MANAGED BY:
SABTU
04 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 23 Agustus 2019 09:37
Gunakan Dana Desa Atasi Banjir
BUTUH PENANGANAN: Salah satu sungai yang diusulkankan warga untuk dinormalisasi agar mengatasi banjir di Sebatik./DOKUMENTASI ANDRE PRATAMA

PROKAL.CO, SEBATIK – Banjir di Sebatik, salah satunya di Desa Sungai Limau disikapi serius warga. Sebelumnya mereka bosan dengan janji pemerintah akan melakukan normalisasi Sungai Limau yang menjadi salah satu titik masalah banjir.

Anggota DPRD Nunukan Andre Pratama yang turun meninjau lokasi di Sungai Limau mengungkap jika banjir terjadi di beberapa kawasan setiap kali hujan deras. Seperti Aji Kuning, Sungai Limau, Desa Pancang, dan Desa Binalawan.

“Terparah Aji Kuning dan Sungai Limau, kalau sudah hujan berjam-jam pasti banjir. Sungai kita kecil. Berbeda dengan sungai pada bagian Malaysia. Lebar. Khusus di Sungai Limau itu sempit, dangkal, dan cenderung berbelok. Kalau tekanan air besar, dengan kondisi seperti itu pasti meluap. Saran kami, untuk sekarang dana desa itu bisa digunakan. Persoalan cukup atau tidak, setidaknya ada upaya awal untuk menangani itu,” kata Andre, Kamis (22/8).

Menurut Andre, banjir di beberapa kawasan di Sebatik merupakan persoalan lama dan belum terselesaikan sejak lama. “Anggaran dana desa itu bisa digunakan. Panjang sungai ini, dihitung 1.360 meter. Kami juga sudah mencari tahu dari kepala desa setempat, anggaran yang ada Rp 95 juta, tidak cukup sebenarnya. Saya sebagai anggota DPRD, menawarkan untuk bisa membantu itu. Asal warga setuju,” imbuhnya.

Menurut Andre, warga harus proaktif mengusulkan ke DPUTR untuk dilakukan pengembangan jika nanti dilakukan normalisasi. “Misalnya pemerintah atau ketika DPUTR tidak punya anggaran, saya akan bawa ini ke provinsi. Melalui Bappeda. Kalau pun di sana tidak ada, kita bawa ke kementerian. Ini batas negara,” tambahnya.

Sementara Kepala Desa Sungai Limau, Mardin mengaku banjir di desanya sering terjadi. Tergantung curah hujan. Ia juga menduga pembukaan lahan untuk perkebunan juga memengaruhi kawasan resapan yang semakin berkurang.

“Saya sudah 10 tahun, beberapa hari terakhir ini yang terparah. Solusi kami usulkan, baik dari musrenbang, reses belum pernah terealisasi. Pernah juga ada masuk anggaran, tiba-tiba hilang, disampaikan oleh pemerintah, dari PU. Beberapa tahun lalu,” ungkapnya.

Beberapa hari ke depan, kata dia, akan dimulai pengerjaan normalisasi sungai dengan anggaran dana desa kurang lebih Rp 90-an juta.

“Pakai eskavator. Daripada tunggu anggaran lain, enggak pernah muncul. Kalau bagian pendamping desa, itu yang mengukur, anggaran segitu kami maksimalkan. Bagaimana supaya bisa mengurangi. Kalau panjangnya kemarin, belok-belok, sekitar 1.120 meter. Kami sebelumnya sudah rapat, di tingkat RT, dusun, mengajukan itu. Itu maunya masyarakat,” sebutnya.

Menurut Mardin, penggunaan dana desa telah diatur dalam Permendagri 20/2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. “Juga dibatasi azas dan kewenangan desa. Ada kemauan masyarakat, belum tentu bisa dikerjakan dengan dana desa,” ungkap Mardin terhadap kehati-hatian pihaknya mengelola dana desa.

Menurutnya lagi, dana desa akan memprioritaskan potensi lokal. Misalnya potensi lokal tidak sanggup, maka boleh menggunakan penyedia jasa dari luar. “Ini juga diatur dalam Permendagri-nya. Mungkin minggu depan sudah dikerjakan,” imbuhnya. (lim)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 03 April 2020 14:47

Puluhan Warga Malaysia Tertahan di Nunukan

  NUNUKAN-Puluhan Warga Negara (WN) Malaysia harus tertahan di Nunukan…

Jumat, 03 April 2020 13:32

Ratusan Eks Penumpang KM Lambelu Dilacak

NUNUKAN – Ratusan eks penumpang Kapal Motor (KM) Lambelu akan…

Kamis, 02 April 2020 14:08

20 Koli Kepiting Bakau Nyaris Lolos ke Malaysia

NUNUKAN – Di tengah polemik Covid-19 di perbatasan dengan masih…

Selasa, 31 Maret 2020 11:44

Nunukan Kaji Rencana Isolasi

NUNUKAN- Melalui surat edaran (SE) Kemendagri, kepala daerah akhirnya bisa…

Selasa, 31 Maret 2020 11:39

TKI dari Malaysia Dikarantina di Nunukan, Ini Kata Laura

NUNUKAN- Bupati Nunukan Asmin Laura menyebutkan, seusai arahan Gubernur Kaltara…

Minggu, 22 Maret 2020 15:22

Lockdown Dibuka Dua Hari, Malaysia Terus Pulangkan WNI

Sebanyak 297 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia…

Jumat, 20 Maret 2020 14:51

30 Calon PMI Batal ke Malaysia

NUNUKAN – Setidaknya ada 30 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)…

Kamis, 19 Maret 2020 15:21

8 WNI Positif Corona di Sabah, Penyeberangan Internasional Lumpuh

TAWAU- Kepala Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengatakan, di…

Kamis, 19 Maret 2020 10:24

Keluarga PDP Covid-19 Dipantau

NUNUKAN- Sejumlah keluarga PDP yang tengah dirawat di RSUD Tarakan…

Selasa, 17 Maret 2020 13:35

Gubernur Usulkan RS Rujukan Covid-19 di Nunukan

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan, dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers