MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Juli 2019 10:34
Sejumlah Kandidat Masih Malu-malu

PDIP dan Golkar Buka Penjaringan, Demokrat Tunggu Arahan

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Beberapa nama tokoh politik di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai diisukan bakal maju sebagai calon Gubernur Kaltara pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2020 mendatang. 

Beberapa nama yang beredar di masyarakat saat ini sudah cukup banyak, mulai dari Irianto Lambrie yang saat ini menjabat Gubernur Kaltara, Bupati Tana Tidung Undunsyah, Wakil Gubernur Kaltara Udin Hianggio, hingga Bupati Malinau Yansen TP. 

Saat dikonfirmasi, Irianto mengatakan, saat ini ia belum berbicara soal pilgub 2020. “Itu nanti dulu, saya juga belum selesai masa tugas saya sebagai Gubernur saat ini,” ujar Irianto singkat kepada Radar Kaltara saat ditemui di kantornya, Rabu (17/7).

Sementara, Undunsyah menilai untuk maju sebagai calon Gubernur itu, setiap orang termasuk dirinya harus mengukur semua hal. Mulai dari kemampuan hingga kualitas diri untuk maju pada pesta demokrasi di Kaltara tahun 2020 nanti.

“Sementara saya menunggu dan melihat dulu. Saat ini lebih banyak istigfar, mudah-mudahan bisa menyelesaikan tugas saya yang ada ini,” katanya.

Menurutnya, untuk mencalonkan diri itu bisa saja. Tidak sulit. Tapi, setelah jadi calon itu yang sulit. Saat ini ia mengatakan colling down dulu, atau melihat dan menunggu. Sebab, masih banyak pertimbangan untuk itu.

Bahkan, Undun mengaku bahwa dua periode ia menjabat sebagai Bupati Tana Tidung itu bukan berarti sudah memiliki kemampuan. Karena, untuk menjadi calon Gubernur itu tidak mudah. Bukan dengan ambisi atau dorongan banyak orang. 

“Bukan itu. Menurut saya untuk maju itu merupakan sebuah kesiapan mental dan seterusnya. Pengalaman di Kaltara ini juga berbeda dengan provinsi lain. Jadi tidak dilihat indahnya sebuah program, termasuk elektabilitas seseorang,” sebutnya.

“Oleh karena itu, untuk maju sebagai calon Gubernur saat ini (kemarin, Red), saya masih 0 persen. Artinya, hari ini (kemarin, Red) saya belum siap untuk itu. Termasuk komunikasi dengan elit politik, saya belum pernah,” sambungnya.

Intinya, ia berharap Kaltara dapat mendapatkan Gubernur yang berkualitas. Berkualitas secara mental, prilaku dan segala hal lainnya. Tentu semua itu didasarkan harapan agar Kaltara ini bisa menjadi yang terbaik dan terdepan.

Sementara, Udin Hianggio mengaku belum pernah menyatakan diri untuk maju dalam pilgub 2020. Namun, jika memang harapan masyarakat menghendakinya untuk maju sebagai calon Gubernur, ia hanya berharap mudah-mudahan masih diberikan kesehatan. “Saya ditanya masyarakat, saya jawab kalau sehat saya siap maju. Insyaallah,” tegasnya.

Disinggung mengenai perahu untuk maju, Udin mengaku saat ini ia sudah mendapatkan lampu hijau dari Partai Hanura. Dalam hal ini, ia didorong dari Partai Hanura untuk maju di pilgub Kaltara. Hanya saja, ia tidak serta merta mengiyakan semua itu.

“Saya tetap tidak mau kalau maju hanya asal maju. Silakan survei dulu. Kalau hasil surveinya bagus, apa yang bisa kita buat untuk masyarakat. Tapi itu kembali ke niat kita. Untuk apa kita maju?,” jelasnya.

Sedangkan Yansen TP menegaskan sejauh ini ia belum ada ancang-ancang untuk mencalonkan diri dalam pilgub Kaltara tahun depan. Namun, ia tak memungkiri bahwa segala sesuatu itu bisa saja terjadi, namun sejauh ini bukan ia yang mengatakan untuk maju. “Nantilah. Tunggu saja waktunya,” tegas Yansen.

Sementara itu, meski belum ada satu figur pun yang melakukan lobi komunikasi ke PDIP untuk pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub) mendatang, namun PDIP berniat untuk membuka pendaftaran penjaringan lebih cepat, yakni pada September 2019.

“Kami punya mekanisme sendiri dibandingkan dengan parpol lain, yakni September 2019 nanti kami sudah membuka penjaringan dan penjaringan bakal calon,” ungkap Norhayati Andris, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Utara kepada Radar Tarakan, Rabu (17/7).

Pada proses pendaftaran penjaringan nanti, pihaknya akan melalui dua macam tipe, yakni umum dan kader. Meski terbuka untuk umum, namun PDIP selalu memprioritaskan kader. Akan tetapi pihaknya tak ingin gegabah, PDIP tetap akan menjaring dan mengakomodir tokoh-tokoh yang dianggap berpotensi di Kaltara .

Awalnya, proses pendaftaran penjaringan akan dilakukan PDIP melalui kesepakatan internal, yang disebut dengan rapat kerja khusus untuk kader yang menyampaikan aspirasi daerahnya dan menyebutkan satu nama yang layak untuk diusung PDIP di pilgub 2019. Setelah itu, hasil putusan rapat tersebut akan disampaikan secara langsung ke DPD PDIP.

Nah, khusus pendaftaran penjaringan eksternal, pihaknya akan menyiapkan panitia khusus untuk membuka secara resmi bakal calon kepala daerah yang akan diusung oleh PDIP. Namun Norhayati mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima komunikasi dari figur manapun. “Semua menurut saya berpeluang jadi bakal calon,” ujarnya.

Disebut-sebut sebagai salah satu calon terkuat PDIP untuk menjadi bakal calon di pilgub mendatang, Norhayati menyatakan bahwa sebagai kader, maka dirinya akan mengikuti keputusan partai. Sehingga, dirinya menyatakan siap untuk ditugaskan di mana saja.

“Partai yang melihat, menilai dan memutuskan. Sebenarnya ini masih lama, tapi kalau itu keputusan parpol maka mau tidak mau harus dijalankan. Semua berpeluang, semua tokoh juga akan kami lirik tapi terlepas dari semua itu, kami pasti membuat survei dan verifikasi data dari masing-masing bakal calon. Keseriusan untuk berjuang bersama masyarakat adalah yang utama,” tuturnya.

Selain PDIP, partai Golkar juga sudah mulai melakukan penjaringan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) untuk diusung pada pilkada 2020.

Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kaltara, Abdul Djalil Fatah mengatakan, pelaksanaan penjaringan itu nanti tetap berdasarkan pada petunjuk teknis dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar. Adapun saat ini, Ketua DPD Golkar Kaltara, Arsyad Thalib sedang berkoordinasi ke DPP. “Sekarang pak Arsyad Thalib sedang ke Jakarta untuk mengomunikasikan itu,” ujar Djalil kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Rabu (17/7). 

Pria yang menjabat Wakil Ketua I DPRD Kaltara ini menjelaskan, untuk Partai Golkar, saat mencari calon yang akan diusung selalu menggunakan sistem survei. Dalam hal ini, survei yang dilakukan itu terhadap kader partai dan figur di luar partai.

“Artinya, mana yang menurut masyarakat baik berdasarkan hasil survei kita nanti, itulah yang kami usung. Karena suara Golkar itu adalah suara rakyat. Di sini kami mementingkan rakyat,” tegasnya.

Adapun indikator utama yang diperhatikan dalam mengusung figur, selain memprioritaskan kader partai, juga memperhatikan rekam jejak dan pengalaman dari figur yang akan diusung untuk bertarung di pesta demokrasi nantinya. Disinggung mengenai kesiapannya jika diusung pada Pilkada 2020, Djalil mengaku masih melihat situasi dan perlu mendalami situasi politik ke depan. Memang sudah ada beberapa kelompok masyarakat yang menginginkannya maju pada pilkada 2020. 

Hanya saja, hingga sekarang ia belum memberi jawaban terkait kesiapannya. Bahkan, pembicaraan ini belum dibawa atau dibahas di forum organisasi kepartaian, meskipun sebenarnya beberapa masyarakat sudah mengajaknya berkeliling. “Pastinya saya belum memberi tanggapan. Kalau nanti itu sudah suara murni dari masyarakat, kita juga tentu berat untuk menolak,” sebutnya. 

Sementara, Ketua DPD Demokrat Kaltara, Yansen TP mengatakan, untuk mengusung calon pada pilkada 2020 nanti, pihaknya masih menunggu arahan dari DPP Demokrat. Karena, untuk melakukan segala sesuatu itu, pihaknya selalu berlandaskan pada ketentuan atau standar operasional prosedur (SOP) dari DPP Demokrat.

“Kalau DPP sudah buat SOP, baru kami menindaklanjuti. Tapi, sampai hari ini (kemarin) kami belum dapat perintah untuk melakukan itu. Tidak usah buru-burulah,” tuturnya.

Bahkan, apakah nanti akan mengusung kader atau tidak, pria yang kini menjabat sebagai Bupati Malinau ini mengaku belum ada pembahasan ke arah tersebut. Adapun yang terpenting adalah, siapa yang terbaik di Kaltara, itulah yang layak memimpin Kaltara. “Dan siapa yang dirahmati oleh Tuhan, itulah yang akan memimpin nantinya,” pungkas Yansen.(iwk/shy/fly/eza)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 11:04

Kacabjari Menunggu Penyerahan dari Pemkab KTT

 TANJUNG SELOR - Pembangunan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Bulungan…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:54

INGAT..!! Semua Speedboat Harus Dilengkapi Pintu Darurat

 TANJUNG SELOR – Langkah tegas dilakukan pihak Dinas Perhubungan (Dishub)…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:41

Kabupaten/Kota ‘Disuntik’ Dana Rp 29 Miliar

 TANJUNG SELOR – Ketersediaan anggaran merupakan salah satu faktor pendukung…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:31

BPPRD Raup Rp 311 Miliar dari Pajak Daerah

 TANJUNG SELOR – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD)…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:18

Kembalikan Berkas,Sigit Optimistis Didukung Partai

 TANJUNG SELOR - Waktu pengembalian berkas pendaftaran bakal calon (balon)…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:25

NPHD Disepakati, Anggaran KPU Naik Rp 1 M

 TANJUNG SELOR – Setelah melakukan pembahasan yang cukup alot, akhirnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:19

Petani Keluhkan Harga TBS Kelapa Sawit

 TANJUNG SELOR – Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:12

Gubernur Usul Pemekaran Daerah Terbatas di RPJMN

 TANJUNG SELOR – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah daerah, khususnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:03

Pinjam dan Baca Buku Menggunakan Ujung Jari

 JIKA sebelumnya masyarakat yang ingin membaca buku itu harus datang…

Senin, 14 Oktober 2019 09:28

Anggaran Terbatas, Bukan Alasan

 12 Oktober 2019, Kabupaten Bulungan genap berusia 59 tahun. Namun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*