MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 12 Agustus 2019 09:03
Perasaan Biasa-Biasa Sampai Berdebar-debar

23 Wajah Baru di DPRD Tarakan

ILUSTRASI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Dari 30 anggota DPRD Tarakan, termasuk nama  Muhammad Rais, yang tergolong wajah baru dalam kursi parlemen periode 2019-2024. Menjelang hari pelantikan, Muhammad Rais mengaku tidak banyak persiapan yang dilakukannya. Paling tidak hanya menyiapkan perlengkapan yang dikenakan saat hari pelantikan, Senin (12/8).

“Sudah siap, hanya persiapan seperti pakaian dan kelengkapan yang dibutuhkan. Tradisi khusus di dalam keluarga juga tidak ada. Kalau selesai pelantikan, mungkin mengadakan syukuran,” katanya kepada Radar Tarakanpekan lalu.

Pria dari Partai Berkarya ini merasa berdebar-debar menjelang hari pelantikan. Bukan tanpa alasan, ia mengaku selesai pelantikan tentu ada tanggung jawab yang harus dipikul. Ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi Muhammad Rais.

“Perasaan deg-degan ada, mungkin hal yang wajar. Karena kami memikul tanggung jawab yang berat. Sebagai Dewan (Anggota DPRD) mendengar aspirasi masyarakat. Apakah kami bisa menyukseskan itu, dan itu menjadi tantangan,” kata pria dari Dapil Tarakan Barat ini.

Dilanjutkannya, anggota DPRD memiliki 3 fungsi, yaitu legislasi yang berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah (perda), anggaran dan pengawasan. “Kami membantu pemerintah kota membuat peraturan, kemudian fungsi dalam hal anggaran, dan pengawasan,” katanya. Yang terpenting menyentuh langsung lapisan masyarakat.

Ia berterus terang, sebagai anggota DPRD wajib terjun ke lapangan. Melihat dan medengarkan aspirasi masyarakat. Proaktif sebagai seorang wakil rakyat, dapat memajukan pembangunan Kota Tarakan.

“Apa yang perlu kita benahi? Apakah masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan yang sifatnya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Harapan kita, semoga Tarakan lebih bersinar dan lebih maju,” harapnya.

Berbeda pula dengan Idoeliansyah Sabran. Terbiasa dengan beberapa organisasi yang diikuti, ia menanti hari pelantikan dengan perasaan yang biasa-biasa saja. Hal yang terpenting bagi Idoeliansyah Sabran adalah mempersiapkan diri untuk bekerja, setelah pelantikan.

“Secara pribadi, enggak ada yang luar biasa. Kami lewati seperti biasa saja, yang paling penting persiapkan diri untuk bekerja. Setelah pelantikan pun, mungkin undang beberapa timses dan keluarga, paling berkumpul dan mengobrol, enggak ada acara khusus,” bebernya.

Lantas apa rencananya usai pelantikan? Ia berterus terang, banyak pekerjaan rumah (PR) yang sudah diancang dan harus dilakukannya. Hal utama yang ingin dilakukannya adalah memperbaiki internal kelembagaan DPRD. “Secara pribadi dan partai, banyak yang mau saya lakukan. Yang paling pertama adalah memperbaiki internal kelembagaan DPRD,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, ada tiga program yang ingin direalisasikannya dalam lembaga DPRD Tarakan. Pertama, ingin menjadikan lembaga DPRD lebih terbuka kepada masyarakat. Dalam artian, wakil rakyat yang ada di dalamnya lebih bersifat proaktif bertemu masyarakat.

“Jangan menunggu sesuatu baru mau bertemu masyarakat. Tapi ada program reguler di mana kelembagaan itu mengundang tokoh masyarakat secara umum untuk bertemu, mendengar aspirasi dan masukan masyarakat,” lanjutnya.

Kedua, ia ingin membentuk legislator award. Penghargaan ini diberikan kepada anggota DPRD yang berprestasi dan memiliki kualitas kinerja. Legislator award ini sebagai bentuk apresiasi terhadap anggota DPRD di akhir jabatannya.

Dalam hal ini pun badan kehormatan (BK) tidak hanya berperan saat ada proses penggantian antar waktu (PAW) maupun pelanggaran moral. Tetapi  selama periodisasi atau dalam kurun waktu 5 tahun, BK melakukan penilaian terhadap semua kinerja anggota DPRD.

“Ini tidak pernah dilakukan selama lembaga ini ada. Padahal ada beberapa anggota dewan yang punya kinerja bagus, yang bisa diberikan apresiasi. Kalau teknisnya nanti kan bisa bicara lebih lanjut,” bebernya.

Ketiga, sesuai dengan visi dan misi Wali Kota Tarakan dr. Khariul, M.Kes, mewujudkan Tarakan maju melalui program smart city, wajib didukung. Maka ini berkenaan dengan keterbukaan atau proaktif bertemu masyarakat, yang didukung dengan teknologi informasi melalui aplikasi.

