MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 23 Agustus 2019 09:48
Seorang Jemaah Haji Meninggal Dunia di Makkah
WAFAT: Hj. Tenne binti Badu Beddu saat mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Menjelang kepulangan ke tanah air, seorang jemaah haji asal Kabupaten Nunukan atas nama Hj. Tenne binti Badu Beddu (64) meninggal dunia di Tanah Suci Makkah, Rabu (21/8).

Sebelumnya, jemaah haji yang tergabung dalam rombongan 1 regu 4 kloter 15 Balikpapan tersebut memang katagori risiko tinggi (risti) diabetes mellitus dan hipertensi.

Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah pada Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Utara (Kaltara) H. Muhammad Aslam megatakan, selain risti, beliau juga mengalami demam dan batuk. Beliau telah diberikan penanganan kesehatan, termasuk obat diabetes. Kemudian, Rabu (21/8). Beliau mengeluhkan sesak napas. "Jadi saat itu beliau langsung mendapatkan pertolongan pertama dari tim kesehatan haji," ungkap Aslam, kemarin (22/8).

Setelah itu, Hj. Tenne dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Al Noor Makkah. Setelah menjalani pemeriksaan medis, siang waktu Arab Saudi beliau dinyatakan meninggal dunia. "Pemakamaan telah dilakukan di Ma'la Tsurayya," ujarnya.

Informasi itu juga telah disampaikan ke Kemenag Nunukan untuk selanjutnya diinformasikan kepada pihak keluarga. "Semoga almarhumah husnulkhatimah, dan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah menerima semua cobaan dan ketentuan dari Allah SWT," ucapnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara Agust Suwandy menyatakan bahwa jemaah haji tambahan yang masuk dalam kloter 15 sangat berisiko tinggi. Pasalnya, kebanyakan dari jemaah merupakan lansia. "Kuota tambahan ini kan yang diprioritakan jemaah lansia. Dan persiapan jemaah terbatas," bebernya.

Di luar kuota tambahan persiapanya sudah banyak dan sudah menjalani berbagai tahapan manasik haji. Jadi dapat dipastikan bahwa 100 persen kondisi jemaah sudah siap menjalani proses haji. "Tetapi kami tetap berharap tidak ada jemaah kita yang meninggal dunia," ujarnya.

Terpisah, Kasi Haji dan Umrah Kemenag  Nunukan Drs. H. Muh Tahir mengatakan jemaah yang meninggal dunia berdomisili di Tawau, Malaysia. “Ada keluarganya di Nunukan,” kata Tahir.

Sebelum ke Tanah Suci, almarhumah juga sempat dirawat di RSUD Nunukan. “Alhamdulilah, beliau ini telah melaksanakan semua rangkaian haji,” bebernya.

Menurutnya keluarga juga telah menerima kepulangan beliau, karena pihak keluarga juga sudah mengetahui kondisi beliau yang sakit-sakitan. “Sebelum berangkat, beliau ini memang sudah sakit-sakitan, namun beliau tetap mau sekali menunaikan ibadah haji,” ujarnya.

 


SEBAGIAN JEMAAH JALANKAN UMRAH SUNNAH

Hingga saat ini jemaah haji Kloter 15 Tarakan yang tergabung pada kloter Balikpapan masih menunggu proses keberangkatan ke Kota Madinah yang direncanakan pada 4 September atau 23 Zulhijah.

Kepala Kemenag Tarakan H.M. Shaberah Ali menerangkan, sebagian jemaah memanfaatkan waktu menjalankan umrah sunnah sebelum waktu keberangkatan ke Tanah Air.

"Jemaah sekarang sedang menunggu diberangkatkan tanggal 4 September menuju Madinah melakukan ibadah arbain. Tapi ada sebagian jemaah yang melakukan umrah sunnah. Sebagiannya lagi masih menunggu di hotel menjalankan ibadah lainnya," ujarnya, kemarin (22/8).

Berdasarkan laporan tim pendamping jemaah, sebagian jemaah yang tidak melakukan umrah sunnah memilih melakukan aktivitas beribadah seperti zikir, salat dhuha dan membaca Alquran. Ia menjelaskan, jemaah masih berada di Makkah mengingat cukup betah dengan suasana yang ada. "Umrah sunnah kan memang tidak wajib. Jadi yang menjalankan hanya yang mampu saja. Baik dari fisik maupun keuangan. Karena ibadah ini kan tidak termasuk dalam rangkaian haji. Artinya mereka mesti mengeluarkan biaya sendiri lagi untuk umrah ini," tuturnya.

Dijelaskannya, nantinya tepat 23 Zulhijah para jemaah akan melakukan prosesi ibadah sunnah arbain yang merupakan salat di 40 waktu. Meski demikian, ibadah bisa dikerjakan bagi jemaah yang mampu.

"Ibadah arbain ini hanya sunnah saja tidak wajib. Arbain ini kan artinya 40 jadi jemaah salat waktu di Masjid Nabawi. Di Madinah direncanakan 8 hari kemudian hari ke-9 sudah dipulangkan," terangnya.

Meninggalnya seorang jemaah, pihaknya berharap para jemaah dapat selalu menjaga kesehatan dan tetap mengonsumsi makanan bergizi seperti yang dianjurkan petugas pendamping.
"Kami berharap jemaah yang lainnya bisa kembali dengan selamat sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga. Kami mengimbau melalui petugas di sana agar jemaah tetap menjaga pola tidur agar selalu fit," tambahnya. (*/jai/raw/*/zac/lim)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers