MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 19 Agustus 2019 11:16
Setelah 74 Tahun, Long Midang Baru ‘Merdeka’

PLN Kesulitan Kirim Tiang Listrik

LISTRIK KEMERDEKAAN: Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid secara simbolis menyalakan listrik di Pos Pamtas Long Midang, (17/8). ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, LONG BAWAN - Meski tidak dijajah lagi oleh penjajah, namun tidak semua masyarakat Indonesia merasakan arti kemerdekaan. Itulah yang dirasakan oleh masyarakat Long Midang, Kecamatan Krayan Induk, Kabupaten Nunukan. Hampir 74 tahun, masyarakat Long Midang dan sekitarnya belum bisa merasakan penggunaan listrik selama 24 jam. Selama ini masyarakat setempat hanya mengandalkan mesin pembangkit listrik yang bertahan hanya beberapa jam, dan mengandalkan alat penerang seadanya.

Di HUT ke-74 RI, tampaknya menjadi kado istimewa bagi masyarakat Long Midang, tepat 17 Agustus, masyarakat Long Midang merasakan penggunaan listrik 24 jam. Perusahaan Listrik Nasional (PLN) yang merupakan Badan Usaha Milik Negera (BUMN), melalui program ‘Progres Percepatan Kelistrikan’ yang dicanangkan, berhasil membangunan jaringan tenaga menengah (JTM) ke 5 desa yang ada di Long Midang.

Progres percepatan listrik itu berjalan dari bulan Mei lalu. Namun selama hampir 2 bulan lebih, PLN berusaha menyelesaikan progres percepatan listrik ke Long Midang tepat pada waktunya. Momen peringatan HUT RI dijadikan kenangan terindah bagi warga Long Midang. Masyarakat setempat akhirnya bisa merasakan aliran listrik selama 24 jam.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid pun turut ikut menyaksikan langsung dimulainya aliran listrik ke sejumlah rumah warga. Secara simbolis, Laura pun menyalakan aliran listrik ke Pos Gabungan Bersama Long Midang. Melalui momen itu, Laura sangat mengapresiasi langkah PLN yang menghadirkan jaringan listrik ke daerah perbatasan.

“Akhirnya dari sekian lama di wilayah Krayan yang kami nantikan ada listrik lagi. Karena beberapa waktu sebelumnya, hanya ada beberapa spot saja yang dialiri oleh listrik,” ungkapnya.

Meski demikian, Laura sangat mengharapkan langkah yang PLN tidak hanya sampai di situ saja. Sebab, masih banyak lagi daerah perbatasan yang ada di  Kabupaten Nunukan, belum bisa merasakan listrik selama 24 jam. Laura yang datang ke Kecamatan Krayan, melihat langsung kegembiraan masyarakat Long Midang yang sudah merasakan aliran listrik dari PLN.

“Jadi Nawacita membangunan dari pinggiran itu tidak hanya slogan saja dan bisa kita wujudkan. Meskipun dalam waktu yang bertahap, tapi harapan kita tidak hanya sampai di sini saja,” tuturnya.

Dirinya langsung berkoordinasi dengan PLN dengan maksud kegiatan seperti itu bisa dilakukan juga di beberapa daerah lain, di Kabupaten Nunukan. Dirinya kerap ngluruk ke pemerintah pusat, untuk memperjuangkan masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan.

“Cuma memang karena keterbatasan anggaran dan sebagainya sehingga harus dilakukan bertahap. Tapi kami melihat itu ada dan jangan stop kemudian terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Untuk di Kabupaten Nunukan, disebutkan Laura, ada beberapa desa yang belum bisa merasakan aliran listrik dari PLN. Di antaranya di Kecamatan Selimun Unsoi, Sembakung Atulai, Sei Menggaris dan Sembakung. “Jadi yang bisa kami lakukan oleh pemerintah daerah ini mendampingi. Kemudian kita mengusulkan daerah kita yang mendapatkan aliran listrik,” pungkasnya.

Sementara itu, General Manager (GM) PLN Unit Induk Wilayah Kaltimra, Djoko Dwijatno mengungkapkan, untuk saat ini pihaknya fokus untuk menyalurkan listrik ke daerah perbatasan. Diakuinya, masih ada beberapa daerah di perbatasan yang belum dimasuki oleh PLN, termasuk Long Midang sebelumnya.

“Kami sebelumnya meresmikan di Krayan Selatan. Karena waktu itu kita lewat di sini (Long Midang) dan memang sudah diprogramkan, kemudian kami rencanakan untuk dipercepat dan Mei kami sudah bergerak,” tuturnya.

Diakuinya, penyaluran listrik ke daerah perbatasan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya akses untuk membawa masuk sejumlah peralatan sangat terbatas. Pada proses penyaluran listrik di Long Midang, pihaknya sempat kesulitan untuk mengirimkan tiang.

Akhirnya pihaknya harus menempuh jalur dari Tawau, Malaysia untuk mengevakuasi tiang listrik dari Berau. Selanjutkan dari Tawau, tiang listrik tersebut dibawa ke daerah Lawas dan dilanjutkan perjalanan darat hingga ke Long Midang. “Kami terpaksa melalui luar negeri. Namun sebelumnya kami mengurus perizinan. Ini yang memakan waktu cukup lama,” jelasnya.

Dilanjutkan Djoko, untuk beberapa peralatan seperti kabel pihaknya mengirim melalui akses pesawat udara. Untuk kapasitas daya listrik yang menggunakan 4 unit mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), menghasilkan 800 kilovolt (KV). Namun untuk saat ini, di Krayan Induk beban puncak penggunaan listrik hanya 200 hingga 240 KV.

“Ditambah dua daerah yang kami tambah dan baru menyalakan itu sekitar 50 KV. Jadi beban puncak malam maksimum 300 KV. Jadi sangat cukup,” bebernya.

Untuk saat ini, masyarakat Long Midung yang baru mendapatkan aliran listrik hanya sebesar 450 volt ampare (VA) setiap rumahnya. Daya tersebut dibagikan sekitar 450 VA lantaran masih bersubdisi. Namun apabila masyarakat ingin menambah daya, akan dimasukkan dalam tarif non-subsidi. Diketahui, penyaluran listrik ke daerah Long Midang dan Buduk Tungu menyentuh 165 kepala keluarga (KK).

“Sebagian sudah menyala dan lainnya masih dalam proses pemasangan. Jadi masyarakat di Hari Kemerdekaan ini mendapatkan kado dari PLN. Jadi kami berterima kasih ke Kementerian BUMN dan ESDM yang sangat mendukung PLN untuk listrik ke perbatasan,” imbuhnya.

Terpisah, Camat Krayan Induk Helmi Pudaaslikar menuturkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah melalui PLN yang terus memperhatikan masyarakat di daerah perbatasan, khususnya di daerah Long Midang.

“Selama Indonesia merdeka 74 tahun, baru di tahun 2019 ini masyarakat kami baru bisa merasakan pelayanan listrik,” ungkapnya.

Disebutkan Helmi, masih ada beberapa wilayah lagi di Krayan yang belum dialiri listrik. Untuk di Krayan Induk, masih ada 9 desa yang belum bisa menikmati aliran listrik. Kemudian di Krayan Timur 17 desa dan Krayan Tengah terdapat 11 desa. “Kami berharap masyarakat kami yang belum bisa menikmati aliran listrik, agar ke depannya bisa merasakan aliran listrik,” singkatnya.

 

LAURA: RASA NASIOLISME HARUS DITINGKATKAN

Peringatan HUT RI ke 74 di Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk tahun ini memiliki keistimewaan. Selain masyarakat Long Midang yang sudah bisa merasakan listrik, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid hadir dan menjadi irup upacara. Masyarakat Long Bawan dan sekitarnya pun dengan khidmat mengikuti upacara detik-detik peringatan HUT ke-74 RI.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengatakan sengaja datang ke Krayan Induk untuk menjadi irup setelah 4 tahun menjabat. Sebelumnya ia memilih di kecamatan perbatasan lainnya.

“Sesuai tema kemerdekaan tahun ini yaitu ‘Indonesia unggul’, jadi kita memberikan semangat kepada masyarakat yang ada di perbatasan,” katanya.

Selain itu, Laura juga berharap dengan momentum HUT RI tahun ini, membuat masyarakat Krayan Induk untuk lebih meningkatkan jiwa nasionalisme kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menginginkan meski hidup berdekatan dengan negara tetangga, namun masyarakat harus memiliki rasa NKRI yang tinggi.

“Untuk seluruh masyarakat yang ada jauh dari perkotaan, jangan gampang terprovokasi. Apalagi media sudah sangat masif dan saya yakin dengan prinsip dasar Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, masyarakat bisa memaknai sepositif mungkin,” bebernya.

Ditambahkan Laura, meski hidup di daerah perbatasan namun ia tidak meragukan lagi. Apalagi, masyarakat yang hidup di daerah perbatasan merupakan pintu gerbang bagi negara Indonesia. “Kita juga sebagai pemerintah daerah selalu memberikan pemahaman tentang kebangsaan kita dan pendidikan karakter juga. Sehingga masyarakat kita tetap tertanam jiwa nasionalismenya,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, Laura juga sempat melantik badan pengurus desa (BPD) yang ada di Kecamatan Krayan Induk. Harapannya, BPD yang sudah dilantik agar dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin. Apalagi BPD sebagai rekan kerja dari kepala desa. “Jadi kita berharap adanya musyarawah dengan baik, agar memujudkan suatu mufakat di desa itu. Baik penggunaan dana desa, saya kita mereka harus paham sekali,” imbuhnya. (zar/lim)

 

 

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 14:36

H Danni Yakin Dapat Rekomendasi Demokrat

NUNUKAN – Meski Partai Demokrat belum memutuskan siapa kader yang…

Kamis, 27 Februari 2020 14:34

Jelang Ramadan, Kuras Seluruh IPA PDAM

NUNUKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan kembali melakukan…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:28

Warga Diimbau Hemat dan Tampung Air

NUNUKAN – Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan mengimbau…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:23

Nelayan Rumput Laut Diminta Jaga Kualitas

NUNUKAN – Pembudidaya rumput laut harus menjaga kualitas. Ini demi…

Selasa, 18 Februari 2020 10:59

Embung Kering, Warga Keluhkan Tak Dapat Air

NUNUKAN – Dampak keringnya Embung Bolong milik Perusahaan Daerah Air…

Senin, 17 Februari 2020 06:41

Hendak Balap Liar, Belasan Oknum Pelajar Diamankan

NUNUKAN — Setidaknya ada belasan oknum pelajar beserta motor yang…

Jumat, 14 Februari 2020 11:08

Pekerja Migran di Malaysia Dibunuh Suami, Tewas dengan 13 Tusukan

NUNUKAN – Seorang wanita pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia,…

Senin, 10 Februari 2020 15:08

Dua Atlet Nunukan Lolos ke PON Papua

NUNUKAN – Dua atlet asal Nunukan dipastikan mewakili Kaltara bersama…

Senin, 10 Februari 2020 15:08

Dampak Corona, Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sepertinya dampak virus corona merambat ke semua sektor…

Jumat, 31 Januari 2020 11:23

Mulai Cemas, Orang Tua Minta Anaknya Dievakuasi

NUNUKAN – Dengan terus terjadinya pencemaran virus corona di Tiongkok,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers