbud Nunukan H. Junaidi kepada media ini. H. Junaidi mengatakan, peningkatan kompetensi guru tersebut dilakukan tak lain tujuannya untuk menambah kemampuan guru dalam bidang studi dan juga yang lainnya.

“Ya, kita bekerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT) agar mereka bisa lanjutkan studi ke jenjang S-1. Bahkan kita sudah lakukan Memorandum of Understanding (MoU),” ungkap H. Junaidi kepada pewarta harian ini.

Apalagi, menurut H. Junaidi, jenjang pendidikan S-1 adalah syarat seorang guru duduk di jabatan kepala sekolah dan sebagai keharusan dalam mengikuti sertifikasi. Tanpa memiliki ijazah S-1, guru honorer dan PNS tidak akan mendapatkan tunjangan (insentif, Red.) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

H. Junaidi sendiri mengaku, setidaknya ada lebih kurang 100 kepala sekolah SD yang belum bersertifikasi. Dan notabenenya, mereka berada di sekolah wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). “Mereka banyak di daerah 3T, seperti di Sebuku, Sembakung, Lumbis dan Krayan. Belum lama ini banyak yang curhat kepada saya. Jadi semoga lewat cara ini, nantinya menjadi solusi bagi mereka,” harap H. Junaidi.

Pembiayaan program peningkatan SDM  guru sepenuhnya dibiayai pemerintah daerah dan dibantu anggaran khusus dari UBT Tarakan. Pembagian besaran biaya inilah yang masih dalam pembahasan bersama. Sementara untuk pelaksanaan MoU, masih menunggu besaran alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah daerah dan melihat sistem keterikatan yang akan diterapkan UBT sebagai lembaga pendidikan penyedia jasa. “Ya, nanti kita sinkronkan dulu masing-masing anggarannya, kemampuan anggaran kita berapa, kemampuan UBT berapa,”  tambah H. Junaidi.

Dengan peningkatan kompetensi tersebut nantinya, H. Junaidi tentu berharap guru-guru yang telah memenuhi syarat namun terkendala keuangan bisa mengikuti sertifikasi profesi lewat bantuan dana pemerintah. Apalagi peserta sertifikasi profesi harus mengikuti pendidikan dua semester, biaya satu semesternya sekitar Rp 10 juta. Dengan biaya sebesar itu, pemerintah tidak menjanjikan semua guru bisa mendapatkan jatah sertifikasi tersebut.

“Kita tahu sendiri, kemampuan anggaran APBD sangat terbatas meski telah dibantu kucuran dana APBN. Mungkin setahunnya bisa 70 orang guru dulu yang difasilitasi mengikuti sertifikasi profesi. Jadi bergantian,” beber H. Junaidi.

Menurut Junaedi, dari 2.260 guru di Kabupaten Nunukan, hanya 590 orang guru memiliki sertifikasi, sedangkan 1.670 orang belum bersertifikasi karena jenjang pendidikan SMA/D3, sebagian terkendala biaya dan sebagian pernah mengikuti namun gagal. (raw/zia)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 12 September 2019 13:49
Partai Politik

Basri Ikut Ambil Formulir

NUNUKAN – Bupati Nunukan periode 2011-2014, H. Basri ikut melakukan…

Rabu, 11 September 2019 10:42
Partai Politik

Petahana Pinang PDIP?

NUNUKAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nunukan, mulai membuka…

Rabu, 11 September 2019 10:28
Deportasi WNI Dari Malaysia

Disdukcapil Flores Timur Jemput Bola

NUNUKAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Flores…

Selasa, 10 September 2019 10:35
BPJS Kesehatan

Dinkes Sebut Manajemen RSUD Perlu Diperbaiki

NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, mulai turun tangan untuk…

Selasa, 10 September 2019 10:22
Sidang Kayu Ilegal

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kasus Kayu Ilegal

NUNUKAN - Sidang praperadilan kasus dugaan kayu ilegal kembali digelar…

Senin, 09 September 2019 13:05
Pujasera

Siap Diresmikan, Harapkan Fasilitas Memadai

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan telah mempersiapkan Pasar Pujasera…

Sabtu, 07 September 2019 09:57

HADUHH..!! Kebanyakan Utang, RSUD Nunukan Susah Beli Obat-obatan

NUNUKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan mengalami kesulitan…

Sabtu, 07 September 2019 09:56

Angkut Barang Malaysia, Satu Truk Sembako Diamankan

NUNUKAN - Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Sabtu, 07 September 2019 09:50

Memangnya Ada Apa..?? Warga Flores Timur Didata Ulang

NUNUKAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Flores…

Sabtu, 07 September 2019 09:33
Kebakaran

Bocah Bermain Api, Tiga Unit Rumah Hangus

NUNUKAN – Kebakaran terjadi di Jalan Tawakal, Kecamatan Nunukan Tengah,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*