MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 23 Agustus 2019 09:37
Gunakan Dana Desa Atasi Banjir
BUTUH PENANGANAN: Salah satu sungai yang diusulkankan warga untuk dinormalisasi agar mengatasi banjir di Sebatik./DOKUMENTASI ANDRE PRATAMA

PROKAL.CO, SEBATIK – Banjir di Sebatik, salah satunya di Desa Sungai Limau disikapi serius warga. Sebelumnya mereka bosan dengan janji pemerintah akan melakukan normalisasi Sungai Limau yang menjadi salah satu titik masalah banjir.

Anggota DPRD Nunukan Andre Pratama yang turun meninjau lokasi di Sungai Limau mengungkap jika banjir terjadi di beberapa kawasan setiap kali hujan deras. Seperti Aji Kuning, Sungai Limau, Desa Pancang, dan Desa Binalawan.

“Terparah Aji Kuning dan Sungai Limau, kalau sudah hujan berjam-jam pasti banjir. Sungai kita kecil. Berbeda dengan sungai pada bagian Malaysia. Lebar. Khusus di Sungai Limau itu sempit, dangkal, dan cenderung berbelok. Kalau tekanan air besar, dengan kondisi seperti itu pasti meluap. Saran kami, untuk sekarang dana desa itu bisa digunakan. Persoalan cukup atau tidak, setidaknya ada upaya awal untuk menangani itu,” kata Andre, Kamis (22/8).

Menurut Andre, banjir di beberapa kawasan di Sebatik merupakan persoalan lama dan belum terselesaikan sejak lama. “Anggaran dana desa itu bisa digunakan. Panjang sungai ini, dihitung 1.360 meter. Kami juga sudah mencari tahu dari kepala desa setempat, anggaran yang ada Rp 95 juta, tidak cukup sebenarnya. Saya sebagai anggota DPRD, menawarkan untuk bisa membantu itu. Asal warga setuju,” imbuhnya.

Menurut Andre, warga harus proaktif mengusulkan ke DPUTR untuk dilakukan pengembangan jika nanti dilakukan normalisasi. “Misalnya pemerintah atau ketika DPUTR tidak punya anggaran, saya akan bawa ini ke provinsi. Melalui Bappeda. Kalau pun di sana tidak ada, kita bawa ke kementerian. Ini batas negara,” tambahnya.

Sementara Kepala Desa Sungai Limau, Mardin mengaku banjir di desanya sering terjadi. Tergantung curah hujan. Ia juga menduga pembukaan lahan untuk perkebunan juga memengaruhi kawasan resapan yang semakin berkurang.

“Saya sudah 10 tahun, beberapa hari terakhir ini yang terparah. Solusi kami usulkan, baik dari musrenbang, reses belum pernah terealisasi. Pernah juga ada masuk anggaran, tiba-tiba hilang, disampaikan oleh pemerintah, dari PU. Beberapa tahun lalu,” ungkapnya.

Beberapa hari ke depan, kata dia, akan dimulai pengerjaan normalisasi sungai dengan anggaran dana desa kurang lebih Rp 90-an juta.

“Pakai eskavator. Daripada tunggu anggaran lain, enggak pernah muncul. Kalau bagian pendamping desa, itu yang mengukur, anggaran segitu kami maksimalkan. Bagaimana supaya bisa mengurangi. Kalau panjangnya kemarin, belok-belok, sekitar 1.120 meter. Kami sebelumnya sudah rapat, di tingkat RT, dusun, mengajukan itu. Itu maunya masyarakat,” sebutnya.

Menurut Mardin, penggunaan dana desa telah diatur dalam Permendagri 20/2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. “Juga dibatasi azas dan kewenangan desa. Ada kemauan masyarakat, belum tentu bisa dikerjakan dengan dana desa,” ungkap Mardin terhadap kehati-hatian pihaknya mengelola dana desa.

Menurutnya lagi, dana desa akan memprioritaskan potensi lokal. Misalnya potensi lokal tidak sanggup, maka boleh menggunakan penyedia jasa dari luar. “Ini juga diatur dalam Permendagri-nya. Mungkin minggu depan sudah dikerjakan,” imbuhnya. (lim)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 13 September 2019 09:40

Perahu yang Ditumpangi Tiga WNI Hanyut Hingga Sabah

NUNUKAN – Tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Tarakan hanyut…

Kamis, 12 September 2019 13:49
Partai Politik

Basri Ikut Ambil Formulir

NUNUKAN – Bupati Nunukan periode 2011-2014, H. Basri ikut melakukan…

Rabu, 11 September 2019 10:42
Partai Politik

Petahana Pinang PDIP?

NUNUKAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nunukan, mulai membuka…

Rabu, 11 September 2019 10:28
Deportasi WNI Dari Malaysia

Disdukcapil Flores Timur Jemput Bola

NUNUKAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Flores…

Selasa, 10 September 2019 10:35
BPJS Kesehatan

Dinkes Sebut Manajemen RSUD Perlu Diperbaiki

NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, mulai turun tangan untuk…

Selasa, 10 September 2019 10:22
Sidang Kayu Ilegal

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kasus Kayu Ilegal

NUNUKAN - Sidang praperadilan kasus dugaan kayu ilegal kembali digelar…

Senin, 09 September 2019 13:05
Pujasera

Siap Diresmikan, Harapkan Fasilitas Memadai

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan telah mempersiapkan Pasar Pujasera…

Sabtu, 07 September 2019 09:57

HADUHH..!! Kebanyakan Utang, RSUD Nunukan Susah Beli Obat-obatan

NUNUKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan mengalami kesulitan…

Sabtu, 07 September 2019 09:56

Angkut Barang Malaysia, Satu Truk Sembako Diamankan

NUNUKAN - Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Sabtu, 07 September 2019 09:50

Memangnya Ada Apa..?? Warga Flores Timur Didata Ulang

NUNUKAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Flores…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*