MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Juli 2019 10:31
Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan
MINIM PENANGANAN: Lantung yang berada di depan RSUD Tarakan tidak lagi ditangani PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan karena tidak adanya akses untuk melakukan kegiatan di lokasi. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap lantung yang ada di bak kontrol di depan RSUD Tarakan oleh PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan. Hal tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat yang terkena imbas dari keberadaan lantung tersebut.

Diungkapkan Plt Kepala DLH Tarakan, Supriono, bahwa penanganan lantung di kawasan tersebut sebenarnya sudah dilakukan PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan, namun pada 2017 tidak lagi dilakukan. Penyebabnya tidak adanya akses untuk melakukan kegiatan penanganan di lokasi tersebut.

“Mereka tidak ada akses masuk ke situ, karena sudah berubah menjadi lahan parkir, sempat dilakukan penanganan dengan menambahkan selang untuk mencapai bak kontrol, namun pompanya tidak kuat untuk menyedot lantung yang ada di situ,” bebernya.

Terkait hal ini, pihaknya akan melakukan koordinasi lagi dengan PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan dan pihak-pihak terkait di dalamnya. Sebagai upaya untuk realisasi penanganan lantung tersebut bisa dilakukan lagi.

“Di Tarakan ada dua bak kontrol, satu di depan Don Bosco yang di-support oleh Medco E&P, sementara untuk depan RSUD Tarakan support PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan, untuk yang RSUD Tarakan kita harapkan disedot lagi untuk mengurangi dampak lingkungan sekitar,” tuturnya.

Terpisah Asisten Manager Legal and Relation PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan, Enrico R Hutasoit mengatakan, mengapa pihaknya sudah tidak lagi melakukan penanganan lantung yang ada di depan RSUD Tarakan, penyebabnya tidak lain tidak adanya akses yang memungkinkan pihaknya melakukan penanganan lantung yang ada di bak kontrol tersebut.

“Sudah satu tahun belakangan ini kita tidak lagi melakukan penanganan dengan menyedot lantung yang terjebak di bak kontrol tersebut, penyebabnya tidak lain kawasannya yang sudah berubah menjadi tempat parkir, sehingga akses kami untuk melakukan penanganan tersebut tidak bisa dilakukan,” bebernya.

Terkait adanya permintaan bantuan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan terkait untuk melakukan kembali kawasan tersebut, pihaknya hingga saat ini belum ada permintaan resmi melalui surat ke PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan.

“Kita harapkan ada mediasi terkait hal ini dengan pihak-pihak terkait di dalamnya, dibuatkan semacam MoU agar ke depan tidak ada permasalahan yang sama terjadi lagi yakni adanya bangunan lagi yang dibangun yang membatasi akses kegiatan kami,” bebernya.

Dirinya menjelaskan, dalam kesepakatan sebelumnya memang di wilayah Kampung Satu/Skip termasuk di depan RSUD terkait penanganan lantung menjadi support dari PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan, sementara untuk di depan Don Bosco menjadi support dari Medco E&P.

“Jadi kesepakatannya memang kita yang melakukan penyedotan lantung yang ada di kontrol depan RSUD Tarakan, nantinya lantung ini kita masukan ke dalam bak penampung untuk dipisahkan dengan cairan lain seperti air, setelah dipisahkan barulah dikirim ke Balikpapan untuk diolah lagi menjadi minyak yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan keberadaan lantung di wilayah kegiatan migas merupakan hal yang lumrah terjadi, karena adanya lantung tersebut membuktikan bahwa daerah tersebut memiliki potensi migas yang bisa dieksplore.

“Hal ini lumrah terjadi, di Aceh juga ada, dari hasil kajian yang kita lakukan untuk lantung yang muncul di Tarakan disebabkan karena alam, bisa karena faktor patahan tanah, gempa bumi dan faktor-faktor lainnya, di mana bila hal tersebut membuat tenaga yang ada di dalam tanah menekan minyak yang ada di dalamnya untuk keluar ke atas,” jelasnya. (jnr/eza)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:35

EMBUNG MENGERING..!! Krisis Air di Kota Ini Makin Dekat

TARAKAN – Hujan yang tak kunjung turun di sekitar Embung…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:33

Mendapatkan Hidayah, Memperdalam Ilmu Agama

Joko Wibowo menjadi perbincangan hangat setelah viral melalui channel Youtube…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:32

Dapot Sinaga, Kenal Dunia Politik dari Teman

Meski awalnya tak tertarik untuk bergabung dalam dunia perpolitikan, namun…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:30

ADA APA..?? Puluhan Warga Amal Datangi Polres Tarakan

TARAKAN - Puluhan masyarakat Jalan Binalatung RT 15, Kelurahan Pantai…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:29

Keberadaan Gajah Kerdil di Nunukan Masih Misteri

KEBERADAAN gajah kalimantan (Elephas maximus borneensis) di Kaltara menjadi misteri.…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:12

Waspadai Titik Rawan Laka MD

TARAKAN – Dekat atau jauh jarak yang akan dituju tidak…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:09

Warga Berharap Adanya PJU

TIDAK terdapatnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di RT 08, Kelurahan Kampung…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:04

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Percobaan Penculikan

TARAKAN – Penyidik Satreskrim Polres Tarakan masih terus melakukan penyelidikan…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:50

Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan Peserta Terbaik

TARAKAN – Hampir satu minggu berlalunya pawai pembangunan 2019, yang…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:47

Heart of Borneo Dorong Ekowisata Terwujud

TARAKAN - Program Heart of Borneo (HOB) merupakan kerja sama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*