MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 05 Agustus 2019 11:00
Dari Sekadar Hobi, Kini Hasilkan Rupiah

Cerita Zainal Abidin, Pembuat Papercaft 3D (Bagian-4 habis)

MENGHASILKAN RUPIAH: Tak sekadar menjadi sebuah pajangan. Papercraft hasil karya seni Zainal Abidin belakangan memiliki nilai jual. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Keindahan karya seni dari papercraft tak dapat ditampik lagi. Apalagi, pembuatnya sendiri sudah cukup profesional. Maka, tak jarang orang lain yang mengaguminya pun sampai rela mengeluarkan rupiah untuk membeli. Alhasil, itu menjadi pekerjaan sampingan tersendiri bagi pembuat papercraft.

RACHMAD RHOMADHANI

ADALAH Zainal Abidin salah seorang pembuat papercraft yang kerap mendapatkan berkah dari keahliannya itu. Pasalnya, dari secarik kertas yang berpola dan dipotong menggunakan gunting ataupun cuter, ia diketahui sudah berhasil mengumpulkan pundi–pundi rupiah.

Meski, diakuinya bahwa membuat papercraft bukanlah pekerjaan utama, melainkan hanya sampingan. Namun belakangan beberapa hasil karyanya itu semakin banyak digemari masyarakat hingga terjadi proses jual beli.

“Awalnya hanya sekadar hobi. Seperti apa yang saya ceritakan sebelumnya. Tapi, alhamdulillah hasil karya ini digemari dan sampai terjadi transaksi jual beli,” ungkap Zainal sapaan akrabnya kepada penulis.

Adapun, lanjut perbincangannya, disebutkan bahwa biasanya mengenai kisaran harga papercraft itu dari Rp 50 ribu–Rp 500 ribu per papercraft. “Soal harga patokannya pada tingkat kesulitannya dalam pembuatan. Cuma, rata–rata kisaran harga di angka itu rupiahnya,” ujar pria kelahiran Sesayap, 2 Mei 1981 ini.

Dan papercraft hasil karyanya sendiri. Di mana diakui bahwa masih belum dikatakan sempurna. Sebab, di luar sana menurutnya masih banyak pembuat papercraft yang jauh lebih profesional. Hanya, dirinya di sini sekalipun bertugas sebagai abdi negara di Pemprov Kaltara. Akan tetapi, untuk mengasah keahliannya itu sejauh ini tak kenal lelah untuk belajar.

“Anggap saja papercraft ini masih terbilang amatir. Tapi, perlahan ini terus disempurnakan hingga seperti hasil karya pembuat papercraft di luar sana,” kata anak dari pasangan Husein dan Nur A’ini.

Sedangkan, dikatakannya juga, mengenai siapa pemesan papercraft hasil karya–karyanya itu sendiri. Zainal tak dapat menyebutkan satu persatu. Namun, cukup banyak seseorang yang pesan itu yakni rekan–rekannya selama sekolah dan di bangku perkuliahan. “Tapi, tak jarang juga rekan–rekan seperjuangan di kantor. Mereka ikut pesan papercraft ini,” ucapnya seraya menunjukkan papercratf hasil karyanya itu.

Lanjutnya, diakuinya bahwa sampai saat ini pemesan papercraft hasil karyanya pun mulai membanjiri. Sehingga itu terkadang membuatnya sibuk lantaran sedikitnya waktu yang dimilikinya dalam membuat papercraft. “Sejauh ini pesanan memang cukup banyak. Dan itu merupakan rezeki sehingga tidak mungkin saya menolaknya,” jelasnya.

“Meski, dalam pembuatannya tak jarang pemesan harus sedikit bersabar. Karena memang membuatnya butuh proses yang panjang,” sambungnya.

Di sisi lain, mengenai berapa penghasilan yang diperolehnya dari papercraft itu. Ia mengaku tak cukup banyak. Hanya, cukup untuk tambahan uang jajan si buah hatinya. Apalagi, memang tatkala membuatnya si buah hati acap kali berada di sampingnya untuk membantu.

“Dikalikan saja, jika yang pesan 10 sampai 20 papercraft. Dan itu rata- rata Rp 50 ribu. Itulah hasilnya setiap transaksi yang ada setiap pekan atau bulannya,” terangnya.

Namun, dirinya tak menampik juga bahwasannya dalam menggaet calon pembeli, ia sampai membuat akun di media sosial (medsos) khusus. Sehingga di sana menjadi ajang promosi yang cukup efektif. “Ada akun @Bidinkaltara. Hitung–hitung hasilnya jika banyak yang pesan. Bisa membuat tambahan beli susu buah hatinya,” tuturnya. (***/eza)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 09:22

SIAP-SIAP AJA..!! 2020, Kemarau Diprediksi Lebih Ekstrem

Titik Panas di Kaltara Pukul 18.00 WITA Jumat (20/9) Lokasi …

Jumat, 20 September 2019 09:02

Tak Ingin Dibohongi, PLN Diminta Komitmen

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Soal Sengketa Lahan di Lokasi Pertambangan, Perusahaan Sebut Lahan Sudah Klir

TANJUNG SELOR – Menyikapi keluhan masyarakat Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Unsur Pimpinan Definitif Segera Ditetapkan

TANJUNG SELOR – Unsur pimpinan definitif di Dewan Perwakilan Rakyat…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Penyelesaian Batas Wilayah Belum Rampung

TANJUNG SELOR – Sejak terbentuknya Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi…

Jumat, 20 September 2019 09:00

Maharajalila Diusulkan Jadi Nama Korem Kaltara

TANJUNG SELOR – Komando Resor Militer (Korem) Provinsi Kalimantan Utara…

Kamis, 19 September 2019 09:13

Kualitas Udara Baik, tapi Sekolah Kok Diliburkan?

TANJUNG SELOR – Berdasarkan pantauan  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan…

Kamis, 19 September 2019 09:05

Empat Daerah Belum Usulkan Nama

TANJUNG SELOR – Hingga Rabu (18/9), baru satu dari lima…

Kamis, 19 September 2019 09:05

Pasang Pipa ‘Siluman’, Sanksi Pidana Menanti

TANJUNG SELOR – Langkah tegas akan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup…

Rabu, 18 September 2019 08:57

Damri di Kaltara Masih Kurang

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan wilayah yang cukup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*