“Dengan aplikasi, anggota DPRD bisa menerima laporan 24 jam dari masyarakat. Ini bukan hal yang baru, di kota lain sudah ada e-parlemen (elektronik parlemen), yang akan mendukung kinerja DPRD. Ini bentuk pelayanan kelembagaan yang harus terbuka. Jadi itu tiga program ini yang mau saya usulkan,” katanya.

Sedangkan di lingkungan masyarakat, ia ingin menuntaskan persoalan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Yang menjadi momok bagi masyarakat setiap tahunnya. “Jangan sampai sudah berjalan, tapi orang tua masih sibuk bagaimana mengantarkan anak-anaknya ke dunia pendidikan. Jauh hari pemerintah harus tahu kebijakan pemerintah pusat, bentuknya seperti apa. Itu harus segera diantisipasi. Kan ada tiga pola, yaitu zonasi, prestasi dan kemampuan orang tua. Dari ketiga pola itu sudah bisa temukan solusinya,” katanya.

Lantas apakah ia memiliki program khusus? Untuk meningkatkan prestasi anak didik, secara pribadi ia ingin membentuk rumah belajar. Dalam hal ini, ia juga ingin mendorong anggota DPRD lainnya. Bahwa tidak hanya menunggu program dari pemerintah, tetapi proaktif membuat program.

“Saya ada program pribadi, orang tua bisa mengantarkan anaknya ke rumah belajar dengan gratis. Kemudian saya siapkan pengajar, dan insentifnya memang menjadi tanggung jawab saya. Saya juga mau dorong teman-teman untuk proaktif membuat programnya sendiri, jadi bukan hanya semata-mata program dari pemerintah,” bebernya.

Melalui rumah belajar ini, sekaligus menjadi wadah pelayanan informasi bagi masyarakat. Khususnya saat pendaftaran siswa baru.  “Karena tidak semua orang tua bisa menggunakan teknologi. Jadi melalui rumah belajar, kami bantu orang tua murid. Jadi ini salah satu fungsi rumah belajar nanti,” katanya.

Terdapat pula proyek besar yang diancangnya. Ia ingin pemerintah mengangkat kearifan lokal yang dimiliki Kota Tarakan. Khususnya daerah Selumit, berpotensi menjadi objek wisata di tengah kota. Kemudian menyentuh daerah pesisir atau kelompok nelayan. Khususnya usia produktif, yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat.

“Satu-satunya daerah yang masih banyak dihuni suku Tidung adalah Selumit. Maka perlu dilakukan penataan lingkungan dulu. Saya berharap di lingkungan itu ada masyarakat Tidung yang membuat karya lokal, khas Tidung. Jadi bisa menjadi objek wisata. Ini proyek besar, lima tahun pun tidak cukup. Jadi memang harus penataan lingkungan dulu,” tukasnya.

 

DPP PKB BELUM TUNJUK CALON KETUA

Meski sebagai partai pemenang dalam Pileg Tarakan dengan jumlah suara terbanyak, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak risih jika kursi kepemimpinan DPRD Tarakan sementara diisi oleh Partai Hanura. Pasalnya, hingga kini DPP PKB belum memberikan kepastian terkait siapa yang dianggap layak untuk mengisi kursi pimpinan di DPRD.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Tarakan Ahmad Usman mengatakan, bahwa pihaknya telah mengirim empat nama kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Kaltara untuk diteruskan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB terkait siapa figur yang dianggap layak akan menduduki kursi kepemimpinan legislatif Kota Tarakan. Namun hingga kini, pihaknya belum menerima jawaban dari DPP secara langsung. “Kami belum terima suratnya dari DPP untuk pengisian nama ketua,” ucapnya.

DPC PKB ingin memberikan ruang kepada semua kader, sehingga keputusan untuk menjadi ketua DPRD bergantung pada keputusan DPP. “Entah penilaian DPP PKB itu dari jumlah suara atau kepengurusan di parpol, kami tidak tahu. Yang pasti kami serahkan kepada DPW dan DPP,” ucapnya.

Disinggung terkait adanya kepemimpinan sementara di DPRD, Usman menyatakan bahwa hal tersebut tidak menjadi sebuah masalah.

Ia juga menyadari bahwa seluruh kader PKB yang berhasil meraih kursi di legislatif Tarakan merupakan wajah baru. Sehingga perlu melalui masa transisi, adaptasi dan orientasi sebagai wakil rakyat.

“Kami berbesar hati, karena supaya semua ini bisa berjalan dengan semestinya, maka kami berikan kepada yang berpengalaman. Sambil kader PKB yang duduk di legislatif beradaptasi,” ujarnya.

Dalam agenda pelantikan anggota DPRD Tarakan di Gedung Serbaguna hari ini, salah satunya menunjuk Yulius Dinandus sebagai ketua sementara.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, bahwa proses pelantikan anggota dewan periode 2019-2024 merupakan kegiatan kenegaraan, sehingga pihaknya wajib mengikuti tata tertib pelantikan dewan.

“Ada amanat dari Gubernur Kaltara (Dr. H. Irianto Lambrie), jadi besok saya yang menyampaikan amanat tersebut, dan yang melantik itu dari ketua pengadilan. Persiapannya sudah 100 persen, tidak ada masalah dan dewan-dewannya pun sudah melaksanakan gladi resik kemarin (Sabtu), jadi harapannya tidak ada masalah dalam pelaksanaan pelantikan,” ucapnya.

Wajah-wajah baru di DPRD, menurut Khairul merupakan sebuah hal yang biasa. Sebab sebelumnya anggota DPRD periode 2019-2024 juga merupakan wajah baru, maka dianggap sesuatu yang alamiah terjadi.

“Ada yang datang, dan pergi. Menurut saya, sistem kelembagaan ini insyaallah tidak berubah. Mau baru atau lama tetap sama, termasuk tugas kami di eksekutif mau baru atau lama tetap sama. Hanya bagaimana menyelenggarakan dan melaksanakan, meski dengan strategi yang berbeda. Berdasarkan pengalaman saya dalam roda kepemerintahan, bermitra bersama anggota legislatif, itu biasa saja, tidak ada masalah,” katanya.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Tarakan Bob Saharuddin mengatakan bahwa pada proses pelantikan DPRD baru nanti, pihaknya baru membentuk ketua sementara yakni Yulius Dinandus dan wakil ketua sementara Muhammad Hanafia dari Gerindra.

Adapun tugas pimpinan sementara ialah menunjuk pimpinan definitif sekaligus melakukan pembentukan fraksi, memimpin rapat dan melengkapi tata tertib dewan. Nah, usai pembentukan pimpinan definitif, barulah dilakukan pembentukan alat kelengkapan.

“Jadi alat kelengkapan itu langsung dibentuk oleh pimpinan definitif,” bebernya.

Di masa DPRD yang baru ini, diharapkan dapat lebih bersemangat. Melalui anggota DPRD yang masih berusia muda, diharapkan dapat menyelesaikan raperda dengan lebih cepat.

Dalam pelaksanaan pelantikan nanti, akan ada proses pengambilan sumpah jabatan oleh anggota DPRD baru sekaligus peresmian pengangkatan anggota dewan yang baru. Sehingga anggota dewan baru, sudah dapat memulai tugasnya pada 12 Agustus  ini.

“Begitu sudah pengambilan sumpah janji, otomatis dewan lama berakhir. Nanti akan dibacakan SK pemberhentian dan pengangkatan DPRD. Jadi anggota dewan lama akan hadir juga dalam pelantikan dewan baru,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada periode 2019-2024 ini, DPRD Tarakan hanya 7 orang wajah lama. Edi Patanan dari PDIP, Sofyan Udin Hianggio dari Golkar, Yulius Dinandus dari Hanura, H.M .Rusli H. Jabba dari Hanura, Hj. Sriwati dari Nasdem, Mustain dari Nasdem dan Anas Nurdin dari Golkar. “Ada dekorasi, makan dan minum juga. Anggarannya sekira Rp 200 juta,” ulasnya. (*/one/shy/lim)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 09:41

SPTI Keluhkan Kuota Taksi Online

 TARAKAN – Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) akhirnya membawa keluhan…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:26

SDN 030 Sempat Kesulitan Rekrut Guru Agama

 TARAKAN - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 030 di Kelurahan Sebengkok,…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:14
Antusias tinggi pada kegiatan kas keliling yang dilaksanakan Bank Indonesia (BI) di wilayah Nunukan dan Sebatik yang masuk tertinggal, terdepan dan terluar wilayah (3T) pada Kamis (17/10) dan Jumat (18/10). Daerah yang dikunjungi tim kas keliling BI

Masyarakat Perbatasan Masih Kekurangan Uang Kecil

 DIKAWAL petugas dari KRI Ajak, tim kas keliling BI yang…

Selasa, 22 Oktober 2019 08:59

Prabowo Akan Kelola Rp 127 Triliun

  LETJEN (Purn) Prabowo Subiantomendekati kenyataan akan bergabung dengan pemerintahan Presiden…

Selasa, 22 Oktober 2019 08:54

Naik Status, Kantor SAR Tarakan Membawahi Se-Kaltara

 TARAKAN – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan akan naik…

Selasa, 22 Oktober 2019 08:24

Portabilitas Tak Berlaku di Luar Negeri

 WARGA negara Indonesia (WNI), yang sudah menjadi peserta Jaminan Kesehatan…

Senin, 21 Oktober 2019 09:14

Akan Revisi Puluhan Undang-Undang

 JAKARTA – Joko Widodo berkomitmen akan bekerja dengan cepat dan…

Senin, 21 Oktober 2019 08:46

Sampah Plastik Mengganggu Rantai Makanan

 KEBERADAAN sampah plastik di perairan tidak hanya mengancam keberlangsungan biota…

Senin, 21 Oktober 2019 08:28

Ramai Mau Jadi Biduan Liga Dangdut

  TARAKAN - Antusias masyarakat terlihat dalam menyambut ajang pencarian bakat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:52

Hilang 3 Hari, Penjaga Tambak Ini Akhirnya Ditemukan

TARAKAN - Asmunir (21), penjaga tambak yang dilaporkan hilang sejak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*