MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Agustus 2019 10:39
Pertama Digarap Bapaknya, Lalu Digarap Temannya, Wanita Ini Lapor Polisi

Sudah Hamil 3 Bulan

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Bunga (16), bukan nama sebenarnya harus berbadan dua lantaran menjadi korban pecabulan yang dilakukan orang tuanya sendiri. Itu terungkap ketika Bunga memilih melaporkan bapaknya berinisial MN yang bermukin di Jalan Meranti ke Polres Bulungan.

Kasat Reskrim Polres Bulungan, AKP Gede Adi Prasetia Sasmita melalui Kanit PPA, Aiptu Lince Karlinawati menjelaskan, Bunga yang melaporkan diketahui saat ini hamil tiga bulan. Sedangkan pelakunya, belum diketahui hingga saat ini. Dikarenakan yang berhubungan badan terhadap korban tak hanya satu orang.

Diceritakan, sebelum korban nekad melaporkan aksi bejat ayahnya, ia memilih meninggalkan rumah dan tak ingin kembali ke rumahnya dikarenakan takut. Sehingga ia menghabiskan waktu setiap hari berada di luar rumah yang ternyata membuat pergaulan korban tak terkontrol.

Ia berhubungan badan dengan sejumlah laki-laki hingga hamil tiga bulan. Bukan karena unsur paksaan melainkan keinginan sendiri melakukan hubungan badan bersama sejumlah laki-laki.

Dari pemeriksaan sementara, saat ini ada tiga orang yang telah diperiksa. Sementara dari pengakuan Bunga, ada tujuh orang yang ia temani berhubungan badan. Namun, ketiga orang yang diperiksa saat ini dikenakan wajib lapor. Sebab, tidak ada pasal yang menjerat ketiga orang yang diperiksa.

“Ada tiga rekannya yang kita periksa, mengaku sudah begituan dengan korban. Tidak ada unsur pidananya, korban sendiri yang meminta kepada rekannya. Sedangkan bapaknya ditetapkan tersangka karena itu (pencabulan, Red),” ucap Aiptu Lince Karlinawati, Senin (12/8).

Kemudian, saat Bunga dimintai keterangan ia mengaku sudah tidak mengingat kapan terakhir kalinya melakukan bersetubuh. Dan berapa kali melakukan dan dengan siapa saja. “Dari pengakuan korban juga sudah lupa,” bebernya

Namun, setelah didalami, ternyata perlakuan bejat MN tidak hanya pada korban saja. Namun, saudara Bunga juga pernah menjadi korban. Dan saat ini sudah tidak tinggal bersama suaminya di daerah transmigrasi, tepatnya di Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah.

Kejadian yang menimpa Bunga dan saudaranya itu, tidak ada yang berani melaporkan lantaran mendapatkan tindak kekerasan. Dan diketahui, korban merupakan anak dari istri kelima pelaku. “Istrinya pernah melihat MN melakukan itu sama anaknya. Mencoba menghalangi malah kekerasan dengan pukulan,” kisahnya.

Adanya kejadian ini, ia menilai terjadi pola asuh yang salah dilakukan orang tua terhadap anak. Kemudian, pergaulan anak terhadap lingkungan yang tidak mendapatkan pengawasan sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan.

Langkah yang dilakukan saat ini memberikan pendampingan terhadap anak. Sebab, trauma atas tindakan ayahnya kemudian pergaulan yang salah harus ditangani segera. “Korban harus mendapatkan pendampingan untuk persoalan yang dihadapi saat ini. Karena ada rasa trauma yang terus dirasakan korban,” jelasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan prilakunya, MN dijerat pasal 82 ayat 2 Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak (PA) nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Namun, pelakunya merupakan orang tua sendiri, sehingga pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana. “Pelaku sudah diamankan dan ditahan di Rutan Polres Bulungan dengan ancaman kurungan 20 tahun,” tegasnya. (akz/eza)

 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*