MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 Juli 2019 10:39
Ada yang Padam Dua Kali Sehari
ILUSTRASI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Mulai hari ini, Sabtu (20/7) PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tarakan melakukan pemadaman listrik secara bergilir di Kota Tarakan. Pemadaman ini dilakukan karena adanya kegiatan pigging alias maintenance (perawatan) pipa gas dari Bunyu ke Tarakan yang dilaksanakan PT Medco E&P.

Rencananya pemadaman secara bergilir di Kota Tarakan ini dilakukan selama tiga hari. Terhitung sejak Sabtu (20/7) hingga Senin (22/7), namun disesuaikan dengan proses pelaksanaan pigging di lapangan.

PT PLN (Persero) UP3 Tarakan, Suparje Wardiyono mengatakan jadwal pemadaman ini menyesuaikan dengan kemampuan daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Diesel (PLTMD) yang ada.

Biasanya kemampuan mesin diesel sebesar 42 megawatt (MW), namun dengan adanya pelaksanaan pigging ini kemampuan daya hanya 16 MW. Dalam hal ini pun terdapat beberapa daerah yang terdampak mengalami dua kali pemadaman dalam sehari. Yang artinya total pemadaman mencapai 16 jam per hari.

“Jadwal pemadaman disesuaikan dengan kemampuan daya kami. Sehingga ada beberapa tempat yang hanya padam sekali dalam satu hari, tapi ada juga daerah yang kena dua kali karena kebutuhan daya tidak cukup,” terangnya kepada Radar Tarakan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/7).

Namun pemadaman ini tergantung dari pekerjaan pigging yang dilakukan oleh PT Medco E&P. Dalam hal ini, pihak PT PLN (Persero) UP3 Tarakan terus koordinasi dengan PT Medco E&P.

“Kita tetap koordinasi dengan teman-teman dari Medco sebagai pelaksana pigging. Begitu Medco selesai, kita juga siap mengoperasionalkan mesin lagi,” lanjutnya.

Dalam hal ini pun tidak menutup kemungkinan jadwal pemadaman yang tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan. Hal ini dapat dikarenakan teknis pekerjaan di lapangan selama pelakasanaan kegiatan pigging.

“Kita ada opsi lain. Karena periode pekerjaannya dari pagi sampai sore.  Apabila pekerjaan selesainya lebih cepat, maka penyalaan tentu lebih cepat. Kemudian jumlah daerah padam akan berkurang dan bergeser, meski merasakan pemadaman 8 jam tapi daerahnya perlahan berkurang,” jelasnya.

Selama adanya pemadaman bergilir hingga selesainya pelaksanaan pigging ini, ia mengimbau agar masyarakat mulai bersiap. Entah itu dalam menyiapkan kebutuhan rumah tangga, maupun pekerjaan di kantor.

“Terutama saat malam hari, kalau ada yang menggunakan penerangan alternatif seperti lilin, harus berhati-hati,” imbaunya.

 

PEMADAMAN JARGAS DITARGETKAN 12 JAM

Pelaksanaan pigging yang dilakukan oleh PT Medco E&P, juga akan berdampak pada aliran jaringan gas. Sehingga setiap masyarakat diharapkan waspada dan menyediakan alternatif lain untuk memasak.

Kepada Radar Tarakan, Area Head Perusahaan Gas Negara (PGN) Tarakan Bramantya Pradana Saputra mengatakan, bahwa pekerjaan yang disebabkan oleh pigging PT Medco Tarakan dipastikan berdampak pada 26.965 pelanggan jargas.

“Jadi sementara, aliran jargas akan terhenti dulu kurang lebih 12 jam,” ungkapnya.

Melalui hal tersebut, Braman menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat pertemuan bersama PLN, PT Medco untuk membahas tentang kegiatan pigging tersebut. Untuk itu, pihaknya berharap agar kegiatan pigging tidak terjadi lebih dari batas 12 jam. Sebab pihaknya tak ingin mengecewakan pelanggan.

“Kalau kami, gas masuk langsung bisa dimanfaatkan dan pasokannya kecil. Beda dengan PLN yang jauh lebih besar dibanding kami, sehingga PLN butuh waktu lama dari kami. Jadi kalau selesai pigging, kami langsung bisa alirkan gas tanpa melalui proses apapun,” jelasnya.

Melalui hal tersebut, Braman mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan informasi kepada pelanggan PGN melalui SMS. Sehingga pihaknya berharap agar setiap pelanggan dapat mengantisipasi melalui energi alternatif lainnya.

 

PDAM UNDUR NORMALISASI INSTALASI

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan juga mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik. Perusahaan pelat merah itu menjamin jika distribusi air bersih tetap maksimal.

Pigging yang dilakukan PT Medco hanya menyebabkan penundaan normalisasi dan perawatan pada instalasi milik PDAM Tirta Alam.

Pejabat Sementara (Pjs) PDAM Tirta Alam Sudarto mengatakan PDAM telah menyiapkan bahan bakar solar untuk menggerakkan genset yang menopang pompa instalasi.

“Enggak terpengaruh dengan itu. Kecuali tidak ada persediaan solar bagi genset kami,” terang Sudarto.

Sementara perawatan yang dimaksud seharusnya dilakukan PDAM pada hari ini (20/7). Sehingga dengan padamnya listrik dianggap tidak memungkinkan pihaknya melakukan perawatan dan normalisasi pada instalasi. Mengingat, besarnya daya listrik yang diperlukan dalam kegiatan tersebut. “Memang berkaitan dengan adanya, pemadaman aliran listrik. Maka kami akan menunda penghentian aliran air. Rencananya itu, hari Sabtu kami melakukan normalisasi dan perawatan berkala di instansi kampung bugis. Tapi karena kondisinya tidak memungkinkan, dikhawatirkan nanti genset tidak kuat menopang pemakaiannya. Karena normalisasi pompa ini memerlukan daya cukup besar,” ujarnya, kemarin (19/7).

Ia menerangkan, PDAM menunggu sampai aliran listrik benar-benar berjalan normal. PDAM dapat melakukan normalisasi dengan pemakaian listrik secara maksimal. Lanjutnya, jika listrik sudah berjalan normal dalam 7 hari mendatang, maka sudah dapat dilakukan normalisasi.

"Jadi kami tunda sampai kondisi itu normal. Jadi kami undur dulu normalisasinya sampai keadaan listrik benar-benar normal. Kami juga menunggu curah hujan karena kami mengandalkan tenaga air baku supaya maksimal untuk tampungan. Agar nanti pelayanan kami tidak terganggu. Rencananya diundur Sabtu depan,” tuturnya.

“Karena nanti sudah listrik dan gas alam mati, masak air mati juga. Kasihan nanti masyarakat. Jadi memang ada betulnya kalau normalisasi ini diundurkan. Kalau tiga-tiganya mati, jangan sampai masyarakat mengira ini direncanakan. Padahal kan tidak,” tukasnya.

Selain itu, ia menjelaskan jika saat normalisasi pihaknya akan menghentikan aliran air selama 2 hari. Sehingga ia mengimbau kepada masyarakat untuk menampung air saat sebelum dilakukannya normalisasi yang kemungkinan dilaksanakan Sabtu (27/7). Dikatakannya, sebenarnya proses normalisasi membutuhkan waktu sehari saja. Namun, untuk mengantisipasi adanya kendala, maka pihaknya menambah masa normalisasi menjadi 2 hari.

“Jadi nanti penghentian air bergilir dilakukan 2 hari. Sebenarnya sehari saja cukup yah, cuma karena kami juga mengantisipasi adanya kendala saat normalisasi sehingga kami tambah sehari,” ujarnya.

Walau begitu, ia menerangkan jika proses normalisasi tidak berpengaruh pada sambungan air di seluruh Kota Tarakan. Hal itu dikarenakan, normalisasi tidak dilakukan pada semua saluran. Melainkan hanya pada sambungan sungai Kampung Bugis saja.

"Untuk sambungan dari Kampung Satu dan Persemaian itu tidak ada masalah, karena air di Kampung Bugis airnya digunakan untuk normalisasi ini," terangnya.  (*/one/shy/*/zac/lim)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:35

EMBUNG MENGERING..!! Krisis Air di Kota Ini Makin Dekat

TARAKAN – Hujan yang tak kunjung turun di sekitar Embung…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:29

Keberadaan Gajah Kerdil di Nunukan Masih Misteri

KEBERADAAN gajah kalimantan (Elephas maximus borneensis) di Kaltara menjadi misteri.…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:50

Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan Peserta Terbaik

TARAKAN – Hampir satu minggu berlalunya pawai pembangunan 2019, yang…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:47

Heart of Borneo Dorong Ekowisata Terwujud

TARAKAN - Program Heart of Borneo (HOB) merupakan kerja sama…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:53

5.495 Peserta PBI Terancam Dinonaktifkan

TARAKAN - Sebanyak 5.495 penerima bantuan iuran (PBI) Kota Tarakan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:51

Anthon Joy Ditunjuk sebagai Direktur Radar Tarakan

TARAKAN – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB)…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:49

Pasar di Tarakan Masih Jorok

TARAKAN - Untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini Balai…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:47

PLN Akan Dapat Pasokan Daya 36 MW

TARAKAN – Sebagai upaya memberikan keandalan listrik di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:46

JANGAN MAIN-MAIN..!! Dua OPD Ini Rentan Tindak Pidana Korupsi

TARAKAN - Dua organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai rentan akan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:45

Abdul Kadir, Sempat Vakum dari Politik karena Sakit

Kehilangan seorang kakak, yang merupakan penyemangat Abdul Kadir, S.T dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*