MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 01 Agustus 2019 09:12
Blank Spot di Bibir Ibu Kota, Jadi Daerah Tertinggal
ILUSTRASI. LAZARUS/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, SEBAGIAN wilayah di Kabupaten Bulungan masih mengalami blank spot atau nihil jaringan telekomunikasi. Bahkan, beberapa permukiman penduduk yang ada di bibir Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara) ini masih ada yang belum mendapatkan layanan jaringan secara maksimal. 

Berdasarkan pantauan Radar Kaltara di lapangan, salah satu daerah yang masih belum terlayani jaringan telepon dan internet secara maksimal adalah Desa Pejalin, Kecamatan Tanjung Palas. Padahal jaraknya permukiman itu dari wilayah perkotaan, dalam hal ini Tanjung Selor hanya sekitar lima kilometer.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltara, Syahrullah Mursalin mengatakan, untuk tahun ini rencananya ada tiga BTS yang sudah ada di Bulungan akan diaktifkan. Tiga BTS itu berlokasi di Muara Bulungan, Peso, dan SP 2 Tanjung Buka.

“Berkaitan dengan SPPDI (Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika) itu kewenangan pusat, jadi kita sifatnya mengusulkan,” ujar Syahrullah kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor belum lama ini.

Sebagai upaya tindak lanjut di lapangan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang ada di wilayah provinsi termuda Indoneaia ini. Melalui koordinasi itu, kabupaten/kota diminta mengusulkan titik-titik blank spot untuk kemudian diteruskan ke kementerian terkait. “Dalam hal ini, BAKTI (Badan Aksesbilitas Komunikasi Telekomunikasi dan Informasi). Jadi, nanti lewat situ masuknya usulan itu,” katanya.

Hanya saja, yang diprioritaskan terdiri atas dua hal, yakni wilayah perbatasan dan daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Oleh karena itu, kabupaten/kota yang tidak masuk wilayah 3T, itu mungkin antrenya sedikit panjang.

Namun, pihaknya juga tidak tinggal diam. Dalam hal ini, pihaknya tetap mendorong untuk segera difasilitasi oleh pemerintah pusat. Termasuk, berkoordinasi dengan pihak provider untuk meminta dukungannya guna menjawab kebutuhan masyarakat.

“Saya sudah hubungi pihak provider, dalam hal ini Telkomsel. Sebenarnya yang diperlukan di sini hanya berupa penguatan. Karena jika untuk pembangunan tower baru, mereka pasti akan memperhitungkan jumlah penggunanya, karena kaitannya dengan biaya operasional mereka,” kata Syahrullah.

Selain penguatan jaringan, sekarang juga sedang dilakukan pembangunan fiber optik (FO) yang terhubung ke seluruh kabupaten/kota yang ada di provinsi ke-34 ini. Jika itu sudah selesai, maka provider akan lebih mudah karena bisa langsung lewat FO itu.

Sejauh ini ada dua provider, yakni Telkomsel dan Indosat yang ingin masuk di Kaltara. Ini akan ditindaklanjuti oleh pemerintah dengan melakukan pertemuan untuk melakukan pembahasan yang lebih detail lagi.

“Kita harapkan rencana pengaktifan BTS yang ada ini dapat dilakukan secepatnya. Karena itu sangat dibutuhkan, tapi pada prosesnya tetap kembali lagi ke provider, karena mereka pasti tetap memperhitungkan keuntungannya,” kata Syahrullah.

Pastinya, pihaknya berharap Kaltara, khususnya Bulungan ini dapat bebas blank spot sesuai dengan target nasional, yakni pada tahun 2020. Tapi, dalam hal ini ia mengaku tetap tidak bisa berandai-andai, karena tidak ada kewenangannya di provinsi. “Jadi kita lihat nanti seperti apa realisasinya di tahun 2020. Sekarang ini kita hanya bisa berjuang dan mengusulkan,” tuturnya.

Sementara Camat Tanjung Palas, Wahidin mengatakan, terkait persoalan jaringan telekomunikasi ini, pihaknya dari kecamatan sudah mengusulkan ke pemerintah untuk dilakukan tindak lanjut persoalan yang ada di lapangan.

“Cuma kalau bangun tower itu, kan orientasinya provit (keuntungan). Hanya saja, jika ditinjau, konsumen yang ada di wilayah itu (seperti Pejalin) tidak memenuhi target,” katanya.

Tapi, tidak hanya sampai di situ. Tapi, pihaknya juga sudah mengusulkan ke provinsi, dalam hal ini Diskominfo mengenai permasalahan tower itu. Harapannya, ada tindak lanjut yang kemudian merealisasikan pembangunan tower ini.

“Persoalan ini sudah sangat dibutuhkan. bahkan hingga ke anak sekolah. Katakanlah mereka ingin men-download untuk tugas belajar mereka, nah itu menjadi kendala juga. Terpaksa anak-anak ini keluar dulu mencari tempat yang jaringannya baik,” bebernya.

Diharapkan di 2020 nanti target nasional mengenai bebas blank spot itu dapat terealisasi. Pastinya, pihaknya dalam hal ini sifatnya hanya menunggu seperti apa tindak lanjut dan realisasinya di lapangan nanti.

Kehadiran telekomunikasi di daerah dinilai mampu mengembangkan daerah. Sebaliknya, jika suatu daerah tidak memiliki jaringan telekomunikasi akan membuat daerah tersebut tertinggal.

Pengamat ekonomi, Dr. Arif Jauhar Tontowi menjelaskan, perkembangan digital membuat perputaran ekonomi begitu cepat. Sehingga, jika ada wilayah tidak terjangkau jaringan telokomunikasi tentunya merugikan daerah itu sendiri. “Sebab, akan tertinggal dengan daerah lain yang ditopang dengan perkembangan telekomunikasi,” jelas Arif kepada Radar Kaltara.

Dijelaskan, dengan kondisi ini tugas pemerintah daerah tentunya harus bekerja keras. Agar perkembangan tidak terpusat hanya pada satu daerah saja. Harus dilakukan secara menyeluruh. Karena mengembangkan suatu daerah salah satu faktor yakni jaringan telokomunikasi.

“Kemarin hasil riset di Long Beluah jaringan mati tidak ada sama sekali. Padahal petumbuhan ekonomi terjadi karena didorong oleh fasilitas jaringan telekomunikasi,” bebernya.

Ia berharap dengan kondisi ini menjadikan pemerintah daerah dapat mengikuti perkembangan digital dan dapat memenuhi infrastruktur telekomunikasi. Agar tidak ada lagi hambatan komunikasi untuk daerah yang berada di pedalaman.

Setelah itu, pemerintah daerah memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa dunia digital sangat mendukung untuk perkembangan usaha dan ekonomi. “Dua ini yang perlu dilakukan pemerintah. Padahal mereka sudah bergantung dengan jaringan telekomunikasi dan akhirnya menghambat kegiatan ekonomi, dan kegiatan lainnya,” harapnya.

Saat ini perkembangan ekonomi Bulungan masih lamban menangani persoalan ekonomi di masyarakat. Ia menilai pemerintah daerah kurang greget bertindak dengan alasan klasik. “Kita masih melihat dari sisi pemasaran lambat banyak kendala. Dampaknya juga motivasi para petani untuk meningkatkan produktivitas mereka tidak kuat. Petani akhirnya khawatir hasil produksi tidak terjual dengan baik,” jelasnya.

Dan saat ini, perkembangan jaringan telekomunikasi masih berkonsentrasi pada daerah kota saja. Sedangkan daerah pinggiran dan pedalaman tidak ditingkatkan. Hasilnya, daerah juga jauh tertinggal. “Daerah pinggiran dan agak ke dalam harus ditingkatkan agar tidak tertinggal. Berkaitan dengan digital harusnya bersosialiassi dengan masyarakat dengan menggunakan telekomunaskasi dan infratruktur diperkuat tentunya akan mendukung,” ungkapnya. (iwk/akz/eza)

 


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:41

Penyebaran Meluas, Pesan 1.000 Rapid Test

TANJUNG SELOR – Stok rapid test yang diterima Pemerintah Kabupaten…

Senin, 06 April 2020 14:40

Pembangunan Pasar Modern Masuk Tahap Akhir

TANJUNG SELOR - Ditengah pademi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Utara…

Senin, 06 April 2020 14:37

TPA Km 9 Segera Difungsikan

TANJUNG SELOR - Sempatmendapat tolakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan…

Senin, 06 April 2020 14:36

Personel Polri Dilarang Mudik

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara memastikan personel tidak…

Senin, 06 April 2020 13:13

Tingkat Hunian Turun, Hotel Tutup

TANJUNG SELOR - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di…

Senin, 06 April 2020 11:31

Bikin Heboh..!! Peta Zona Merah Covid-19 Tersebar, Begini Kata Kominfo

TANJUNG SELOR - Munculnya informasi yang beredar di mediasosial (medsos)…

Senin, 06 April 2020 11:26

Pemprov ‘Suntik’ Rp 20 Miliar

TANJUNG SELOR – Berbagai aktivitas di lingkungan pemerintahan jadi terhambat…

Senin, 06 April 2020 11:21

Disdukcapil Siapkan Rp 400 Juta untuk Alat Rekam Portabel

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui…

Jumat, 03 April 2020 12:35

Belum Siapkan Pemakaman Khusus untuk Pasien yang Meninggal karena Corona

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian memberikan…

Jumat, 03 April 2020 12:32

Polisi Bongkar Penjualan APD dengan Harga Tak Wajar

TANJUNG SELOR – Ada saja yang dilakukan PT DMS, penyedia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers