MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 19 Juli 2019 09:41
Dulu Sering Disumpahi, Sekarang Tidur Lebih Nyenyak

Kisah Said Usman Assegaf, Mantan Dirut PDAM Tirta Alam (2-habis)

KEMBALI MENGAJAR: Sebelum menjabat di PDAM, Said Usman Assegaf berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Tarakan. DOKUMENTASI PRIBADI

PROKAL.CO, Said Usman Assegaf telah terbiasa dengan perannya sebelum menjadi direktur utama PDAM Tirta Alam sebagai dosen. Pekerjaan itu perlahan disisihkan mengingat memikul tanggung jawab kepada seluruh masyarakat konsumen air PDAM di Tarakan. Nah, bagaimana setelah tak lagi menjadi dirut. Ia harus mempertahankan rutinitas sebelumnya. Menjadi tantangannya kini.

 

AGUS DIAN ZAKARIA

 

SAID Usman Assegaf mengakui saat ini dirinya sedikit lebih santai dalam menjalani kehidupan. Sebuah tanggung jawab besar lepas di pundaknya. Tanggung jawab sebagai dirut PDAM.

Kini lebih banyak meluangkan waktu lebih banyak untuk keluarga dan menyalurkan ilmu kepada mahasiswanya.

Lepas dari satu tanggung jawab besar, namun hal tersebut tidak serta merta membuatnya menjauh dari organisasi. Saat ini, pria yang akrab disapa Usman tersebut, mengaku tetap meluangkan waktunya untuk eksis berorganisasi. Ia masih konsisten memegang jabatan ketua senat pada perguruan tinggi tempatnya mengabdi.

"Setelah tidak menjabat sebagai dirut PDAM yah sekarang ini kesibukan masih mengajar dan aktif sebagai senat kampus. Senat ini semacam dewan organisasi kampus yang beranggotakan tenaga pengajar yang memantau dan mengurusi segala aktivitas kampus. Saya sebenarnya di fakultas ekonomi, tapi saya lebih bebas mengajarnya ke berbagai fakultas. Karena, saya hanya mengajar MK dasar saja, jadi tidak mesti di fakultas ekonomi," ujarnya, kemarin (18/7).

Rasanya berbeda, dibanding saat menjadi dirut PDAM.   Jika saat mengemban tanggung jawab sebagai dirut dirinya susah tidur, saat ini ia dapat menikmati tidur malam lebih maksimal. Selain itu, terlepasnya tanggung jawabnya sebagai dirut, membuat telepon genggamnya sedikit lebih santai, mengingat saat menjabat telepon genggamnya selalu berbunyi karena banyaknya pesan yang berhubungan dengan pelanggan.

" Kalau dulu setiap air mati. Pesan masuk HP saya tidak terputus, ada yang mengeluh, ada yang sumpah serapah saya. Kalau sekarang pesan masuk paling dari mahasiswa atau rekan sesama dosen di kampus. Sekarang saya bisa bergerak sedikit santai, kalau dulu untuk mengajar saya harus curi waktu pada saat istirahat makan siang terburu-buru ke kampus. Kalau sekarang mau ke kampus tidak terburu-buru lagi. Waktu masih menjabat kalau gangguan air atau kemarau, saya tidak tenang, saya pasti tidak bisa tidur memikirkan itu, sesekali bangun tahajud dan berdoa semoga turun hujan," tukasnya.

Ia mengakui, saat menjabat tidak sedikit kritikan dan hujatan dari masyarakat yang dilontarkan kepadanya. Meski begitu menurutnya hal tersebut merupakan hal yang wajar. Ia meyakini, sebesar apa pun peranan dan hasil kinerjanya, hal itu tidak menjadi patokan penilaian pelanggan. Menurutnya, hal itulah yang membuatnya agar selalu mawas diri setiap saat.

"Tidak sedikit kritikan kepada saya, baik dari media sosial maupun pesan langsung. Tapi itu merupakan hal yang wajar karena hal itu bisa membuat saya selalu mawas diri. Memang kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Terlepas apa pun yang kita lakukan," terangnya.

Sebagai seorang mantan aktivis, ia sangat senang dengan kritikan. Menurutnya, kritikan sangat diperlukan sebagai pengingat agar roda perusahaan tetap berjalan semestinya. Sebagai mantan pengkritik, ia sama sekali tidak anti terhadap kritikan. Menurutnya justru kritikan tersebut yang membuatnya termotivasi untuk terus melakukan hal terbaik.

"Yang saya takuti itu bukan sumpah serapah atau kritikan, yang saya takuti saat menjabat adalah ketika saya tidak bisa menjalankan amanat dengan baik. Saya takut orang tidak bisa menikmati air setiap hari, buat mandi, minum, mencuci, masak apalagi kalau orang mau salat air tidak ada. Itu yang paling membuat saya merasa berdosa," ungkapnya.

Di usianya kini, sepertinya gambaran letih belum terlihat dari raut wajah Usman. Meski sebagian besar rambutnya telah memutih, tetapi semangatnya masih tinggi.

Ia pun belum memikirkan untuk pensiun. "Untuk rencana pensiun belum ada, karena jujur saja bagi saya umur itu hanya soal angka. Karena selama ini saya merasa masih menjadi pemuda, kadang saya kaget juga ternyata usia saya sudah kepala 6. Karena terus terang saya tidak pernah menghitung usia saya sekian-sekian, bahkan ulang tahun saja kadang tidak ingat. Jadi itulah saya merasa menjadi anak muda terus," katanya berseloroh.

Ia menyadari di usia yang tidak muda lagi, tentu selayaknya menghabiskan waktu bersama keluarga sepanjang hari. Tetapi Usman merasa belum cukup tua untuk memikirkan pensiun. "Mungkin karena lingkungan saya di kampus, jadi saya sering berinteraksi dengan mahasiswa dan juga saya juga masih update musik, jadi itulah membuat jiwa saya muda terus," tuturnya.

Dengan tidak mengemban tanggung jawab sebagai dirut PDAM lagi, ia berharap dirut selanjutnya dapat menjadi yang terbaik bagi masyarakat. Meski terlepas dari tanggung jawab tersebut, ia mengaku siap memberikan masukan dan saran jika diperlukan demi kebaikan bagi masyarakat. (***/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:35

EMBUNG MENGERING..!! Krisis Air di Kota Ini Makin Dekat

TARAKAN – Hujan yang tak kunjung turun di sekitar Embung…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:29

Keberadaan Gajah Kerdil di Nunukan Masih Misteri

KEBERADAAN gajah kalimantan (Elephas maximus borneensis) di Kaltara menjadi misteri.…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:50

Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan Peserta Terbaik

TARAKAN – Hampir satu minggu berlalunya pawai pembangunan 2019, yang…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:47

Heart of Borneo Dorong Ekowisata Terwujud

TARAKAN - Program Heart of Borneo (HOB) merupakan kerja sama…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:53

5.495 Peserta PBI Terancam Dinonaktifkan

TARAKAN - Sebanyak 5.495 penerima bantuan iuran (PBI) Kota Tarakan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:51

Anthon Joy Ditunjuk sebagai Direktur Radar Tarakan

TARAKAN – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB)…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:49

Pasar di Tarakan Masih Jorok

TARAKAN - Untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini Balai…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:47

PLN Akan Dapat Pasokan Daya 36 MW

TARAKAN – Sebagai upaya memberikan keandalan listrik di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:46

JANGAN MAIN-MAIN..!! Dua OPD Ini Rentan Tindak Pidana Korupsi

TARAKAN - Dua organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai rentan akan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:45

Abdul Kadir, Sempat Vakum dari Politik karena Sakit

Kehilangan seorang kakak, yang merupakan penyemangat Abdul Kadir, S.T dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*