MANAGED BY:
SABTU
17 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 23 Juli 2019 10:49
Antre Panjang, Beli Pertalite Tak Dibatasi
ANTRE: Banyaknya masyarakat yang mengisi BBM menggunakan jeriken di SPBU Gunung Lingkas Jalan Kusuma Bangsa, Senin (22/7). IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Ditiadakannya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, diharapkan dapat mengurangi jumlah pengetap di Bumi Paguntaka. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan yang diharapkan. Masyarakat kembali berbondong-bondong membeli BBM non subsidi menggunakan jeriken sehingga mengakibatkan antrean yang panjang.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan hingga pukul 19.00 Wita masih terjadi antrean yang panjang di sekitaran SPBU Mulawarman. Sebab, banyaknya masyarakat yang membeli dengan membawa jeriken.

Hal tersebut juga dikeluhan oleh salah seorang pengguna pertalite Kota Tarakan, Wahyu (30) mengatakan bahwa saat premium masih  diadakan, dirinya dengan mudah mengantre BBM pertalite di SPBU Tarakan. Namun, belakangan ini, dia kaget melihat banyaknya motor yang membawa jeriken  hingga membuat antrean di pom bensin menjadi panjang yang membeli BBM jenis pertalite.

“Saya mengantre sampai 30 menit. Padahal kemarin-kemarin nggak kayak gitu lamanya,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Region Manager Comm and CSR Kalimantan, Heppy Wulansari mengatakan bahwa pada 8 hingga 18 Juli 2019, pihaknya memang tidak melakukan penyaluran BBM jenis premium di Kota Tarakan. Hal tersebut dikarenakan permintaan dari pihak Disperindakop Tarakan mengingat banyaknya antrean di SBPU maupun APMS Tarakan.

“Makanya dihentikan sementara penyalurannya, itu pun bukan karena kebijakan kami tapi dari pemerintah,” ungkapnya.

Saat pasokan premium dihentikan sementara, pihaknya pun melihat bahwa jumlah antrean di SPBU maupun APMS menjadi sedikit. Hingga akhirnya pasokan premium kembali dilakukan oleh Pertamina ke Kota Tarakan. Namun, saat premium diadakan kembali, para pengetap kembali bermunculan dan membuat antrean di SPBU maupun APMS kembali penuh.

“Kenapa kami berhentikan? Karena antreannya panjang banget. Kami persilakan saja kalau konsumen memilih BBM pertalite dan mau antre, karena  itu non subsidi,” katanya.

Heppy menjelaskan, pada dasarnya pembelian BBM jenis non subsidi sama sekali tidak dibatasi oleh pihaknya. Untuk itu, sebagai lembaga penyelenggara pihaknya tidak dapat melakukan pengecekan maupun memberikan sanksi kepada kendaraan yang dinilai sebagai pengetap.

“Jika mereka masih menggunakan kendaraan, maka yang pasti kami layani. Baik pertalite, maupun pertamax pasti kami layani. Jadi kalau masalah pengetap, itu dari pihak kepolisian,” jelasnya.

“Kalau masalah pengetap, kami tidak bisa beri statement apapun karena bukan ranah kami, kami hanya menyalurkan. Orang beli, ya kami layani. Kalau premium itu dari pemerintah, silahkan itu kuotanya sudah ada,” sambungnya. (shy/nri)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 11:08

Diduga Mesin Mati, Truk Kontainer Terbalik

TARAKAN - Sebuah truk kontainer berukuran 12 meter dengan muatan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:01

BPJS Pastikan Tetap Jamin Persalinan

TARAKAN – Meski tanpa surat rujukan, ibu melahirkan di rumah…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:56

Tiga Hari Lagi Bumi Paguntaka Diramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Tinggal menghitung hari, masyarakat Kota Tarakan dimeriahkan dengan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:54

Meraup Pundi-Pundi Rupiah dari Balik Jeruji

“Kegiatan ini bisa menjadi wadah kami warga binaan yang ada…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:24

Warga Lapas Ikut Pemecahan Rekor Muri

TARAKAN – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 Republik Indonesia (RI)…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:17

Ratusan Ambal Diamankan Pihak Bea Cukai

TARAKAN – Kantor Bea Cukai Tarakan mengamankan ratusan bal ambal…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:02

Jalan Rawan Kecelakaan, Warga Harapkan Pelebaran Jalan

TARAKAN - Sering terjadinya kecelakaan di Jalan Aki Balak, Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:18

Kerugian Negara hingga Rp 500 Juta

TARAKAN - Perkara dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan fasilitas Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:12

WNA Filipina Terdampar di Perairan Tolitoli

TARAKAN – Sempat terombang-ambing di laut selama 5 hari, Antonius…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:10

Pendaftaran Ditutup, Peserta Capai 5.853 Orang

TARAKAN – Pelaksanaan pawai pembangunan 2019 tersisa empat hari lagi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*