MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:31
Krisis Air Makin Dekat, Diprediksi Sisa 4 Hari

Estimasi PDAM Terhadap Embung Binalatung

SUMBER AIR BAKU: Embung Binalatung atau Kampung Satu Skip mulai mengalami kekeringan. Foto diabadikan Selasa (20/8). IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Air baku pada Embung Binalatung atau Kampung Satu Skip menipis. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam dibuat pusing agar pelayanan air bersih tetap berjalan.

Distribusi pun dilakukan bergilir. Pada fasilitas tersebut, PDAM telah merampungkan perbaikan pompa baru. Walau demikian, ia mengakui adanya kekurangan air yang disuplai ke pelanggan.

"Saat ini air kembali berjalan normal di wilayah yang tersuplai air dari Embung Kampung Satu. Tapi kami memohon maaf karena air tidak dapat mengalir dengan intesitas normal karena menipisnya sumber air baku pada Embung Binalatung,"  ujar Plt Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Alam Sudarto saat dikonfirmasi, (20/8).

Pihaknya memprediksi, jika tidak turun hujan maka aliran air hanya mampu bertahan selama 4 hari. PDAM berharap masyarakat memaklumi.

"Kondisi terakhir pinggiran embung sudah mengering dan saat ini kami hanya mengandalkan sedikit air yang berada pada pertengahan embung. Tentu kami berharap adanya hujan, karena kami memprediksi hanya bisa bertahan 4 hari kalau hujan tidak turun," tukasnya.

Aliran air yang keruh yang terdistribusi ke pelanggan, kata dia, lumpur yang tersedot bersama air. Hal itu dikarenakan saat ini permukaan air sudah dekat dengan dasar embung.

"Kalau ada keluhan air keruh, ini karena air pada embung mulai menipis, jadi saat pompa menangkap air, otomatis akan membuat lumpur naik dan masuk ke dalam pompa. Itu sudah disaring dan diproses. Tapi karena warnanya sangat kuat, dan berisiko besar menggunakan bahan kimia berlebihan sehingga air yang disuplai tidak mengalami perubahan warna signifikan," jelasnya.

Odang (26), warga RT 13 Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah mengaku distribusi air belum normal. Ia menegaskan hingga saat ini aliran air masih putus-putus. Sehingga dengan kondisi tersebut, sulit menjalankan aktivitas sehari-hari seperti mencuci.

"Tidak benar kalau nyala terus, ini sekarang mati. Kalau tadi pagi sudah nyala. Terus mengalirnya juga kecil. Jadi, bak tidak sempat penuh airnya mati lagi," tukasnya.

Sementara itu, Ridwansyah (24), warga Kelurahan Gunung Lingkas menerangkan, meski air sudah mengalir, namun air keruh membuatnya merasa tidak nyaman untuk menggunakan air tersebut. Sehingga, untuk menggunakannya secara normal, ia harus mengendapkan air selama beberapa jam lebih dulu.

"Mengalir sejak kemarin (Senin). Tapi airnya ini sangat keruh, jadi saya tidak nyaman memakainya. Mau tidak mau, saya harus mengendapkan di ember supaya airnya bisa dipakai mandi," imbuhnya.

PDAM juga memanfaatkan aliran sungai di sekitar embung untuk diproses airnya.

Kondisi menipisnya air baku di embung, PDAM juga melakukan pengurangan aliran air yang disuplai ke masyarakat sebesar 50 persen. Ia menerangkan, wilayah yang mengalami penghentian aliran air secara bergilir melingkupi wilayah yang menerima suplai air dari Embung Binalatung. Di antaranya, Kelurahan Kampung Satu Skip, Gunung Lingkas, Pamusian, Sebengkok, Kampung Empat dan Kampung Enam.

"Saat ini kami sedang berupaya agar tetap memaksimalkan tangkapan air. Wilayah yang terkena dampak penghentian bergilir ini mencakup wilayah yamg menerima aliran air dari waduk Binalatung seperti wilayah Tarakan Tengah dan sebagian Tarakan Timur," tuturnya.

Ia berharap dengan kurang maksimalnya pelayanan tersebut, masyarakat dapat memaklumi mengingat pihaknya hanya mengharapkan bertambahnya pasokan air dari intensitas hujan.

Rudi Hartono, warga lain di Tarakan Tengah mengeluhkan aliran air yang semakin membingungkan pelanggan.

"Ini air sekarang mati. Memang malam jalan tapi jalannya kecil. Selain itu airnya keruh juga. Sudah seminggu tidak mencuci, mana bisa air sedikit begitu dipakai mencuci. Mana warnanya keruh juga," ujarnya, Senin (19/8).

Lanjutnya, aliran air telah terjadi sejak Senin dini hari. Meski demikian, hanya beberapa jam saja. Sehingga, ia tidak dapat menampung air dengan jumlah yang banyak.

"Sebelumnya sampai 4 hari tidak jalan, baru menyala tadi malam. Itu saya bela-belain begadang untuk jaga air, itu pun cuma dapat 2 ember. Soalnya kecil sekali mengalirnya," terangnya.

Senada, Tamam (30) warga RT 13 Kelurahan Pamusian mengaku juga mengeluhkan aliran air. Meski demikian, ia tetap bersyukur masih bisa memanfaatkan air tersebut untuk mandi dan buang air.

Mengingat sebelumnya, ia mengaku harus menumpang ke rumah kerabat untuk mandi.

"Iya nyala tapi airnya kecil. Tidak apa-apalah, yang penting bisa untuk mandi dan buang air. Karena kemarin susah betul, mau buang air saja susah apalagi mandi," terangnya.

Meski demikian, ia mengaku hingga saat ini tidak dapat melakukan aktivitas mencuci karena air terbatas. Sehingga untuk saat ini ia hanya menggunakan jasa pencucian untuk membersihkan pakaian sehari-hari.

"Mau bagaimana lagi sudah seminggu laundry baju. Daripada baju kerja tidak dicuci. Saya berharap semoga PDAM bisa memperbaiki pelayanannya lah. Karena masyarakat kan membayar normal jadi pelayanan juga mesti normal. Kalau alasannya kemarau saya pikir masyarakat tidak mau tahu soal itu. Mereka juga kan tidak mau tahu, kalau kita belum gajian. Kalau waktunya bayar yang mereka tahu masyarakat harus bayar," tukasnya. (*/zac/lim)

 


BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 10:44

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:43

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:41

Ujian Nasional Tetap Berjalan Tahun Ini

TARAKAN - Wacana penghapusan ujian nasional (UN) ternyata menuai perhatian…

Minggu, 23 Februari 2020 10:40

Banyak Masyarakat Belum Tahu e-Parking

TARAKAN - Meski telah diterapkan selama dua bulan, namun pelaksanaan…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:21

Irwan Ditugasi Bawa Dukungan Parpol

TARAKAN – Desas-desus H. Irwan Sabri akan mendampingi Dr. H.…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:17

Pipa Gas Bunyu-Tarakan Diserahkan ke Pertamina EP

JAKARTA - Pipa penyalur gas yang membentang dari Bunyu hingga…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:00

Disnaker Gagal di Persidangan

TARAKAN- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tarakan memperkarakan salah satu pengusaha yang…

Jumat, 21 Februari 2020 10:08

Tawarkan Jembatan Bulungan-Tarakan ke Kedutaan Amerika

TARAKAN - Kedutaan Amerika Serikat mengaku tertarik untuk berinvestasi di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers