MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Agustus 2019 10:45
Dari Tenaga Honorer, Jadi Wakil Kaum Milenial di Parlemen

Mengenal Wajah baru Anggota DPRD Bulungan (Bagian 1)

MILENIAL: Rio Ramadhanu (tengah) didampingi orang tuanya saat mengikuti pelantikan sebagai anggota DPRD Bulungan. DOK PRIBADI

PROKAL.CO, Niat Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau honorer ini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan mendapatkan restu dari orang tuanya dan dukungan dari rekan-rekannya. Namanya, Rio Ramadhanu yang berhasil meyakinkan pemilih tanpa janji. Kini anak kedua dari lima bersaudara ini duduk sebagai anggota DPRD Bulungan.

ASRULLAH

SENIN (12/8), merupakan momen penting bagi Rio Ramadhanu. Ia dilantik menjadi anggota DPRD Bulungan bersama 24 orang lainnya yang terpilih pada pemilihan legislatif (caleg) pada April lalu. Mengenakan jas dipadu dengan dasi merah hati dan mengenakan kopiah berwarna hitam tiba di Ruang Sidang Datu Adil sekira pukul 09.00 WITA.

Jika sebagian anggota DPRD Bulungan periode 2019-2024 datang didampingi sang istri. Mantan honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kalimantan Utara (Kaltara) ini datang didampingi kedua orang tuanya. Usianya saat ini 25 tahun. Ia merupakan perwakilan generasi milenial yang menjadi anggota DPRD Bulungan.

Sebelum berhasil menjadi anggota DPRD, sejumlah kegagalan sudah dirasakan pria kelahiran 2 Maret 1994 ini. Beberapa kali mencoba peruntungan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) namun gagal. Ternyata, di balik kegagalan itu mengantarkan ia menjadi wakil rakyat periode 2019-2024.

Niat awalnya mahasiswa Universitas Kaltara, Fakultas Sospol, jurusan Adminstrasi Negara ini sebelum memutuskan maju sebagai calon legislatif (caleg) berbuat lebih untuk masyarakat. Dari situ ia bertekad ingin menjadi anggota DPRD. Niatnya itu diceritakan ke rekan-rekannya saat sedang nongkrong. Ternyata mendapatkan respons dan dukungan. Setelah itu, ia memberanikan diri untuk menyampaikan ke orang tuanya. Hasilnya sama ia mendapatkan restu dari orang tuanya.

Setelah itu, ia harus berpikir kendaraan apa yang digunakan untuk maju sebagai caleg. Beberapa tawaran dari sejumlah partai politik (parpol) datang. Dan ia menjatuhkan pilihan ke Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Kemudian belajar politik dilakukan bersama partai yang ia pilih.

Sejak Desember, langkah yang dilakukan untuk meyakinkan pemilih agar menjatuhkan pilihan kepadanya dengan cara door to door. Sebab, bertemu pemilih dengan cara mengumpulkan warga lalu datang dan meminta dukungan dinilai tidak efektif.

“Jika selama ini dilakukan secara verbal datang dan mengumpulkan masyarakat dengan jumlah banyak. Saya hanya melakukan itu hanya sekali atau dua kali saja. Selebihnya door to door,” bebernya.

Kemudian, saat bertemu masyarakat ia tidak pernah memberikan janji agar hak pilih masyarakat diberikan kepadanya. Langkah berdiskusi dinilai efektif untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat. Setelah mengetahui persoalan yang dihadapi, kemudian mencarikan solusi untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Ketika saya menyampaikan janji itu merupakan kesalahan menurut saya. Sebab, belum ada jaminan duduk. Selama ini lebih banyak diskusi kemudian dicarikan solusi,” yakinnya.

Dan langkah yang mengantarkannya kini menjadi anggota DPRD Bulungan pasca ditetapkan sebagai pemenang di Dapil I dengan perolehan 1.159 suara terus dilakukan. Bahkan, ia berjanji hal itu akan terus dilakukan.

Hasil diskusi yang dilakukan yang menjadi keluhan masyarakat yakni infrastruktur dan telekomunikasi. Berkat pengalaman menjadi honorer ke depannya akan memprioritaskan infrastruktur seperti jalan. Sebab, jika daerah ditopang dengan infrastruktur, tentunya dapat mengembangkan daerah tersebut.

Kemudian, persoalan telekomunikasi yang masih menjadi momok sejumlah daerah. Sejauh ini kondisi di sejumlah daerah masyarakat harus mendatangi sejumlah lokasi untuk mendapatkan jaringan. Tentunya sangat menyulitkan masyarakat. Apalagi Bulungan merupakan ibu kota Kaltara.

Insyaallah akan terus berlanjut. Dan untuk melakukan itu sebenarnya juga tidak harus di dewan. Sejauh ini yang banyak dikeluhkan infrastruktur dan telekomunikasi. Dan percepatan jalan strategis apalagi Bulungan merupakan ibu kota Kaltara,” tegasnya.

Kini, anak dari pasangan H. Amir Bakri dan Hj. Nurini menjabat sebagai anggota DRPD Bulungan. Ia berjanji aktivitasnya berdiskusi dengan masyarakat tidak akan berubah. Sebab, ia tidak ingin dicap dengan istilah kacang lupa kulitnya.

Sehingga, jauh sebelum dilantik komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan. Sebab, ke depannya intensitas pertemuan dengan masyarakat dan semua pihak yang mendukung hingga menjadi anggota DPRD Bulungan bakal berkurang. Namun, melalui media sosial ia berjanji akan aktif berkomunikasi.

“Saya tidak berniat mengubah apapun dari aktivtias sebelumnya (berdiskusi dan bertemu). Dan mudah-mudahan tidak berubah. Makanya jauh sebelum dilantik sudah menyampaikan bahwa intensitas bakal berkurang. Ini saya sampaikan ke semua. Karena sebelumnya sering dilakukan. Dan harapan mereka mengerti. Karena ada istilah sudah naik melupakan. Saya belajar dari yang sudah-sudah. Sehingga, saya tidak ingin dicap seperti itu,” pungkasnya. (***/eza)

 

BIODATA

Rio Ramadhanu

Tawau, 2 Maret 1994

Riwayat Pendidikan

-      SDN 001 Tanjung Selor

-      SMPN 1 Tanjung Selor

-      SMAN 1 Tanjung Selor

-      D1 Institut Teknologi Bandung

-      Universitas Kaltara (kuliah)

Orang tua

-      Ir. H. Amir Bakri, MP

-      Hj. Nuriani

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 10:20

Nilai Aset Pemprov Tembus Rp 6,7 T

 TANJUNG SELOR – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:15

Di Luar RZWP3K Akan Ditertibkan

 TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) akan…

Rabu, 23 Oktober 2019 10:04

Polda Usulkan Dana Anggaran Pilkada

 TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara sudah mengajukan anggaran…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:55

Load Test PLTMG Molor Sepekan

 TANJUNG SELOR – Uji pembebanan atau load test Pembangkit Listrik…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:35

SOA Barang ke Krayan Tak Dianggarkan di APBD

 TANJUNG SELOR – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang yang diprogramkan…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:32

Bangun Gedung Baru, Siapkan Rp 40 M

 TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) hingga…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:28

Pemprov Dapat Formasi CPNS 2019

 TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) telah…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:23

Polda ‘Selamatkan’ Rp 5,4 Miliar PAD

 TANJUNG SELOR - Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:16

Cegah Radikalisme, Ingatkan Personel Sumpah Polri

  TANJUNG SELOR – Apel yang dilaksanakan Polda Kaltara pada Senin…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:05
Mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Bulungan tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Prosesnya butuh waktu yang sangat panjang. Tim Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA pun harus ‘turun gunung’ hingga ke pelosok desa agar dapat mew

Hasil Akhir Baru Diketahui Lima Tahun Lagi

 SELAMA September–Desember ini, Tim RAD KLAibarat harus siap berjibaku dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*