MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 22 Juli 2019 10:35
Sabu-Sabu 38 Kg Itu Sudah Sebulan Diintai

190 Ribu Jiwa Diselamatkan BNN

TUJUAN SAMARINDA: Kasubdit Interdiksi Darat dan Lintas Batas (DLB) BNN Pusat Kombes Heri Istu Hariono (dua dari kiri) memimpin rilis penangkapan tersangka sabu-sabu dengan barang bukti 38 kg di Mapolres Bulungan, Minggu (21/7). ASRULLAH/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Inilah barang bukti terbesar sepanjang sejarah penangkapan tersangka narkotika jenis sabu-sabu di Kalimantan Utara (Kaltara), 38 kilogram. Perjalanan narkotika golongan satu dari Tawau ke Samarinda itu terhenti di tangan Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Polres Bulungan, Sabtu (20/7) sekira pukul 08.00 WITA.

190 ribu jiwa diselamatkan. Demikian asumsi BNN saat merilis tersangka pada kasus tersebut, Minggu (21/7) di Tanjung Selor.

Kasubdit Interdiksi Darat dan Lintas Batas (DLB) pada BNN Kombes Pol Heri Istu Hariono menyampaikan, Kaltara mendapatkan perhatian khusus atas peredaran narkotika. Penyebabnya, letak geografis Kaltara memiliki daerah perbatasan darat dan laut. Kaltara jalur empuk masuknya narkotika.

“Tingkat kerawanan masuknya narkotika dari luar negeri dengan memanfaatkan daerah perbatasan cukup tinggi,” ucap Kombes Heri Istu Harion di Mapolres Bulungan menghadap meja yang sebagian tertutupi barang bukti.

Jalur tikus hingga ribuan, di sepanjang garis perbatasan dan pulau-pulau kecil. Kondisi ini menyulitkan petugas untuk menutup ruang gerak dan pintu masuk jalur narkotika ke Indonesia. Namun, BNN terus menguatkan sinergi lintas instansi guna melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan. 

Dirincikan, pelaku yang diamankan berinisial AF (20), warga Samarinda yang bermukim di Komplek Graha Indah, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Pengungkapan itu bermula dari sebuah laporan atau informasi dugaan adanya pengiriman sabu-sabu dalam jumlah besar dari Tawau, Sabah, Malaysia. “Personel bergerak cepat atas informasi tersebut. Setidaknya membutuhkan waktu selama sebulan untuk mengungkap upaya pengiriman sabu tersebut,” jelasnya.

Pelaku diamankan tepat di Jalan Jelarai, Kecamatan Tanjung Selor.
Pelaku mengendarai kendaraan roda empat (R4) jenis Innova dengan nomor polisi KT 1538 WE yang tengah melaju menuju Kaltim. Sabu dikemas dalam plastik bening, disimpan di dalam dua tas berbeda dengan total keseluruhan 38 bungkus. Setiap bungkus masing-masing 1 kg. 

Dugaan sementara, pelaku berperan sebagai kurir jaringan internasional. Barang bukti dan tersangka kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut. BNN menduga kemasan sabu yang diamankan berasal dari jaringan baru.

Sebab, berdasarkan identitas barang bukti yang selama ini diamankan menggunakan kemasan tea merek Guan Yin Wang asal Cina. Sedangkan, dari barang bukti 38 kg menggunakan kemasan tidak seperti biasanya. Menggunakan plastik bening dua lapis. Plastik dengan tanda berbentuk oval berbagai warna.

“Sedang kami dalami. Karena berdasarkan kemasan ini berbeda dengan kemasan segi tiga emas,” jelasnya saat menunjukkan sabu-sabu yang masih lengkap dalam kemasan.

Dari ciri-ciri itu pula, kata dia, umumnya barang bukti yang disita memiliki penanda sebagai identitas jaringan. Ciri khas itu juga menjadi kode atau petunjuk saat barang dalam pengiriman. “Dengan ini jaringan sudah memiliki peran masing-masing. Mulai dari bos hingga kurir. Dan kami masih melakukan pengembangan. Kalau pengakuan si kurir ini baru sekali bawa sabu-sabu,” kisahnya.

 

Pelaku pun dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Ia pun berharap sinergi semua instansi mulai dari BNN, Polri, TNl, Bea Cukai, lembaga yudikatif, lembaga pemasyarakatan (lapas), Pemprov Kaltara dan pemerintah kabupaten/kota. “Peran serta aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk berperang melawan musuh bersama, yaitu narkotika,” ulasnya.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC) Tarakan, Minhajuddin Napsah menyampaikan, komitmen Bea Cukai memberantas narkotika tak pernah surut. Itu dibuktikan selama 2019 pihaknya sudah melakukan penindakan terhadap peredaran narkotika jumlahnya sebanyak 45,1 kg. 

Menurutnya, Indonesia sebagai pangsa pasar yang besar. “Empat penindakan di Bea Cukai Tarakan selama 2019,” sebutnya.

Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho menjelaskan, penyelundupan ini dilakukan memanfaatkan situasi. Sebab, saat perayaan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 pelaku menyelundupkan sabu.

“Pelaku pakai titik lemah kita pada saat ada Hari Anti Narkotika. Tetapi berkat komunikasi dan kolaborasi bersama menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” bebernya.

 

JARINGAN KECIL TERHUBUNG BANDAR

Di Jalan Jelarai saat penangkapan itu berlangsung, suara mendesing yang begitu kuat mengagetkan warga. Lokasi penangkapan terjadi tak jauh dari Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bulungan.

Penangkapan itu pun membuat geger. “Sempat ada suara tembakan sekali,” kata warga yang enggan namanya ditulis.

Sebuah mobil putih ditahan personel Satlantas Polres Bulungan. Warga pun semakin penasaran. Beberapa polisi berpakaian preman lantas meminta warga yang berusaha mendekat berbalik arah.

Dua orang diperiksa dari dalam mobil. Kemudian barang bawaan mereka juga ikut diturunkan. “Setelah proses pemeriksaan itu, semuanya langsung meninggalkan lokasi,” imbuhnya.

Kombes Pol Adi Affandi menegaskan kondisi geografis berbatasan dengan negara Malaysia sejumlah daerah di Kaltara menjadi perhatian. Seperti, Nunukan dan Kota Tarakan. Narkotika tersebut masuk melalui Kaltara dengan tujuan akhir Kaltim, Sulsel dan Sulteng, hingga ke Jawa.

Rute paling lazim, dari Tawau, Malaysia menuju Tarakan. Sebagian beradar di Tarakan, sebelum lanjut ke Tanjung Selor dan Samarinda atau Makassar. Jalur lainnya, dari Tawau ke Nunukan dan melanjutkan perjalanan via laut ke Sulsel.

“Semuanya barang dari Malaysia, naik kapal menuju Sulsel. Di Sulsel nantinya sabu akan terpecah di Parepare, Pinrang hingga Sidrap. Jalur tersebut dimanfaatkan pelaku untuk memasukkan narkotika ke Indonesia. Jaringan narkotika saat ini terorganisir melibatkan pelaku antarnegara,” kata pria yang menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltara tersebut.

Dua tahun terakhir sejak 2018 lalu hingga saat ini, pelaku yang diamankan mulai dari kurir hingga pemesan sabu sebanyak 705 orang. Sementara, jumlah barang bukti sebanyak 124,6 kg.

“Selain dari Polda, juga jajaran polres menunjukkan jumlah barang bukti begitu banyak. Untuk menghentikan ini sinergitas seluruh pihak terkait dan masyarakat dibutuhkan. Dengan memberikan informasi adanya aktivitas peredaran sabu,” harapnya.

Selain itu, langkah para pelaku untuk mengedarkan narkotika ditempuh dengan berbagai cara. Baru-baru ini, terungkap modus yang digunakan pelaku. Melalui bandar yang berada di Malaysia dengan mudah memberikan sabu. Walaupun dengan jumlah besar tanpa harus menerima bayaran terlebih dahulu.

Itu diperparah dengan jaringan kecil yang dapat langsung memesan langsung ke bandar. “Sebelumnya mendapatkan barang dengan memesan melalui orang kedua. Kini dapat memesan secara langsung ke bandar. Karena, bandar yang berada di Malaysia jika sudah kenal, tidak perlu dibayar cash. Barangnya dibawa dulu nanti dibayar belakangan,” pungkasnya.

 

BENDUNG DENGAN TIM INTERDIKSI

Selain Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Selatan (Sumsel), Kaltara juga menjadi prioritas skala nasional Badan Narkotika Nasional (BNN). Kaltara strategis, baik darat maupun laut bagi pelaku narkotika.

Rentetan penangkapan pun disikapi BNN perlahan. Lembaga yang kini dikepalai pejabat setingkat menteri berdasarkan Perpres Nomor 47 Tahun 2019 itu mempersiapkan langkah untuk membendung masuknya narkotika.

“BNN bakal membentuk tim operasi interdiksi terpadu untuk Kaltara. Tim ini nantinya melibatkan seluruh instansi yang berkaitan dengan jalur masuk orang dan barang ke Kaltara,” ucap Kasubdit Interdiksi Darat dan Lintas Batas BNN Kombes Pol Heri Istu Hariono.

Menurutnya, saat ini kerawanan di Kaltara cukup tinggi lantaran banyaknya jalur tikus. Hal ini juga yang membuat petugas kesulitan untuk mengawasi pergerakan masuknya narkotika dari luar. 

Selain membentuk tim, nantinya akan membentuk pos operasi interdiksi terpadu yang melibatkan unsur TNI Polri, Bea dan Cukai, dan BNN. Dengan begitu, kerja sama dan sinergis semua pihak dapat mempersempit pergerakan masuknya narkotika melalui Kaltara. “Saat bekerja, yang menjadi target tidak hanya pengedar, kurir narkoba saja. Tetapi yang menjadi target utama dapat mengungkap jaringan peredaran narkotika,” jelasnya.

Kemudian, keberadaan personel dan pos yang ditugaskan nantinya akan melakukan pemetaan. Sebab, Kaltara menjadi pintu masuk atau daerah transit. Untuk itu pihaknya menyakini adanya pos yang didirikan dapat bekerja maksimal saat bertugas.

“Selama ini keberhasilan pengungkapan kasus yang dilakukan merupakan kerja sama yang telah dibangun. Dan juga atas partisipasi masyarakat yang memberikan informasi,” tambahnya.

Saat ditanya terkait tindak lanjut pemasok barang haram yang merupakan WNA, ia menegaskan komunikasi dengan Interpol terus berjalan. Selain itu, koordinasi dengan liaison officer (LO) di Malaysia diintensifkan. “Ini (sabu 38 kg) asal Tawau, Sabah, Malaysia. Koordinasi dengan aparat Malaysia juga kami lakukan. Juga melalui LO di Malaysia. Makanya, koordinasi juga akan kami bangun di sana,” pungkasnya. (akz/lim)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 14 September 2019 08:49

Hoaks Masih Menjadi Atensi KPU

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan, tak…

Sabtu, 14 September 2019 08:44

Harga Turun, Loh Kok ...Pedagang Ayam Protes

TANJUNG SELOR – Penurunan harga yang dilakukan peternak (inti) Paguntaka…

Sabtu, 14 September 2019 08:36

Hari Ini Jemaah Haji Kaltara Tiba di Balikpapan

TANJUNG SELOR – Jumat (13/9), jemaah haji asal Kabupaten Bulungan…

Sabtu, 14 September 2019 08:27

Polda Minta Dukungan Legislatif

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda ) Kaltara berharap pembangunan…

Jumat, 13 September 2019 13:38

PAD Pelabuhan Tengkayu II Terus Meningkat

TANJUNG SELOR – Pembenahan secara fisik maupun administrasi Pelabuhan Tengkayu…

Jumat, 13 September 2019 13:34

Dua Kapal Pelra Tiba di Kaltara

TANJUNG SELOR – Dua dari tiga unit kapal pelayaran rakyat…

Jumat, 13 September 2019 12:32

Ditinggal Pemiliknya, Rumah Ludes

TANJUNG SELOR – Satu rumah di Jalan Sabanar Lama Kecamatan…

Jumat, 13 September 2019 12:23

Tiga Hari, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan

TANJUNG SELOR –Menindaklanjuti surat Kementerian Sekretaris Negara, sejumlah masyarakat di…

Jumat, 13 September 2019 12:15

Berharap Kinerja BPK Lebih Baik Lagi

TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten…

Jumat, 13 September 2019 11:19

Butuh Rp 12 M untuk Perbaikan Jalan Salimbatu

TANJUNG SELOR - Tahun ini melalui anggaran pendapatan dan belanja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*