MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 Agustus 2019 07:54
Termasuk Pelajar Berprestasi, Pernah Dikirim ke Jerman

Mengenal Sosok Manager PT PLN (Persero) UP3 Tarakan

RAMAH: Manager PT PLN (Persero) UP3 Tarakan, Suparje Wardiyono, ST, M.Sc, saat ditemui di ruang Executive Lounge PLN UP3 Tarakan, Jumat (9/8). LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Dunia kelistrikan berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat di era milenial ini. Meski padam beberapa menit saja, serangkaian pertanyaan dan kegelisahan masyarakat bergejolak hebat, tidak karuan. Ini pula menjadi hal mendasar yang harus mampu ditangani seorang pemimpin.

LISAWAN YOSEPH LOBO

TARAKAN, satu-satunya kota yang ada di Provinsi Kalimantan Utara. Melihat dari letak geografisnya, Tarakan pun sebagai kota transit. Tentu, keandalan listriknya patut terjamin. Ini pula yang diprioritaskan Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tarakan, Suparje Wardiyono, ST, M.Sc.

Suparje Wardiyono resmi bertugas di Tarakan sejak Juli 2019. Sebelumnya, pria kelahiran Sleman, 15 Januari 1978 ini bertugas di Divisi Pengembangan Regional Kalimantan Direktorat Bisnis Regional Kalimantan PLN Pusat, sebagai Manager Sub Bidang Strategi dan Kebijakan Manajemen Aset.

Sudah 16 tahun lamanya dia berkecimpung di dunia kelistrikan. Tentu banyak pengalaman yang didapatkan sebelum menjabat di Tarakan. Diceritakan pria berusia 41 tahun ini, ia sudah mengembara di beberapa kota di Indonesia.

Beberapa level organisasi pernah dirasakannya. Mulai di level unit pelaksana di Mataram, pernah bertugas di unit induk yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), sub unit pelaksana di Woha, Bima dan di Divisi Perencanaan, Enjiniring dan Teknologi serta Divisi Pengembangan Regional Kalimantan PLN Pusat. Sekarang ini sebagai pemimpin di unit pelaksana, Kota Tarakan.

“Masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda. Kantor pusat itu lebih kepada kebijakan strategis nasional atau ke arah regional. Jadi koordinasi, kebijakan, konsolidasi itu di level kantor pusat atau regional Kalimantan. Kalau kantor induk, induk dari beberapa unit pelaksana, di situ ada koordinasi dan pengendalian, sekaligus penghubung antara unit pelaksana dan kantor pusat,” katanya mengawali cerita.

Tak hanya mengembara di dalam negeri. Ia pun pernah terbang ke Jerman, untuk melanjutkan pendidikan Master. 2008 silam, PLN memiliki program pengembangan pegawai untuk meningkatkan kapasitas dan kredibilitas. Yaitu Program Pengembangan Ekeskutif di bawah Deputi Direktur Pengembangan SDM dan Talenta. Sebanyak 70 pegawai di seluruh penjuru Indonesia yang terpilih dari seleksi daerah dan nasional diberikan penugasan untuk tugas belajar.

30 pegawai diberi kesempatan belajar dalam negeri, 40 pegawai keluar negeri yang tersebar di Australia, Singapura, Filipina, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Inggris Raya, Belanda dan Jerman. Nama Suparje Wardiyono termasuk di dalamnya, yang terbang ke Jerman.

“Kita diberikan kesempatan untuk ikut seleksi. Dilihat dari masa kerja, kinerja dan dasar pendidikan. Saya termasuk diberikan kesempatan tugas belajar di Jerman,” ujar pria yang mengambil jurusan Electrical Power Engineering di Rheinische Westfaelische Technische Hochschule (RWTH) Aachen University, Jerman.

Wajar saja ia mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan di Jerman. Rupanya, Suparje termasuk pelajar yang berprestasi semasa sekolah dulu. Selama di bangku Sekolah Dasar (SD) Budhi Karya dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Condongcatur, ia selalu meraih peringkat 1. Yang membawanya masuk di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Yogyakarta. Sekolah favorit di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terkenal sebagai SMAN 3 Padmanaba.

2019, ia pun mengikuti fit and proper test uji kepatutan dan kelayakan menjadi seorang manajer unit pelaksana. Berawal dari itulah ia ditugaskan di PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tarakan.

“Di situ kami diberikan surat kuasa direksi untuk memimpin unit, diberi kuasa melaksanakan kebijakan korporat pada level unit pelaksana,” ucap pria yang mengambil jurusan Teknik Elektro di UGM, Yogyakarta.

Lantas, apa yang menjadi tantangan pekerjaan baginya? Ia melihat, meski Tarakan termasuk pulau yang terpisah dari daratan, tetapi beberapa kantor penting berdiri di atasnya. Satu-satunya kota di Kalimantan Utara, apa yang terjadi di Tarakan pun menjadi tolak ukur di provinsi termuda ini.

“Dan ini menjadi tantangan tersendiri. Ini sangat strategis, sebagai kota transit dan penghubung ke daerah lainnya. Pekerjaan prioritas di Tarakan, bagaimana pasokan tenaga listriknya bisa andal dan kontinyu. Kantor pusat melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2027 akan ada Gardu Induk di Tarakan. Sehingga Tarakan ini terhubung kepada sistem di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat melalui kabel laut,” katanya dengan ramah.

Rupanya ini kedua kalinya ia menginjakkan kaki di Bumi Paguntaka, atau nama lain dari Kota Tarakan. 2016 lalu, ia pernah singgah di Tarakan, saat hendak menuju Malinau. Ketika itu, ia bertugas di PLN pusat.

“Jadi ini sudah kedua kalinya ke Tarakan, meskipun yang awal itu hanya transit. Di sini memang kebanyakan jalur perairan, naik speedboat kalau mau ke daerah. Tapi waktu bertugas di Lombok dan Bima, ada pulau kecil. Alhamdulillah, sudah pernah naik kapal besar sampai yang kecil, jadi sampai di sini naik speedboat sudah enggak terkejut lagi,” katanya.

Terlepas dari karier, bagaimana pula dengan keluarga yang tak dapat mendampinginya saat bertugas di Tarakan? Baginya ini bukan suatu penghalang. Menjadi bagian dari PLN, rutinitas pekerjaannya adalah menjaga keandalan listrik untuk pelanggan.

“Kami harus siap dan bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia. Istri saya (Novita Kusdiana, S.Pd, S.Pd.I, M.Pd) seorang guru Bahasa Indonesia di SMKN 2 Depok Sleman DIY. Istri juga sudah berkomitmen tentang hal itu. Kalau sebelumnya istri sempat ikut saat saya bertugas di Lombok, di Bima, saat sekolah di Jerman juga ikut, dan di Jakarta juga sempat ikut. Tapi akhirnya kita memutuskan, istri dan anak-anak tinggal di Yogyakarta untuk mendukung pendidikan anak,” ucap ayah dari tiga orang putri.

Ada kebahagiaan tersendiri yang terukir di senyumannya saat mampu menerangi dan mengalirkan listrik di seluruh penjuru nusantara.

“Setiap nyala listrik yang dinikmati masyarakat adalah zikir kami dalam bekerja melistriki seluruh nusantara,” tutupnya. (***/lim)

 

RIWAYAT PENDIDIKAN

1984 – 1990   : SD Budhi Karya, Sleman, Yogyakarta, DIY

1990 – 1993   : SMPN 1 Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, DIY

1993 – 1996   : SMAN 3 Yogyakarta, DIY

1996 – 2001   : Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, DIY

2008 – 2011   : Electrical Power Engineering, Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule (RWTH) Aachen University, Jerman

 

RIWAYAT PEKERJAAN

2002 – 2003   : On Job Training, PLN Area Pelayanan dan Jaringan Yogyakarta, Distribusi Jawa Tengah dan DIY

2003 – 2004   : Staf Distribusi, PLN Cabang Mataram Wilayah NTB

2004 – 2006   : Staf Perencanaan Sistem, PLN Wilayah NTB

2006 – 2008   : Manajer Rayon, PLN Rayon Woha Cabang Bima Wilayah NTB

2008 – 2011   : Tugas Belajar di Rheinische Westfaelische Technische Hochschule (RWTH) Aachen University, Jerman

2011 – 2015   : Staf Enjiniring Transmisi dan Distribusi, Divisi Perencanaan Enjiniring dan Teknologi, Direktorat Perencanaan Strategis,  PLN Pusat

2015 – 2016 : Deputi Manajer Pelaksana Pengadaan, Divisi Pengembangan Regional Kalimantan, Direktorat Bisnis Regional Kalimantan, PLN Pusat

2015 – 2019 : Manager Sub Bidang Strategi dan Kebijakan Manajemen Aset, Divisi Pengembangan Regional Kalimantan, Direktorat Bisnis Regional Kalimantan, PLN Pusat

2019 -          : Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Tarakan, PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

 

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 09:50

Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan Peserta Terbaik

TARAKAN – Hampir satu minggu berlalunya pawai pembangunan 2019, yang…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:47

Heart of Borneo Dorong Ekowisata Terwujud

TARAKAN - Program Heart of Borneo (HOB) merupakan kerja sama…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:53

5.495 Peserta PBI Terancam Dinonaktifkan

TARAKAN - Sebanyak 5.495 penerima bantuan iuran (PBI) Kota Tarakan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:51

Anthon Joy Ditunjuk sebagai Direktur Radar Tarakan

TARAKAN – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB)…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:49

Pasar di Tarakan Masih Jorok

TARAKAN - Untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini Balai…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:47

PLN Akan Dapat Pasokan Daya 36 MW

TARAKAN – Sebagai upaya memberikan keandalan listrik di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:46

JANGAN MAIN-MAIN..!! Dua OPD Ini Rentan Tindak Pidana Korupsi

TARAKAN - Dua organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai rentan akan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:45

Abdul Kadir, Sempat Vakum dari Politik karena Sakit

Kehilangan seorang kakak, yang merupakan penyemangat Abdul Kadir, S.T dalam…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:18

Dapati Kendaraan Tidak Layak Jalan

TARAKAN - Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat berhasil…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:16

Lestarikan Tari Jepin di Kalangan Pelajar

TARAKAN – Gerak gemulai para pelajar terlihat saat menarikan tarian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*