MANAGED BY:
SENIN
19 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 18 September 2015 15:00
BMKG Nunukan: Ini Kabut Asap yang Terparah

Tanda-tanda Pemulihan Kabut Asap Belum Ada

KABUT : Kejadian kabut asap menyelimuti Nunukan, terjadi hampir satu bulan belum ada perubahan malah semakin parah. Foto : SABRI/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Berdasarkan Badan Metrologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Nunukan mencatat kabut asap terparah dibanding hari-hari sebelumnya. Kejadian kabut asap yang menyelimuti daerah Nunukan terjadi hampir satu bulan ini.

“Sesuai pantauan kami sekitar pukul 9.00 pagi kondisi kabut asap sangat parah dan ini yang paling parah terjadi di Nunukan, selama ini tidak seperti ini sesuai data dari BMKG Nununkan,” terang Prakirawan Cuaca BMKG Nunukan, Eko T Nurcahyono kepada Radar Nunukan (Radar Tarakan Group), Kamis (17/9).

Menurut Eko, jarak pandang mendatar untuk hari ini (Kamis, Red.) sekitar 150 meter, untuk penerbangan dipastikan tidak bisa sama sekali. “Jarak pandang 150 meter sudah sangat signifikan untuk kondisi penerbangan terutama dari Nunuka ke Tarakan begitu pula sebaliknya,” ujarnya.

Kabut asap yang menyelimuti Nunukan, bukan asap yang berasal dari Nunukan sendiri melainkan asap dari daerah lain. “Penyebab kabut asap ini berasal dari daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng),” ucap Eko.

Eko menjelaskan, kejadian asap untuk Kamis kenapa lebih parah dibanding hari sebelumnya karena ini adalah akumulasi dari hari sebelumnya, sebab daerah Kalsel dan Kalteng terus terjadi kebakaran. “Kebakaran di Kalsel dan Kalteng tidak berhenti sampai hari ini sehingga asap terus menyelimuti Nunukan, dipengaruhi arah angin dari Selatan,” jelasnya.

Kondisi kabut asap yang makin parah di Nunukan sangat dipengaruhi cuaca. “Cuaca di Nunukan ini kalem, selama beberapa hari ini angin sangat kurang, jadi asap itu mandeg diudara tidak mengarah kemana-mana,” ujar Prakirawan Cuaca BKMG Nunukan.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 15 Oktober 2020 15:57

Sikap DPRD Akan Disampaikan Lewat Paripurna

NUNUKAN - Setelah melakukan mediasi bersama mahasiswa yang menolak UU…

Selasa, 13 Oktober 2020 14:55

Hanura Nunukan Mendukung Omnibus Law

NUNUKAN – Di Nunukan, aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja…

Senin, 12 Oktober 2020 14:44

WADUH..!! 173 Patok Perbatasan Hilang karena Faktor Alam

NUNUKAN – Faktor alam membuat patok perbatasan Indonesia - Malaysia…

Sabtu, 10 Oktober 2020 16:23

Cuma Dua Fraksi Menolak UU Cipta Kerja

NUNUKAN - Setelah aksi demonstrasi pertama yang dilakukan pada Kamis…

Kamis, 08 Oktober 2020 11:34

Camat Lumbis pun Minta Maaf

SETELAH viral dengan video menggendong pasien bayi 4 bulan yang…

Kamis, 08 Oktober 2020 11:13

Giliran Mahasiswa PMII Nunukan Lakukan Aksi Demonstrasi

NUNUKAN - Menolak UU Omnibus Law, puluhan mahasiswa yang terhimpun…

Selasa, 06 Oktober 2020 14:04

Dapur Rumah Kayu Ambruk

TERDAMPAK angin kencang hingga hujan pada Senin (5/10) malam, dapur…

Senin, 05 Oktober 2020 13:45

KPU Tetapkan Danni-Nasir sebagai Paslon

NUNUKAN – Setelah melalui verfikasi berkas dan memenuhi syarat calon…

Rabu, 30 September 2020 10:59

Ratusan APK Paslon Ditertibkan Bawaslu

NUNUKAN – Setidaknya sudah ratusan Alat Peraga Kampanye (APK) dan …

Jumat, 25 September 2020 11:06

Warga Laporkan Dugaan Pelanggaran di APK

NUNUKAN - Warga Kelurahan Nunukan Timur, Safaruddin membuat laporan pengaduan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers