MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 22 Juli 2019 10:18
Parah, Pemadaman Listrik hingga 24 Jam
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Pemadaman bergilir selama 3 hari di kota Tarakan karena adanya perawatan jaringan gas PT Medco E&P dan PLN menuai keluhan. Khususnya di beberapa kelurahan, seperti Kelurahan Kampung Empat, Karang Anyar dan Sebengkok.

Hal itu dikarenakan, pemadaman yang terjadi di wilayah tersebut hingga 24 jam. Sehingga masyarakat pada kawasan tersebut merasa dirugikan. Rerata mereka yang menggunakan kulkas tak berfungsi maksimal. Isinya pun sebagian tak dapat digunakan.

Seperti diungkap Nadia (27), seorang warga Kelurahan Karang Anyar yang berjualan dengan mengandalkan kulkas. Dirinya tidak bisa berjualan karena padamnya listrik yang terjadi seharian. Ia hanya pasrah dan menunggu hingga listrik dapat kembali normal.

"Tidak bisa jualan. Es lilin itu mencair semua. Mau tidak mau menunggu saja sampai listrik normal. Beginilah nasib orang kecil," ujarnya, kemarin (21/7).

Sementara itu, Eksam (25) warga Kelurahan Kampung Empat mengaku karena padamnya listrik dalam waktu 24 jam, ikan dan daging pada kulkas mengalami pembusukan. Kerugiannya hingga jutaan rupiah. Ikan dan daging tersebut pun sudah tidak layak konsumsi lagi.

"Ini kerjaannya PLN ini, gara-gara PLN busuk semua ikan dan daging di kulkas. Jadwalnya cuma 8 jam. Ujung-ujungnya siang ketemu siang baru nyala.  Kalau dihitung-hitung ini daging 8 kilo, bandeng 5 kilo, hitunglah totalnya. Daging saja sekarang Rp 130 ribu per kilo. Kalikan, baru tambah harga bandeng," kesalnya.

Menanggapi hal tersebut, Agus Hidorahayu selaku Manajer Teknik Instalasi PLN, menerangkan, tidak sesuainya pemadaman listrik disebabkan karena adanya terjadinya beberapa kendala teknis pada perawatan. Sehingga pihaknya memerlukan waktu lebih lama untuk perawatan beberapa instalasi.
"Saat ini kami sedang perbaikan dan rekonduktor. memang kami mengalami kendala karena beberapa faktor tehknis. Selain itu begini, untuk meminimalisir pekerjaan ke depannya sehingga kami mengerjakan sekalian semuanya dimaksudkan supaya selanjutnya  pemadaman tidak ada lagi," tukasnya.

Terangnya, pada sebagian penyalur instalasi tidak mampu mendistribukan listrik secara normal. Sehingga pada prosesnya listrik yang didistribusikan tidak dapat mencapai semua jalur. Hal itulah sebagian wilayah tidak dapat menyala meski jadwal pemadaman telah berakhir. Meski demikian, ia menerangkan proses itu hanya terjadi selama pigging oleh PT Medco saja. Mengingat saat pigging, instalasi tidak bisa digunakan secara maksimal.

"Sekali lagi kami meminta maaf kepada masyarakat, karena jalurnya di sini (Tarakan) tidak seperti pada kota-kota besar, sehingga kami juga mengerjakannya sedikit kesulitan.  Kalau di kota besar, penyalurnya bisa manuver ke mana-mana, kalau di sini susah karena penyalurnya cukup panjang. Ketika kami memprediksi distribusi sampai saluran ujung, ternyata saat dilepas tidak mencapai jalur tengah. Jadi saat di tengah, listriknya sudah habis terserap jalur lain akhirnya sebagian jalur tidak kebagian. Kami meminta maaf atas kenyamanan ini," tukasnya.
Selain karena faktor teknis, ia menjelaskan jika pihaknya juga melakukan upaya penyelesaian lebih cepat. Agar ke depannya pemadaman listrik dapat diminimalisir.

“Inilah yang menjadi PR kami, bagimana sistem ini bisa berjalan lebih cepat. Kami berupaya mengerjakannya sekaligus. Istilahnya sambil menyelam minum air. Jadi kami kerjakan agak banyak supaya selanjutnya bisa lebih sedikit. Jadi risiko dari upaya itu adanya pemadaman listrik lebih lama," terangnya. (*/zac/lim)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:36

Bagaimana Posisi Tarakan Ketika Ibu Kota di Kaltim..?

TARAKAN – Meski akhirnya dianulir, pernyataan Menteri Agraria dan Tata…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:35

EMBUNG MENGERING..!! Krisis Air di Kota Ini Makin Dekat

TARAKAN – Hujan yang tak kunjung turun di sekitar Embung…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:33

Mendapatkan Hidayah, Memperdalam Ilmu Agama

Joko Wibowo menjadi perbincangan hangat setelah viral melalui channel Youtube…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:32

Dapot Sinaga, Kenal Dunia Politik dari Teman

Meski awalnya tak tertarik untuk bergabung dalam dunia perpolitikan, namun…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:30

ADA APA..?? Puluhan Warga Amal Datangi Polres Tarakan

TARAKAN - Puluhan masyarakat Jalan Binalatung RT 15, Kelurahan Pantai…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:29

Keberadaan Gajah Kerdil di Nunukan Masih Misteri

KEBERADAAN gajah kalimantan (Elephas maximus borneensis) di Kaltara menjadi misteri.…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:12

Waspadai Titik Rawan Laka MD

TARAKAN – Dekat atau jauh jarak yang akan dituju tidak…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:09

Warga Berharap Adanya PJU

TIDAK terdapatnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di RT 08, Kelurahan Kampung…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:04

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Percobaan Penculikan

TARAKAN – Penyidik Satreskrim Polres Tarakan masih terus melakukan penyelidikan…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:50

Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan Peserta Terbaik

TARAKAN – Hampir satu minggu berlalunya pawai pembangunan 2019, yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*