MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 22 Agustus 2019 11:49
Pasar di Tarakan Masih Jorok

Dua Kali Sidak, Ikan di Tarakan Layak Konsumsi

SIDAK: Petugas BKIPM yang melaksanakan sidak di tiga pasar yang ada di Tarakan kemarin./ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

TARAKAN - Untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Tarakan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pedagang ikan yang ada di sejumlah pasar tradisional.

Adapun sejumlah pasar yang didatangi pada sidak yang berlangsung  (21/8), yaitu Pasar Tenguyun, Pasar Beringin dan Pasar Gusher. Diketahui, sidak itu dilakukan lantaran menindaklanjuti instruksi presiden (inpres) Nomor 1 tahun 2007 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Dikatakan, M. Roy Pahlavi selaku Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi BKIPM Tarakan, dalam sidak tersebut pihaknya mengambil beberapa sampel jenis ikan untuk dilakukan pengecekan di laboratorium. Pihaknya ingin memastikan bahwa semua ikan yang dijual di sejumlah pasar memiliki mutu, kualitas dan sangat layak dikonsumsi oleh masyarakat.

“Salah satu poin dalam inpres itu juga adalah mengajak masyarakat memakan ikan atau gemar memakan ikan. Makanya kita harus pastikan layak dikonsumsi,” ungkanya.

Adapun beberapa sampel ikan yang diambil oleh pihaknya yaitu ikan bawal, layang, gulana, sotong dan udang segar. Semua sampel ikan yang diambil akan dibawa ke laboratorium yang berada di Surabaya, guna melakukan pengujian terhadap 7 bahan berbahaya. Di antaranya yaitu organoleptik, pengujian mikrobiologi (TPC /ALT, Coliform, E. colli, salmonella), TVB dan histamin (khusus untuk ikan tongkol, cakalang, layang) dan uji  formalin.

“Dari periodik pertama dan kedua, semua sampel ikan yang kita ambil hasilnya bagus yaitu kategori baik dan layak dikonsumsi,” bebernya.

Selain fokus mengambil sampel ikan yang akan diuji laboratorium, namun dalam sidak kali itu pihaknya sempat menyoroti kebersihan pasar. Pihaknya menilai kebersihan pasar tradisional di Tarakan masih sangat memprihatinkan. Meski dari dua hasil laboratorium menyatakan ikan di Tarakan layak dikonsumsi, namun pihaknya juga tidak bisa membiarkan kondisi kebersihan pasar, yang bisa mempengaruhi kualitas ikan yang dijual.

“Kondisi ini bisa menjadi dampak karena awalnya pasti bersih,” imbuhnya.

Roy menilai, salah satu faktor kondisi pasar ikan yang memprihatinkan, lantaran pembuangan air di meja para pedagang tersumbat. Sehingga air yang digunakan untuk menyiram dan mencuci ikan akan tersumbat, kemudian menghasilkan bau yang tidak enak dicium. Untuk itu, nantinya pihaknya akan memasukkan hal tersebut sebagai catatan dan bisa direkomendasi ke Pemkot Tarakan untuk ditindaklanjuti.

“Nanti kami akan serahkan ke pemkot dan silakan dimasukkan ke program pemerintah kota. Karena di dalam inpres pun ada pemerintah kota dimasukkan, dengan posisinya masing-masing,” imbuhnya.

Kemudian untuk hasil laboratorium terhadap sampel yang diambil, pihaknya memprediksi akan keluar selama dua pekan ke depan. Untuk hasil nantinya, apabila ada kandungan yang berbahaya di dalam sampel ikan tersebut, maka akan menjadi bahan monitoring dan evaluasi bagi pihaknya. Tidak hanya itu, hasilnya juga akan disampaikan ke pemerintah daerah seperti Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Untuk sanksi mungkin tidak ada, karena ini sifatnya monitoring dan evaluasi. Jadi ini sifatnya edukasi. Kalaupun ada kita bisa telusuri, apalagi sudah ada nama-nama ikan ini punya siapa dan dari mana. Dari situ bisa menjadi dasar instansi terkait untuk melakuakn kegiatan selanjutnya,” bebernya.

Sementara itu, Danur salah satu pedagang ikan yang ada di Pasar Gusher mengungkapkan, dirinya sangat tidak keberatan dengan sidak yang sering dilakukan oleh BKIPM. Dirinya juga sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Apalagi ia berpendapat bahwa ikan yang dibeli dari pihak lain, ia sendiri tidak bisa memastikan keadaan ikan tersebut.

“Kita juga beli sama orang lain, jadi ada formalin atau tidak, kita tidak tahu juga. Kalau ada pemeriksaan seperti ini, kita bisa tahu juga dan ikan yang kita jual itu memang layak,” singkatnya. (zar/eza)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 10:44

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:43

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:41

Ujian Nasional Tetap Berjalan Tahun Ini

TARAKAN - Wacana penghapusan ujian nasional (UN) ternyata menuai perhatian…

Minggu, 23 Februari 2020 10:40

Banyak Masyarakat Belum Tahu e-Parking

TARAKAN - Meski telah diterapkan selama dua bulan, namun pelaksanaan…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:21

Irwan Ditugasi Bawa Dukungan Parpol

TARAKAN – Desas-desus H. Irwan Sabri akan mendampingi Dr. H.…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:17

Pipa Gas Bunyu-Tarakan Diserahkan ke Pertamina EP

JAKARTA - Pipa penyalur gas yang membentang dari Bunyu hingga…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:00

Disnaker Gagal di Persidangan

TARAKAN- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tarakan memperkarakan salah satu pengusaha yang…

Jumat, 21 Februari 2020 10:08

Tawarkan Jembatan Bulungan-Tarakan ke Kedutaan Amerika

TARAKAN - Kedutaan Amerika Serikat mengaku tertarik untuk berinvestasi di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers