MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 22 Agustus 2019 11:41
Delapan Paket Multiyears ‘Telan’ Rp 200 Miliar
DIDORONG REALISASINYA: Sheet pile di Teras Nawang yang merupakan salah satu titik proyek multiyears yang dikerjakan DPUPR Bulungan./DOK/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk mengerjakan delapan paket proyek multiyears.

Kepala DPUPR Bulungan, Adriani mengatakan, sesuai dengan target, delapan proyek tahun jamak yang dilaksanakan sejak tahun 2017 di beberapa kecamatan di Bulungan ini akan dapat dituntaskan secara keseluruhan pada tahun 2020. “Salah satu kegiatan yang masih kita dorong realisasinya itu adalah pembangunan sheet pile di empat titik, yaitu di Lebong, Teras Baru, Teras Nawang dan Sabanar Lama,” ujar Adriani kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Rabu (21/8).

Khusus untuk sheet pile itu ‘menelan’ anggaran sebesar Rp 25,66 miliar. Proyek sheet pile ini juga bukan pemindahan dari pembangunan jalan Desa Mangkupadi, Bulungan menuju KM 59, Berau, tapi memang disepakati sejak awal ditetapkan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Sebelumnya, Adriani menyebutkan, dalam waktu dekat ini, pihaknya merencanakan akan melakukan pemanggilan terhadap pelaksana proyek sheet pile di empat titik tersebut. Itu dilakukan mengingat proyek yang seharusnya sudah mulai beroperasi itu hingga saat ini belum menunjukkan progres yang baik. “Itu kita ingin menanyakan apa kendala yang dihadapi pelaksana sehingga pekerjaan itu belum kunjung dilaksanakan,” tutur Adriani.

Dari empat titik yang tergabung dalam satu paket itu, sudah ada satu titik dikerjakan, yakni di Sabanar Lama. Sementara tiga titik lainnya, yakni di Lebong, Teras Baru, dan Teras Nawang hingga saat ini masih belum dikerjakan.

Ia mengatakan, pelaksana kegiatan ini sebelumnya sudah dijanjikan untuk dilakukan percepatan pengerjaan. Tapi, sampai saat ini, belum ada progres di lapangan. Sementara kegiatan ini juga memiliki batas waktu penyelesaian sesuai kontrak kerja.

Khusus untuk yang di Teras Nawang, sebelumnya sempat menunggu hasil kajian dari Universitas Brawijaya, tapi saat ini kajian tersebut sudah selesai dan hasilnya sudah keluar. Artinya, dengan keluarnya hasil kajian itu, pekerjaan sudah harus dilakukan. Adapun dari hasil kajian yang dilakukan Universitas Brawijaya itu, bagian yang mengalami kerusakan pada konstruksi sheet pile harus dibuat ulang. Termasuk mana-mana saja titik yang dinilai rawan dan harus dipancang ulang. “Modelnya juga sudah ditetapkan. Pastinya per ankur atau tie rod sheet pile di Teras Nawang itu dipasangkan per satu meter,” sebutnya.

“Pastinya, dalam melakukan kegiatan, yang harus diperhatikan bukan hanya penyelesaian tepat waktu. Tapi yang tak kalah pentingnya adalah masalah kualitas dari pekerjaan harus menjadi perhatian serius supaya hasilnya bisa maksimal dan memuaskan,” pungkas Adriani. (iwk/fly)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers