MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 19 Agustus 2019 12:24
Di Metun Sajau, Peserta Upacara Gunakan Pakaian Adat

Cara Warga Memperingati HUT ke-74 RI (Bagian 2)

PAKAIAN ADAT: Petugas pengibar bendera diiringi peserta upacara HUT ke-74 RI saat masuk ke lapangan upacara pada 17 Agustus lalu. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Upacara peringatan HUT ke-74 RI pada 17 Agustus lalu tidak hanya digelar di Tanjung Selor sebagai Ibu Kota Provinsi Kaltara. Tapi juga di sejumlah kecamatan hingga desa yang ada di Kabupaten Bulungan. Salah satunya di Desa Metun Sajau. Uniknya desa ini punya cara sendiri dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia dan caranya sama yang dilakukan di Istana Negara.

PIJAI PASARIJA

DESA Metun Sajau berada di Kecamatan Tanjung Palas Timur merupakan satu dari 74 desa yang berada di Bumi Tenguyun, sebutan lain Kabupaten Bulungan. Jarak tempuh desa ini dari Ibu Kota Kabupaten Bulungan, Tanjung Selor hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Tapi jika jalan mulus.

Namun sayang sejak beberapa tahun terakhir, beberapa titik ruas jalan menuju desa yang dinobatkan sebagai Desa Wisata Budaya sejak 2016 oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia itu rusak parah.

Sehingga untuk melaluinya pengendara harus berhati-hati dengan memperlambat kendaraan. Waktu tempuh yang seharusnya sekira 40 menit menjadi sekitar 1 jam lebih untuk sampai ke desa yang bertetangga dengan Desa Wonomulyo itu.

Itu juga yang dirasakan pewarta Radar Kaltara ketika ingin melihat langsung upacara yang digelar di lapangan sepak bola desa yang berpenduduk sekitar 1.600 jiwa tersebut. Beruntung pada saat tiba di lokasi upacara, detik-detik proklamasi yang dilaksanakan sekira pukul 10.00 WITA belum digelar karena pewarta tiba lebih awal satu jam.

Sehingga pewarta sempat mengabadikan momen upacara yang unik, berbeda dengan upacara HUT RI di kebanyakan tempat. Karena, di desa yang terdapat 12 rukun tetangga (RT) ini pemerintah desanya menggelar upacara dengan mewajibkan semua peserta menggunakan pakaian adat termasuk petugas pengibar bendera. Hampir sama dengan yang digelar di Istana Negara, peserta upacara juga mengenakan pakaian adat termasuk Presiden Joko Widodo yang memakai pakaian adat NTT.

Tidak hanya itu, saat masuk ke lapangan upacara sembilan petugas pengibar bendera dari SMPN 1 Tanjung Palas Timur diiring musik kulitang (alat musik tradisional suku Dayak). Begitu juga dengan peserta upacara dari kelompok masyarakat. Dengan menggunakan baju adat masuk ke lapangan upacara sembari menari gerak sama menuju lokasi barisan yang telah ditentukan.

Kelompok wanita terdiri dari remaja dan ibu-ibu dengan menggunakan tiga macam corak pakaian adat. Untuk remaja baju adat berwana hitam dihiasi manik-manik sehingga memancarkan cahaya di tengah teriknya matahari pada saat itu. Sementara untuk wanita dewasa atau ibu-ibu menggunakan baju adat tanpa motif dengan warna mencolok, lengkap dengan topi khas dayak yang biasa disebut seraung.

Sementara peserta pria dengan pakaian adat lengkap dengan tombak, mandau dan perisai satu per satu masuk ke lapangan upacara sembari menari gerak sama. Sekali-sekali mengeluarkan teriakan, yang terkadang menggagetkan pewarta. Tombak, mandau, dan perisai akan tetap dipegang hingga selesai upacara. Upacara ini juga diikuti pelajar dan PNS.

Tepat pukul 10.00 WITA upacara HUT RI pun dimulai. Diawali dengan detik-detik proklamasi, komandan upacara Sersan Dua (Serda) Baco Adri mengendalikan peserta upacara. Tidak ketinggalan, Baco Adri yang sehari-harinya sebagai Babinsa di desa yang mayoritas dihuni Dayak Kenyah Bakung juga menggunakan pakai adat dayak, meski hanya topi.

Petugas pengibar bendera sukses menaikan bendera di tiang kayu ukiran yang berada di depan Kepala Desa Metun Sajau Reptoser Njau yang pada saat itu mejadi inspektur upacara,.

Usai upacara, Reptoser Njau menjelaskan, penggunaan baju adat saat upacara HUT RI sudah rutin dilaksanakan sejak tiga tahun terakhir. Ini dilakukan karena Desa Metun Sajau sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata Budaya. Karena itu mau tidak mau, pemerintah desa harus berusaha agar setiap kegiatan nasional maupun daerah identik dengan budaya lokal. Salah satunya upacara HUT ke-74 RI ini.

“Sebenarnya kita berharap semua peserta upacara menggunakan pakaian adat, karena ada keterbatasan, jadi hanya sebagian saja yang menggunakan,” jelasnya.

Sehingga banyak warga yang tidak bisa mengikuti upacara di tengah lapangan. Meski begitu masih bisa mengikuti upacara dari pinggir lapangan. Sebab dari pemerintah desa sudah menginformasikan agar masyarakat mengikuti upacara.

Ke depan, Kades berharap dapat membangun satu pendopo lagi di lapangan sepak bola. Agar orang-orang tua yang sudah tidak kuat berdiri tetap dapat mengikuti upacara. “Biar yang muda-muda di lapangan saja,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan HUT RI di Metun Sajau tidak hanya upacara tapi juga ada beberapa kegiatan lomba yang dilaksanakan sebelumnya. Di antaranya pertandingan sepak bola, bola voli, bulu tangkis, panjat pinang dan lainnya.

Upacara dengan menggunakan pakaian adat bukan satu-satunya agenda rutin yang erat kaitannya dengan budaya, tapi juga ada kegiatan pesta panen. Pesta panen merupakan acara syukuran pasca panen. Banyak acara yang digelar, salah satunya kesenian daerah. Terutama tari-tarian tradisional, seperti tari gerak sama, tari tunggal maupun lainnya.

Acara pesta panen ini dilaksanakan setiap bulan Mei. Untuk menyempurnakan sebagai Desa Wisata Budaya, belum lama ini pemerintah desa meresmikan wahana permainan tradisional seperti menyumpit dan gasing. (***/eza)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 14 September 2019 08:49

Hoaks Masih Menjadi Atensi KPU

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan, tak…

Sabtu, 14 September 2019 08:44

Harga Turun, Loh Kok ...Pedagang Ayam Protes

TANJUNG SELOR – Penurunan harga yang dilakukan peternak (inti) Paguntaka…

Sabtu, 14 September 2019 08:36

Hari Ini Jemaah Haji Kaltara Tiba di Balikpapan

TANJUNG SELOR – Jumat (13/9), jemaah haji asal Kabupaten Bulungan…

Sabtu, 14 September 2019 08:27

Polda Minta Dukungan Legislatif

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda ) Kaltara berharap pembangunan…

Jumat, 13 September 2019 13:38

PAD Pelabuhan Tengkayu II Terus Meningkat

TANJUNG SELOR – Pembenahan secara fisik maupun administrasi Pelabuhan Tengkayu…

Jumat, 13 September 2019 13:34

Dua Kapal Pelra Tiba di Kaltara

TANJUNG SELOR – Dua dari tiga unit kapal pelayaran rakyat…

Jumat, 13 September 2019 12:32

Ditinggal Pemiliknya, Rumah Ludes

TANJUNG SELOR – Satu rumah di Jalan Sabanar Lama Kecamatan…

Jumat, 13 September 2019 12:23

Tiga Hari, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan

TANJUNG SELOR –Menindaklanjuti surat Kementerian Sekretaris Negara, sejumlah masyarakat di…

Jumat, 13 September 2019 12:15

Berharap Kinerja BPK Lebih Baik Lagi

TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten…

Jumat, 13 September 2019 11:19

Butuh Rp 12 M untuk Perbaikan Jalan Salimbatu

TANJUNG SELOR - Tahun ini melalui anggaran pendapatan dan belanja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*