MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 23 Juli 2019 10:46
Konflik Tanah Warga dan TNI, Tempuh Solusi Jangka Pendek
CARI SOLUSI: Masyarakat Pantai Amal dan Lantamal Tarakan saat melakukan pertemuan di Pemkot Tarakan, Senin (21/7). YEDIDAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Persoalan lahan di kawasan Pantai Amal Kota Tarakan, antara masyarakat Kelurahan Pantai Amal dan Lantamal Kota Tarakan belum juga usai. Pemerintah Kota Tarakan langsung turun tangan untuk bersama-sama menengahi persoalan ini, kemarin (22/7).

Kepada Radar Tarakan, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes mengatakan bahwa pihaknya melakukan rapat pendahuluan bersama Lantamal XIII Tarakan dan Forkompinda, masyarakat dan SKPD terkait untuk menyikapi permasalahan lahan di Kelurahan Pantai Amal.

“Memang tadi kami melakukan bedah legalitas, bahkan diskusi di dalam forum dan saling terbuka. Akhirnya, ada pengakuan bahwa itu memang merupakan barang milik negara di bawah pengawasan Lantamal XIII Tarakan. Tapi dalam lokasi tersebut telah ada masyarakat yang berdiam berpuluh tahun yang lalu. Secara manusiawi, kalau mau pakai hukum ya memang harus keluar dari lahan itu, sehingga kami diskusi bersama dan mendapat solusi yang terbaik,” jelasnya.

Lebih lanjut Khairul menjelaskan, pada lahan kosong tersebut karena status hukumnya di bawah pengawasan Lantamal XIII Tarakan, maka mereka saat ini sedang membangun rumah untuk para prajurit TNI AL. Namun, ada pula jaminan bahwa bangunan masyarakat yang berada di kawasan tersebut tidak akan diganggu, sembari pemerintah mencarikan solusi.

“Memang ini bukan keputusan lokal, karena ini barang milik negara, jadi ini sama kalau mau melepas atau menghibahkan jangankan kepada masyarakat, kepada pemerintah saja harus ada kesepakatan antara DPR RI, kalau di sini bersama DPRD. Jadi kalau mau lepas lahan satu meterpun harus ada persetujuan dari DPRD karena itu sudah masuk dalam aset daerah,” ucapnya.

Untuk itu, solusi tengah yang diambil ialah karena Lantamal XIII Tarakan memiliki kegiatan yakni membangun rumah prajurit sekitar 20 unit, yang  diklaim dari masyarakat dan akan dibahas bersama.

“Kalau sudah masuk ke daftar aset negara, maka tidak bisa dilakukan apa-apa. Kami tidak melihat institusi, ini negara punya,” ungkapnya.

Sementara itu, Komandan Lantamal XIII Kota Tarakan, Laksamana Pertama Judijanto mengatakan pihaknya telah mendapatkan solusi jangka pendek, menengah dan panjang bersama pihak masyarakat Pantai Amal. Yang dimaksud ialah, pihaknya akan tetap melakukan pembangunan sebanyak 20 unit, sehingga pihaknya tidak akan melakukan pembongkaran maupun langkah yang akan merugikan masyarakat.

“Kami memahami masyarakat di sana, kami ingin membantu masyarakat untuk tetap tinggal dan melakukan kegiatan sehari-hari,” ucapnya.

Selain itu, ada pula solusi jangka menengah yang akan dilakukan pihaknya yakni mengalokasikan lahan, misalkan adanya lahan 300 hektare kemudian diberikan 200 atau 100 hektare untuk Lantamal XIII Tarakan. Namun hal ini masih dalam konsep dan belum mendapatkan keputusan.

“Masyarakat akan tetap tinggal di sana, akan diganti rugi. Atau mungkin dari Kementerian Pertahanan mau memberikan pergantian, atau opsi lain,” tuturnya.

Opsi jangka panjang ialah dana kerohiman dari Kementerian PUPR, yakni dana yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat apabila terjadi konflik. Cara-cara tersebut akan ditempuh oleh pihaknya.

“Perlu ditekankan bahwa kami tidak ingin menyengsarakan masyarakat, kami ini ingin memberitahu kepada masyarakat bahwa ini adalah tanah negara dan sudah masuk ke dalam milik negara, tidak mungkin dilakukan pengalihan hak secara sepihak, jadi harus ada keputusan dari tingkat atas yang menyatakan bahwa akan ada solusi-solusi,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Tokoh Masyarakat RT 15 Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan, Yusuf mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi bersama pemilik lahan lainnya. Jika dianggap solusi tersebut cukup baik, maka pihaknya akan melakukan solusi tersebut. Namun, jika terdapat sedikit gejolak akan disampaikan pihaknya kepada Lantamal XIII Tarakan.

Melalui rencana pembangunan rumah oleh pihak Lantamal, dikatakan Yusuf pihaknya masih akan melakukan pembahasan bersama pemilik lahan dan keluarga.

“Apakah nanti sepakat, dan apa kebijakan Lantamal dan pemkot, maka kami akan bertemu. Kalau masih ada sedikit unek-unek, akan kami sampaikan kepada Lantamal, kami akan terbuka. Siapa tahu nanti ada solusi terbaik yang akan saling menguntungkan,” harapnya. (shy/nri)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:31

Krisis Air Makin Dekat, Diprediksi Sisa 4 Hari

TARAKAN – Air baku pada Embung Binalatung atau Kampung Satu…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:30

Pemkot Siapkan Regulasi Hatchery Kepiting

TARAKAN – Pengaturan ekspor kepiting, lobster dan rajungan sudah melalui…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:29

Mustain, Suara Dua Kali Lipat di Periode Kedua

Mustain, S.H, duduk untuk periode kedua sebagai anggota DPRD Tarakan.…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:27

WASPADA..!! Kosmetik Berbahaya Itu Ternyata ‘Ganti’ Wajah

TARAKAN- Beredarnya kosmetik bahan berbahaya disikapi Badan Pengawas Obat dan…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:01

Over Kapasitas, Pemkot Bantu Rutan

TARAKAN – Kondisi over kapasitas yang terjadi pada Lapas Kelas…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:58

Kesalahan Saat Pengerjaan, Jalan RT 09 Terancam Longsor

TARAKAN - Terdapatnya lubang besar yag berada tepat di bawah…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:55

Main Sabu, Satu Warga Binaan Lapas Dijemput BNNK

TARAKAN – Penyidik Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan (20/8),…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:54

JPU Tuntut Irfan 20 Tahun Penjara

TARAKAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Muhammad Irfan yang…

Rabu, 21 Agustus 2019 09:46

Jalan P. Aji Iskandar Dinyatakan Rawan

TARAKAN – Pasca peristiwa kecelakaan di Jalan P. Aji Iskandar…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:35

Kelas RSUD Jadi Perdebatan

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan milik Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*