MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 06 Agustus 2019 10:39
Pemanasan Latihan, Simulasi Pembebasan Sandera
AKSI: Sejumlah personel Yonif Raider 613/Raja Alam Tarakan beraksi dalam latihan tactical post Indomalphi Middle Land Exercise 2019 di kawasan Juata Kerikil, Tarakan Utara, Senin (5/8). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Sehari jelang berlangsungnya latihan bersama (latma) Indomalphi Middle Land Exercise 2019, pasukan TNI Yonif Raider 613 Raja Alam menggelar simulasi pembebasan sandera yang menjadi tawanan teroris. Dalam simulasi pembebasan tersebut disaksikan Panglima Kodam (Pangdam) Mulawarman Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Subiyanto.

Mayjen TNI Subiyanto menerangkan simulasi tersebut merupakan pemanasan sebelum dilakukannya latihan bersama antar 3 negara. Latihan bersama merupakan bagian dari antisiapasi ancaman terorisme di perbatasan negara yang semakin marak.

“Ini merupakan pemanasan latihan bersama yang dilaksanakan 3 negara. Ini adalah kerja sama Kementerian Pertahanan untuk bersama-sama melakukan latihan yang tujuannya, yang kita tahu karena banyaknya gangguan keamanan di perbatasan di tiga negara tersebut,” ujarnya, kemarin (4/8).

Ia menerangkan, latihan bersama ini nantinya juga dihadiri oleh semua pimpinan pertahanan negara Asean. Dalam simulasi pembebasan sandera telah sesuai dengan skenario yang direncanakan.

“Ada beberapa pengamat yang datang juga, bukan hanya dari 3 negara ini. Tapi juga besok akan dihadiri pimpinan militer di semua negara Asean saat penutupan nanti. Saya kira kejadiannya sudah sesuai dengan kondisi yang direncanakan,” tukasnya.

Sebelum berlangsungnya simulasi pembebasan, TNI Yonif 613 Raider juga memamerkan senjata api terbaru yaitu SS2-V4 buatan Pindad yang diperuntukkan bagi penembak jitu atau akrab disebut sniper. Senjata tersebut juga digunakan, dalam membidik beberapa sasaran yang disimulasikan merupakan musuh dalam operasi pembebasan.

“Tadi sempat mencoba senjata terbaru buatan Pindad, dan akhirnya mengenai semua sasaran. Sasaran ini disimulasikan sebagai musuh saat operasi. Itulah beberapa gambaran saat latihan bersama nanti,” tuturnya.

Lanjutnya, saat ini wilayah perairan Indomalphi merupakan wilayah sangat rawan dan rentan terhadap masuknya terorisme di kawasan Asean. Sehingga ia mengingatkan agar prajurit selalu siaga. Mengingat mudahnya terorisme memasuki wilayah tersebut.

“Setelah kembali, prajurit lebih siap menghadapi ancaman negara. Di wilayah teritorial kita sendiri, kita mampu untuk mengatasi apabila terjadi kelompok-kelompok terorisme yang melakukan manuver gerakan dan mungkin menyeberang ke Malaysia, ke Filipina atau ke Indonesia. Mengingat wilayah perbatasan saat ini sangat rawan sekali terhadap teroris yang berada di Asean,” jelasnya.

 

KRI TARAKAN DUKUNG KAPAL LAINNYA

Kegiatan militer lainnya,  untuk kali kedua Kapal Republik Indonesia (KRI) Tarakan 905 tiba di Bumi Paguntaka, setelah sebelumnya pada 2018 kapal dengan panjang 122,5 meter lebar 8,5 meter itu ke Tarakan. KRI Tarakan 905 mendukung kegiatan operasi kapal-kapal yang melakukan operasi di daerah perairan Ambalat dan sekitarnya.

Komandan Lantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Judijanto, S.T, mengatakan, kedatangan KRI Tarakan 905 kali ini tidak jauh berbeda dengan kedatangan sebelumnya.

“Dukungan yang dilakukan kapal ini adalah mengangkut kebutuhan logistik cair yakni bahan bakar minyak untuk kapal-kapal lain yang sedang menjalankan operasi,” tutur pria yang pernah menjabat kepala Pusjianmar Seskoal, Senin (5/8).

Danpusdikpel pada tahun 2010-2011 ini menjelaskan, selain KRI Tarakan 905, ada dua kapal lain yang memiliki peranan sama dalam mendukung kegiatan operasi kapal-kapal lainnya, yakni KRI Balikpapan 901 dan KRI Sorong 911.

“Namun dari tiga kapal yang mendukung kegiatan operasi kapal lainnya, KRI Tarakan menjadi kapal yang terbesar, sehingga tidak daya tampungnya logistik cair yang dibawa mencapai 5.500 kiloliter. Jumlah ini mampu mengisi puluhan kapal KRI lainnya yang sedang beroperasi,” tuturnya.

Adanya dukungan KRI Tarakan sebagai kapal yang mendukung kapal lainnya yang sedang beroperasi. Kapal-kapal yang sedang beroperasi di daerah perbatasan tidak perlu lagi kembali ke pelabuhan terdekat untuk mengisi bahan bakar yang dianggap tidak mengoptimalkan kegiatan operasi di daerah perbatasan.

“KRI Tarakan 905 mampu mengisi kapal lainnya di tengah laut tanpa mengganggu kegiatan patroli. Tentu hal ini efektif dan menghemat waktu daripada kembali lagi ke pelabuhan terdekat,” ucapnya.

Selain digunakan sebagai kapal yang mendukung kapal lainnya dalam pengisian logistik cair, KRI 905 Tarakan juga berfungsi sebagai kapal komando dan mendukung kegiatan SAR. Artinya KRI Tarakan 905 juga digunakan sebagai kapal markas yang mengendalikan beberapa kapal lainnya.

“Perlu diketahui kenapa kapal kelas tangker ini diberikan nama KRI Tarakan 905, karena penamaan ini berdasarkan kota yang menjadi penghasil minyak. Alasan yang sama juga berlaku pada KRI Balikpapan 901 dan KRI Sorong 911,” bebernya.

Menurut pria alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) XXXVI 1990 ini, KRI Tarakan 905 merupakan salah satu kapal kebanggaan bangsa Indonesia, karena buatan anak bangsa.

“Sebenarnya kami mau open ship agar masyarakat Tarakan datang dan melihat langsung KRI Tarakan 905. Tapi karena kegiatan lain, sehingga mungkin di lain waktu,” pungkasnya. (*/zac/jnr/lim)

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Bermodal Rp 4 juta, Mampu Raih Omzet Ratusan Juta Sebulan

Founder Project Salfa, Fatmawati (25) menggandeng Fitriani (28) berbisnis toko…

Selasa, 14 Januari 2020 09:43

Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang hingga Jalan Bergeser

TARAKAN- Hujan dengan intensitas tinggi yang yang mengguyur Tarakan mengakibatkan…

Selasa, 14 Januari 2020 09:41

Disemprot APAR, Api Terus Melahap Plafon

TARAKAN – Kepolisian langsung memasang garis polisi terhadap dua ruko…

Selasa, 14 Januari 2020 09:39

Lanud Anang Busra Siap Fasilitasi Olah Raga dan Seni

DANLANUD Anang Busra Kolonel Pnb HKD. Handaka mengatakan Lanud Anang…

Senin, 13 Januari 2020 14:50

Amblas, Jalan Ditutup Sementara

TARAKAN — Hujan yang mengguyur Tarakan sejak Sabtu (11/1) hingga…

Senin, 13 Januari 2020 07:12

BREAKING NEWS!! Pohon Tumbang hingga ke Badan Jalan

TARAKAN - Hujan yang terjadi sejak Senin (13/1) dini hari,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers