MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 19 Agustus 2019 11:17
Upacara di Sekolah Tapal Batas hingga Bungker PD II
Anak Tapal Batas Semangat Ikuti Upacara
KIBARKAN: Siswa Sekolah Tapal Batas semangat melakukan pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka meramaikan HUT ke-74 RI. ENAL/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Ragam kegiatan memaknai Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Radar Tarakan menghimpun kegiatan dari sejumlah daerah, detik-detik peringatan Proklamasi itu.

 

---

 

DI Nunukan, Sekolah Tapal Batas menggelar upacara pengibaran bendera merah putih, Sabtu (17/8). Sekolah yang berdiri sejak 2014 itu telah memiliki ratusan siswa yang mayoritas dari Begosong Sebatik, Malaysia.

Sekolah Tapal Batas di Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, menerapkan tiga program pendidikan, pendidikan anak usia dini (PAUD), madrasah ibtidaiah dan madrasah diniah.

Mayoritas pelajar di sekolah tapal batas adalah anak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Sebatik, Malaysia. Sekolah Tapal Batas yang bernaung di Yayasan Ar Rasyid, menerapkan dua sistem pembelajaran pagi dan sore. Pelajar yang mayoritas tinggal di Begosong Sebatik Malaysia, harus berjalan kaki sekitar 1,5 jam untuk tiba di sekolah.

Sekolah Tapal Batas ini memang belum sepenuhnya mandiri. Adalah Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan yang memberi pendampingan. “Alhamdulillahsaya benar-benar merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan,” kata Hj. Suraidah, kepala Sekolah Tapal Batas, (17/8).

Field Manager PT Pertamina EP Asset 5 Tarakan Agung Wibowo mengatakan, dalam pengelolaan minyak dan gas bumi di Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan  pihaknya berkomitmen menopang kebutuhan energi bangsa. Sementara Sekolah Tapal Batas, dan segala kegiatan yang didukung pihaknya sebagai bentuk komitmen untuk berperan dalam kehidupan masyarakat social.

Sejak 2015, Pertamina telah menjadi mitra aktif di Sekolah Tapal Batas. Berada di garis perbatasan Indonesia, maka perlu didorong kuat bagi anak perbatasan mendapatkan pendidikan yang layak.

Adalah sebuah kemajuan positif jika kelak dapat melahirkan insan penerus bangsa demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam rentan waktu 5 tahun saling berkoordinasi dengan pihak pengelola Sekolah Tapal Batas. “Kepada siswa Sekolah Tapal Batas, jangan pernah takut untuk bercita-cita lebih tinggi dan terus menjadi insan yang baik untuk orang tua dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

 

UPACARA DI BUNGKER

Setiap warga negara berhak memaknai kemerdekaan dengan caranya. Baik di lapangan terbuka, di titik terdepan perbatasan, daerah terisolir hingga tempat tak biasa.

Misalnya yang dilakukan salah satu komunitas di Tarakan, menggelar upacara bendera di sebuah lokasi bungker peninggalan Perang Dunia (PD) II.

Di bawah rimbunnya pepohonan serta kokohnya bungker sekumpulan pemuda demikian bersemangat menggelar upacara. Ketua Komunitas Orang Indonesia (OI) Che Ageng mengatakan, ia dan rekan-rekan sengaja memilih upacara pada objek sejarah untuk turut merasakan berada di tempat yang mana dulunya merupakan lokasi pertempuran.

"Teman-teman dari beberapa organisasi dan komunitas kami melaksanakan upacara detik-detik Proklamasi yang ke-74. Kenapa kami memilih tempat ini, karena tempat ini merupakan salah satu aset sejarah, yang merupakan saksi sejarah perjalanan kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya, kemarin (17/8).

“Setiap tahunnya alhamdulillah kami melaksanakan detik-detik Proklamasi di tempat yang berbeda. Sebenarnya tidak ada alasan khusus karena semua lokasi objek sejarah memiliki nilai historisnya sendiri," ujarnya.

Dalam upacara ala kadarnya tersebut, dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari beberapa kelompok komunitas. Diketahui, setiap tahunnya komunitas tersebut memilih objek sejarah untuk merayakan momentum kemerdekaan.

Memilih konsep objek sejarah, kumpulan anak muda tersebut ingin menunjukan jika saat ini masih terdapat generasi penerus yang peduli terhadap aset sejarah bangsa.

"Setiap tahunnya, teman-teman memfokuskan tempat-tempat yang mempunyai nilai historis sejarah," tuturnya. Mereka beranggapan, dengan menjaga aset sejarah, maka mereka dapat menyelamatkan identitas bangsa yang saat ini kian terkikis. Menurutnya, meski peninggalan tersebut merupakan warisan penjajah, namun dari objek itulah yang menjadi bukti kerasnya dalam merebut kemerdekaan.

Menurutnya lagi, makna kemerdekaan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Tapi hal itu memang tidak mudah didapatkan. “Kita sebagai generasi muda, kita memang tidak bisa menjadi seperti pendahulu kita. Namun dengan memaknai kemerdekaan kita bisa melanjutkan perjuangan pahlawan lewat upaya-upaya menjaga aset sejarah dan merawatnya. Itulah yang bisa kami lakukan untuk menghargai jasa pahlawan terdahulu," jelasnya.

Bagi mereka, meski Indonesia telah merdeka dari peperangan, namun kemerdekaan itu belumlah sepenuhnya dirasakan warga Indonesia. Belum meratanya kemerdekaan, tidak lain masih banyaknya warga negara yang hidup di bawah garis kemiskinan. Kemerdekaan itu seharusnya mampu menyejahterakan semua rakyat karena hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.

"Kalau kita bicara kesejahteraan tentu saat ini belumlah merata, dalam artian masih ada kelompok masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan," ucapnya.

Sementara itu, Rahmansyah salah satu ketua kelompok etnis di Kota Tarakan menjelaskan, di hari kemerdekaan ini masih banyak aset sejarah yang tidak mendapatkan perawatan dengan baik. Bahkan menurutnya karena perawatan yang kurang baik tersebut menyebabkan banyaknya aset sejarah yang rusak. Ia berharap ke depannya pemerintah Indonesia dapat memberi perhatian lebih pada aset sejarah. Mengingat objek tersebut merupakan saksi jika bangsa Indonesia pernah berjuang dalam membela martabat bangsa.

“Di hari kemerdekaan ini kita berharap pemerintah juga dapat memberikan perhatian lebih bagi aset-aset sejarah yang ada di Kota Tarakan. Banyak aset sejarah yang tidak terawat bahkan rusak karena kurangnya perhatian. Padahal aset sejarah ini merupakan identitas perjalanan bangsa kita," tukasnya.

 

SISWA TAK HORMAT BENDERA

Pemandangan berbeda pada upacara di Stadion Datu Adil. Meski dihadiri banyak pelajar, namun ada saja pelajar yang bersikap tidak hormat saat lagu Indonesia Raya dilantunkan.

Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, bahwa filosofi perayaan HUT Republik Indonesia ialah untuk mengenang keteladanan dari proses perjuangan pahlawan yang telah mengorbankan nyawa, harta dan keluarga untuk Indonesia.

“Perayaan HUT ini tidak hanya sekadar ramai saja, tapi yang paling penting ialah mengambil makna perjuangan. Yakni kerelaan berkorban karena pahlawan telah berjuang tanpa pamrih demi berdirinya NKRI,” bebernya.

Di momen tahun ini, tema yang diambil pemerintah ialah SDM unggul, Indonesia maju. Melalui hal tersebut, Khairul menjelaskan bahwa tema tersebut berkenaan dengan visi dan misi Wali Kota Tarakan selama 5 tahun ke depan, yakni pengembangan sumber daya manusia yang akan menjadi fokus pihaknya agar sejalan dengan cita-cita RPJMN yang sedang dijalankan Presiden RI Joko Widodo.

Disinggung terkait adanya pelajar yang tidak bersikap hormat saat lagu Indonesia Raya dilantunkan, dikatakan Khairul bahwa pada  2020 mendatang hal ini akan menjadi perhatian khusus pihaknya. Sebab tak hanya permasalahan itu, namun adanya pelajar yang bubar sebelum upacara selesai.

“Ini akan kami sampaikan kepada sekolah-sekolah, karena bendera ini adalah lambang negara. Berkibarnya bendera ini tidak mudah karena butuh perjuangan dan pengorbanan dari pahlawan, jadi ini yang harus ditanamkan lagi,” tegasnya.

Tak hanya itu, lagu nasionalis seperti Rayuan Pulau Kelapa, Satu Nusa Satu Bangsa, dan lainnya menurut pengamatan Khairul masih kurang dilantunkan oleh setiap sekolah. Sehingga hal ini menjadi catatan bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan sekolah-sekolah untuk menanamkan rasa nasionalisme pelajar. “Saya perhatikan dan ini evaluasi kami ke depan,” pungkasnya.

 

580 WARGA BINAAN TERIMA REMISI

Sebanyak 580 warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan menerima remisi pada Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia (RI), Sabtu (17/8). 14 warga binaan langsung bisa menghirup udara bebas.

Kepala Lapas Kelas II-A Tarakan RB Danang mengatakan, warga binaan yang mendapatkan remisi kali ini merupakan warga binaan yang berkelakuan baik dengan penilaian yang baik dan minimal sudah menjalani 6 bulan masa hukuman.

“Warga binaan sebanyak 580 orang yang mendapatkan remisi ini sudah memenuhi persyaratan-persyaratan yang sudah diatur sehingga mendapatkan remisi,” ujarnya.

Dirinya mengharapkan, warga binaan yang telah bebas nantinya bisa kembali ke masyarakat dengan bekal yang dimiliki selama berada di dalam Lapas. “Selama berada di dalam Lapas kita memberikan pelatihan untuk membuat produk usaha kecil dan menengah (UKM), tentu bekal yang sudah didapatkan ini bisa menjadi modal ketika sudah menghirup udara bebas,” ujarnya.

Terkait pengembangan UKM, Lapas Kelas II-A Tarakan serius memanfaatkan kemampuan yang dimiliki warga binaan untuk mengembangkan produk UKM.

“Pendapat masyarakat bahwa warga binaan ketika berada di dalam lapas hanya berdiam diri hingga bebas saat ini coba kita hilangkan, pengembangan produk UKM salah satu caranya agar warga binaan di dalam bisa mengisi waktu yang bermanfaat dan bisa menjadi bekal ketika dirinya bebas,” ucapnya.

Antusias warga binaan bisa terlihat dari berbagai produk UKM yang dihasilkan, mulai dari batik tulis khas Tarakan yang diberi nama buka lapas, sambal lapas, amplang pop, dan produk UKM lainnya.

“Dari penjualan hasil produk UKM ini warga binaan bisa menabung bahkan membantu pembiayaan ekonomi keluarganya yang berada di dalam Lapas. Hal ini tentunya bisa menjadi pemacu warga binaan untuk tetap berkreasi dalam pengembangan produk UKM di dalam Lapas,” ucapnya.

Dalam peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 RI, Lapas Kelas II-A Tarakan juga melaksanakan peragaan busana kain batik dan tarian kolosal yang dilakukan oleh warga binaan perempuan. Setelah itu dilanjutkan dengan upacara di mana Wali Kota Tarakan, dr. Khairul sebagai inspektur upacara.

“Saya berpesan kepada warga binaan yang mendapatkan remisi, terutama yang dinyatakan bebas pada hari ini tidak lagi kembali ke dalam lapas,” tutur Khairul.

Dirinya mengharapkan warga binaan yang dinyatakan bebas bisa mencari pekerjaan yang baik ketika kembali ke masyarakat, dimana sebelumnya di Lapas Kelas II-A Tarakan sudah mendapatkan pelatihan pengembangan produk UKM.

“Masih banyak pekerjaan di luar, yang tentu harus dimanfaatkan oleh warga binaan yang sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan di dalam Lapas,” jelasnya. (nal/*/zac/shy/jnr/lim)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 09:12

Ciptakan Keamanan, Ketertiban dan Pikirkan Nasib Rakyat

Masing-masing dari 35 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan…

Jumat, 13 September 2019 09:40

Perahu yang Ditumpangi Tiga WNI Hanyut Hingga Sabah

NUNUKAN – Tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Tarakan hanyut…

Kamis, 12 September 2019 13:49
Partai Politik

Basri Ikut Ambil Formulir

NUNUKAN – Bupati Nunukan periode 2011-2014, H. Basri ikut melakukan…

Rabu, 11 September 2019 10:42
Partai Politik

Petahana Pinang PDIP?

NUNUKAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nunukan, mulai membuka…

Rabu, 11 September 2019 10:28
Deportasi WNI Dari Malaysia

Disdukcapil Flores Timur Jemput Bola

NUNUKAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Flores…

Selasa, 10 September 2019 10:35
BPJS Kesehatan

Dinkes Sebut Manajemen RSUD Perlu Diperbaiki

NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, mulai turun tangan untuk…

Selasa, 10 September 2019 10:22
Sidang Kayu Ilegal

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kasus Kayu Ilegal

NUNUKAN - Sidang praperadilan kasus dugaan kayu ilegal kembali digelar…

Senin, 09 September 2019 13:05
Pujasera

Siap Diresmikan, Harapkan Fasilitas Memadai

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan telah mempersiapkan Pasar Pujasera…

Sabtu, 07 September 2019 09:57

HADUHH..!! Kebanyakan Utang, RSUD Nunukan Susah Beli Obat-obatan

NUNUKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan mengalami kesulitan…

Sabtu, 07 September 2019 09:56

Angkut Barang Malaysia, Satu Truk Sembako Diamankan

NUNUKAN - Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*