MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:09
Daya Berkurang Hingga 2,5 MW, Listrik Bakal Mati-Mati Lagi
BUTUH SOLUSI: Mesin PLTD yang sering mengalami kerusakan, membuat para pelanggan PT PLN Rayon Nunukan mengeluh. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan, kembali melakukan pemadaman bergilir, akibat terjadi gangguan mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Sei Limau dan juga PLTD Sei Bilal. Sehingga daya berkurang mencapai 2,5 megawatt (MW).

Manajer PT PLN Rayon Nunukan Fajar Setiadi mengatakan, dari gangguan unit 1 mesin di PLTD Sei Limau serta sistem mesin 2 Mistsubshi PLTD Sei Bilal ikut mengalami gangguan, terjadi pengurangan daya, sehingga pihaknya memberlakukan sistem mengkatifkan listrik secara bergilir. “Daya mampu yang dibutuhkan mencapai 10,5 MW, sedangkan saat ini berkurang 1,5 MW bahkan mencapai jika malam hari mampu mencapai 2,5 MW,” katanya.

Dirinya pun menjelaskan dalam sistem kelistrikan, tidak dapat normal sesuai keinginan pelanggan. Sebab mesin pembangkit tetap saja membutuhkan pemeliharaan. “Jika dilakukan pemeliharaan tentu kondisi daya kurang stabil,” ungkapnya.

Saat ini, di PLTD Sei Bilal memiliki delapan unit pembangkit listrik, di PLTD Sebatik sebanyak tiga unit. Selebihnya ada empat unit di PLTMG Sebaung. Sehingga total mesin yang beroperasi untuk melayani listrik di Nunukan sebanyak 15 unit mesin PLTMG dan PLTD.

Pihak PLN sendiri menargetkan pemadaman bergilir berlangsung hingga 27 Agustus mendatang. “Namun jika ada perubahan tentu listrik akan segera normal seperti biasa,” jelas Fajar.

Kondisi pemadaman bergilir inipun dikeluhkan warga. Seperti yang diungkapkan Murni, warga Nunukan Timur yang menjadi pelanggan PLN. “Ada lagi pemadaman bergilir, sepertinya PLN kehabisan solusi menangani permasalahan listrik di Nunukan ini,” kata Murni dengan nada lantang.

Menurutnya, dengan kondisi listrik yang tidak memiliki solusi, maka perlu ada pembenahan secara total. Karena jika kondisi ini terus berlanjut, banyak merugikan pelaku usaha. “Saya ini menjual token listrik, tentu membutuhkan listrik. Jika listrik padam, maka usaha tidak berjalan. Begitu pula dengan usaha lainnya yang sangat bergantung dengan listrik,” ungkapnya. (nal/ash)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 14:36

H Danni Yakin Dapat Rekomendasi Demokrat

NUNUKAN – Meski Partai Demokrat belum memutuskan siapa kader yang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:34

Jelang Ramadan, Kuras Seluruh IPA PDAM

NUNUKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan kembali melakukan…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:28

Warga Diimbau Hemat dan Tampung Air

NUNUKAN – Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan mengimbau…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:23

Nelayan Rumput Laut Diminta Jaga Kualitas

NUNUKAN – Pembudidaya rumput laut harus menjaga kualitas. Ini demi…

Selasa, 18 Februari 2020 10:59

Embung Kering, Warga Keluhkan Tak Dapat Air

NUNUKAN – Dampak keringnya Embung Bolong milik Perusahaan Daerah Air…

Senin, 17 Februari 2020 06:41

Hendak Balap Liar, Belasan Oknum Pelajar Diamankan

NUNUKAN — Setidaknya ada belasan oknum pelajar beserta motor yang…

Jumat, 14 Februari 2020 11:08

Pekerja Migran di Malaysia Dibunuh Suami, Tewas dengan 13 Tusukan

NUNUKAN – Seorang wanita pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia,…

Senin, 10 Februari 2020 15:08

Dua Atlet Nunukan Lolos ke PON Papua

NUNUKAN – Dua atlet asal Nunukan dipastikan mewakili Kaltara bersama…

Senin, 10 Februari 2020 15:08

Dampak Corona, Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sepertinya dampak virus corona merambat ke semua sektor…

Jumat, 31 Januari 2020 11:23

Mulai Cemas, Orang Tua Minta Anaknya Dievakuasi

NUNUKAN – Dengan terus terjadinya pencemaran virus corona di Tiongkok,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers