MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 19 Agustus 2019 12:38
Janji Digelar sebagai Wisata Tahunan

Pawai Pembangunan 2019 Berjalan Sukses

MENYITA PERHATIAN: Gabungan komunitas di Tarakan mengejutkan penonton dengan mengarak bendera sepanjang 220 meter, kemarin (18/8). IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Akhirnya rindu masyarakat terobati dengan pawai pembangunan 2019 yang digelar pada Minggu (18/8). Dalam catatan kepanitian lebih dari 20 ribuan warga terlibat dalam kegiatan sebagai peserta tahun ini. Dari peserta pejalan kaki, sepeda motor hias, sepeda hias, mobil hias hingga marching band.

Beragam kreativitas yang ditampilan para peserta pawai pembangunan, dengan tema kerja bersama, bangun bersama. Mulai hiasan dan properti kendaraan, pernak-pernik seragam dan kostum peserta pejalan kaki hingga keunikan budaya ditampilkan.

Pawai pembangunan dibuka oleh Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M. Kes tepat pukul 09.55 Wita. Sontak, sepanjang jalan protokol yang dilalui peserta pawai, diikuti dengan antusias para penonton yang menyaksikan.

Tak hanya berlenggak lenggok. Namun penampilan para peserta ini juga dinilai oleh para juri. Yaitu, Seniman Tarakan Khusni, Dinas Pariwisata Ibnu dan Radar Tarakan Krishna.

Ada enam kategori yaitu kelompok SD/MI dan SMP/MTS. Kemudian kelompok SMA/SMK/Ma, mahasiswa dan umum. Ada pula kelompok sepeda hias, kelompok motor hias, kelompok mobil hias dan kelompok drum band.

Lantas, dari ratusan tim dan belasan ribu peserta, penampilan seperti apa yang terekam jelas diingatan para juri ini?

Salah seorang perwakilan juri, Krishna mengatakan dengan konsep yang kreatif seperti tampilan baju daerah mampu mencuri hatinya. Penampilan lainnya, seperti membuat replika dari apa yang mewakili tema timnya, tentu dilihat dari tingkat kesulitan pembuatannya.

“Kalau dilihat sekilas, itu buatnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tapi karya yang dihasilkan perfect. Dari perkumpulan budaya daerah, kita makin tahu bahwa Tarakan ini sangat beragam tapi bisa damai. Gambaran daerah-daerah di mobil hias juga ternyata banyak, lebih berwarna dilihat,” bebernya.

Ada 4 item penilaian. Yaitu dari sisi penampilan seperti keserasian, kesesuaian tema, tidak mengarah pada pornografi. Kemudian kreativitas, semangat serta properti.

Dijelaskannya, properti ini menjadi pertimbangan tersendiri dalam penilaian. Dari properti ini menjadi gambaran persiapan yang dilakukan peserta.

“Jadi yang persiapannya maksimal dan membutuhkan ketelitian yang tinggi, ada penilaiannya. Properti yang ditampilkan juga salah satu poin yang dinilai. Seperti sepeda hias, kita melihat properti dan keserasiannya,” bebernya.

Nah, bagaimana pula dengan marching band? Sebelumnya ia menjelaskan, dalam satu sekolah ada yang menampilkan dua item. Selain membawa nama sekolah, sekaligus menampilkan marching band. Meski satu nama sekolah, namun kategori yang dinilai pun masing-masing. Yakni kategori sekolah dan performance marching band.

“Jadi marching band­-nya akan dinilai dengan marching band lainnya, dan kategori sekolahnya pun dinilai tersendiri,” katanya.

Ia berterus terang, dengan durasi waktu hanya 1 menit sebenarnya kurang maksimal untuk menampilkan. Namun sekilas melihat tampilan dan persiapan peserta, dapat dinilai oleh para juri.

“Sebenarnya waktu yang diberikan kurang maksimal. Tapi persiapan yang kurang maksimal, juga kelihatan. Peralatan yang paling lengkap siapa, komposisi yang dibawakan bagaimana, meskipun sekilas kita lihat tapi kita bisa menilai  yang mana maksimal,” imbuhnya.

Selain dari penampilan, adapula peserta yang paling berkesan. Ya, peserta terbanyak dari Universitas Borneo Tarakan (UBT), yang menurunkan langsung mahasiswa, beserta dosen sekaligus memboyong rektor dan wakil rektornya, dengan total 2.500 orang.

“Kemudian peserta yang paling banyak dari UBT, meski kita tidak menghitung semuanya tapi dilihat sekilas memang dari panjang dan lebarnya barisan terlihat. Ini juga kreatif mereka,” pujinya.

Dari sekolah lainnya pun tak tanggung-tanggung menurunkan siswa siswinya dari 200 orang, 400 orang bahkan ada yang mencapai 500 orang. Kemudian kirab bendera sepanjang 220 meter, ini pun menjadi penilaian tersendiri bagi para juri.

“Dari sisi propertinya mereka persiapannya pasti membutuhkan waktu yang lama, dan itu kita hargai sekali. Sekolah-sekolah juga banyak, kemungkinan sudah lama tidak pawai. Sekaligus memeriahkan 17 Agustus dengan segala kreativitas mereka, tentu kita hargai,” katanya.

Nah, hasil penilaian ini mencari peserta  terbaik 1 sampai 3 untuk masing-masing kategori. Kemudian the best performance marching band.

Ia mengatakan penialain ini bukan mencari juara, tetapi memberikan penghargaan untuk penampilan yang luar biasa dari tingkat kreativitas dan kesulitannya.

“Kita enggak mencari juara 1, 2 dan 3 tapi kita memberikan penghargaan kepada mereka yang betul-betul persiapannya maksimal untuk ikut pawai. Untuk hasilnya, kita akan ada diskusi akhir untuk menentukan yang paling terbaik,” tutupnya.

Nah, pengumuman ini akan diumumkan saat malam syukuran Sabtu (24/8).

Syarif Usman, warga yang menyaksikan pawai pembangunan sudah lama menantikan event akbar tersebut. Pasalnya, melalui kegiatan pawai pembangunan, masyarakat dapat mengetahui pembangunan apa saja yang sudah ada di Kota Tarakan.

“Ini spektakuler banget. Aku sampai antusias banget, bangun pagi hanya untuk nonton pawai ini. Jujur, saya menunggu hari pawainya. Bisa melihat langsung apa aja sih yang ada di Tarakan sekarang ini,” ucapnya.

Meski panas, Syarif mengaku tetap antusias, bak panasnya matahari, semangat Syarif pun tiada berakhir. Syarif merasa wajib menonton pawai kali ini. Sang pujaan hati juga turut tampil dalam barisan peserta pawai dengan menampilkan tarian. “Kelompok yang paling heboh itu dari UBT, karena dipimpin sama rektornya langsung. Meskipun hambur-hamburan barisannya, tapi ini paling semangat. Keren deh,” ujarnya.

Apresiasi besar pun dihaturkan Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, kepada Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Tarakan dan Radar Tarakan serta seluruh unit kerja terkait, atas suksesnya pawai pembangunan 2019.

Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, terlaksananya pawai pembangunan atas kekompakan masyarakat Kota Tarakan dan panitia yang sudah bekerja keras sejak jauh-jauh hari.

“Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada PHBN dan seluruh jajaran PHBN yang sudah melaksanakan rangkaian kegiatan. Lebih khusus saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Radar Tarakan Group yang sudah menjadi event organizer, khususnya kegiatan pawai pembangunan ini,” ujarnya di hadapan peserta dan penonton yang menyemut di Jalan Pulau Sumatera.

Menurut Khairul, pawai pembangunan diadakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-74 RI dan HUT ke-18 Radar Tarakan, atas saran dan masukan dari masyarakat. Saran berdatangan beberapa bulan sebelum masuknya Agustus.

Pawai pembangunan terakhir kali digelar pada 2007 lalu. Dan pada tahun 2020 pawai pembangunan akan digelar lebih meriah.

“Bahkan kami akan menjadikan pawai pembangunan sebagai event budaya dan wisata. Ke depannya nanti akan ada kegiatan yang bisa membuat Kota Tarakan menjadi hidup sepanjang tahun. Ada event yang akan dibuat dan diumumkan secara nasional. Kalau bisa setiap hari ada event di Tarakan ini supaya orang mau datang ke sini, karena kalau sepi tidak ada orang mau datang, karena Tarakan cuma tempat pengeboran minyak,” katanya berseloroh.

Dikatakan Khairul, di 2019 ini bersama perbankan di bawah koordinasi Bank Indonesia, pihaknya akan mewujudkan satu pusat kuliner baru yang berada di kawasan Jalan Gadjah Mada, Tarakan Barat, tepar di depan Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB).

“Jadi nanti ada satu tempat nongkrong, sambil makan sambil dengar musik,” ungkapnya.

Di tahun 2019 ini pula, pihaknya berencana untuk menggarap kawasan Pantai Amal dengan menciptakan kawasan pantai yang bersih dan rapi sehingga dapat dijadikan destinasi wisata. Kawasan itu juga akan dilengkapi dengan wahana water boom.

“Mohon dukungan dari masyarakat, kami akan buat Tarakan jadi lebih meriah supaya kita tidak terus dirundung kesedihan. Walaupun tidak ada uang, yang penting happy,” pungkasnya.

General Manager Radar Tarakan, Anthon Joy Ferries Nahampun mengatakan, 12 tahun pawai pembangunan tidak laksanakan, peserta pawai 2019 ini sangat luar biasa.

Peserta jalan kaki mencapai belasan ribu orang, dan peserta di dalam mobil hias mencapai 1.041 orang. Belum lagi 346 unit motor hias, dan 145 unit sepeda hias.

“Pawai pembangunan ini kerja bersama PHBN Tarakan. Sudah 12 tahun tidak dilaksanakan, ketika kami diskusikan dan disambut baik oleh Bapak Wali Kota Tarakan. Peserta pawai juga sangat luar biasa,” ucapnya saat menyampaikan sambutan.

 

WAJIB JADI IKON TARAKAN

Masyarakat Kota Tarakan benar-benar antusias menyaksikan pawai pembangunan, kemarin (18/8). Tidak hanya warga Kota Tarakan saja yang menikmati kemeriahannya. Pun warga dari kabupaten lain seperti Bulungan.

Maryam (37) datang dari Bulungan untuk menyaksikan kemeriahan pawai pembangunan bersama dua anaknya. Dalam memorinya terakhir kali pawai pembangunan itu digelar pada 2007 lalu saat masih menetap di Tarakan. “Pastinya saya sengaja dengan dua orang anak saya datang ke Tarakan untuk menyaksikan pawai pembangunan. Mungkin kegiatan ini bisa jadi agenda tahunan yang menjadi ikon Kota Tarakan. Sehingga makin banyak hiburan masyarakat tidak hanya di Tarakan saja, sebagian daerah juga bisa menikmati pawai tahunan ini,” pinta Maryam.

Maryam mengapresiasi, namun menitipkan beberapa evaluasi bagi penyelenggara. “Sebenarnya kalau semua iring-iringan pawai tidak terputus-putus amat sangat baik, karena para warga termasuk saya juga banyak yang menunggu sejak pagi. Kasihan juga warga yang jauh-jauh datang, tentunya kalau bisa pesertanya lebih diperbanyak jika tahun 2020 dilaksanakan kembali. Pastinya saya akan menyempatkan waktu selagi jadi wahana hiburan bisa menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat,” tutur Maryam yang pengusaha ini.

Tidak hanya Maryam yang berasal dari luar daerah. Misalnya Ardin (43) asal Surabaya, Jawa Timur sembari cuti bekerja, ia yang sedang berada di Tarakan karena urusan keluarga berharap ini menjadi ikon. “Acara ramai yah. Saya sendiri melihat dari pagi warga sudah banyak yang bawa tikar di jalan dengan keluarga seperti piknik. Saya rasa ini wajib menjadi agenda tahunan di Tarakan untuk meningkatkan solidaritas antarwarga Kota Tarakan. Saya sangat antusias saat melihat pawai seramai ini bahkan semua warga senang,” tambahnya.

 

BENDERA 220 METER DIBENTANGKAN

Di antara peserta, bendera sepanjang 220 meter yang diarak sejumlah komunitas turut menyita perhatian. Ketua OI Tarakan Che Ageng mengungkapkan pihaknya  mengangkat tema nasionalisme, konsep tersebut merupakan simbol keragaman yang ada di Tarakan. Meski berbeda suku dan agama, tetapi tetap satu di bawah kirab bendera merah putih. “Konsep yang kami bawa menggambarkan Bhinneka Tunggal Ika, beda suku, agama dan penampilan tapi kita tetap bersatu. Tetap berada di bawah bendera merah putih,” tukasnya.

Selain itu, kelompok yang tergabung pada beberapa komunitas dan organisasi ini, juga menggandeng beberapa gudep pramuka dari beberapa sekolah untuk mengarak bendera panjang tersebut. Ia menerangkan, setidaknya pihaknya telah mempersiapkan bendera tersebut sebulan sebelumnya.

“Tadi kami juga menggandeng gudep SMA Negeri 2, dan beberapa organisasi perguruan tinggi maupun ormas. Seperti Ansor, GMKI, Ikatan Pecinta Alam, Tempoe Doeloe, FKUB Muda masih banyak lagi. Bendera itu kami sambung selama 1 bulan yang kami kerjakan bersama-sama,” terangnya.

Banyaknya apresiasi dari masyarakat Tarakan, membuatnya cukup bangga atas usaha yang ditampilkan dalam semarak pawai pembangunan tersebut. Pria yang akrab disapa Bang Che tersebut mengucapkan banyak terima kasih kepada organisasi, ormas, dan gudep telah terlibat dalam bekerja sama membawa bendera panjang tersebut.

“Tentu sangat senang mendapatkan apresiasi positif masyarakat, dengan apresiasi ini cukup terbayarkan dengan usaha yang kami lakukan selama ini. Semoga ke depannya kami dapat menampilkan konsep yang unik lagi untuk menghibur masyarakat Tarakan,” imbuhnya. (shy/*/one/puu/*/zac/lim)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 15 September 2019 01:06

Maklumat Kapolda, Bakar Lahan Terancam Pasal Berlapis

KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) telah mengeluarkan maklumat…

Minggu, 15 September 2019 01:00

APA MAKSUD INI...?? Beredar Spanduk Mantan Bupati Enrekang, Mau Maju Pilgub Kaltara?

 TOKOH lain yang juga menjadi pembicaraan di tengah masyarakat adalah…

Sabtu, 14 September 2019 09:58

Kaltara Juga Diselimuti Kabut Asap, Titik Api Terbanyak di Bulungan

DAMPAK kebakaran lahan yang terjadi di beberapa wilayah hingga ke…

Sabtu, 14 September 2019 09:29

Berawal dari Patungan, hingga Sukses Mencapai Omzet Rp 30 Juta

Roda kehidupan benar adanya. Terkadang status manusia di titik terendah,…

Sabtu, 14 September 2019 09:05

Bagan Roboh, Yunus Ditemukan Selamat, Satu Orang Hilang

TARAKAN - Salah satu warga Pantai Amal yaitu Irhandayani (33)…

Sabtu, 14 September 2019 08:23

Fokus Peningkatan Kebutuhan Dasar Masyarakat

Partai Besutan Megawati Soekarno Putri Presiden ke-5 Repulik Indonesia mencatatkan…

Jumat, 13 September 2019 14:29

Pesan Wakil Ketua BPK, Fasilitas Baru Dipelihara

TARAKAN - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) …

Jumat, 13 September 2019 12:05

Warga Amal Butuh Bak Sampah

TARAKAN - Belum tersentuhnya program Sampah Semesta di RT 14…

Jumat, 13 September 2019 11:34

Kantor BPK Diresmikan, Bupati Ucapkan Selamat

TARAKAN – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si turut hadir…

Jumat, 13 September 2019 11:11

Undunsyah Optimistis Maju di Pilgub

TARAKAN – Bupati Tana Tidung Dr. H. Undunsyah, M.Si, memastikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*