MANAGED BY:
KAMIS
04 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 12 Agustus 2019 07:40
Salah Gunakan Paspor, Ratusan WNI Dideportasi
DIUSIR LAGI: Sejumlah PMI kembali dipulangkan ke tanah air melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kamis (9/8). Tampak sejumlah deportan saat didata petugas Imigrasi Kelas II TPI Nunukan. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Malaysia kembali melakukan deportasi terhadap ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) berstatus Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tinggal di Sabah, Malaysia, Kamis (9/8). Dengan permasalahan yang sama, yakni tidak memiliki dokumen lengkap kembali menjadi pemicu pemulangan mereka.

Hal itu diakui Yosep, salah seorang deportan yang diwawancarai media ini. Yosep mengaku, dirinya dideportasi Pemerintah Malaysia setelah ketahuan menggunakan paspor lawatan atau kunjungan untuk bekerja di Malaysia. “Paspor lewat saja saya gunakan. Soalnya diberi tahu saya bisa juga dipakai untuk bekerja di Malaysia,” ungkap Yosep berlogat Malaysia.

Dirinya mengaku menggunakan paspor 48 halaman itu sejak tahun 2016 lalu dan hingga saat ini belum juga pernah dilakukan pengecapan ulang setelah selesai masa berlakunya selama sebulan. Paspor tersebutlah yang digunakannya bekerja di Malaysia.

Ironisnya, saat ada pemeriksaan oleh petugas Malaysia, dirinya ditahan lantaran paspor telah habis masa berlakunya. “Kaget juga saya ada razia polis dan saya langsung dibawa saja,” tutur pria yang mengaku hanya tinggal di kebun kelapa sawit tersebut.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dari Pelabuhan Tawau, deportan yang berjumlah 157 orang itu terdiri dari 126 orang laki-laki, 21 orang perempuan, 5 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perempuan. Sebelumnya terlebih dulu mereka menjalani masa hukuman yang beragam di Pusat Tahanan Sementara (PTS) yang ada di Sabah.

Terpisah, Kepala Pos Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Karel mengatakan, seluruh deportan tersebut dipulangkan menggunakan kapal swasta dan sampai di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, sekitar pukul 17.00 Wita kemarin.

Karel juga mengaku, masalah seluruh deportan tersebut mendominasi permasalahan dokumen. “Ya, banyak masalahnya seperti tidak punya paspor, paspor kedaluwarsa juga masalah kriminal. Tapi yang mendominasi pelanggaran keimigrasian ampir 80 persen dari jumlah deportasi,” ujar Karel

Sampai di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, seluruh deportan langsung diperiksa tim kesehatan pelabuhan. Setelah pendataan, deportan diberikan arahan oleh perosnel Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan.

Setelah mendapatkan pengarahan, deportan langsung dibawa ke penampungan Rumah Susun Sederhana (Rusunawa di Jalan Ujang Dewa, Nunukan Selatan. “Setelah kita serahkan ke BP3TKI, seperti biasa deportan dibawa ke Rusunawa untuk menunggu proses pemulangannya,” pungkas Karel. (raw/zia)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers