MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 17 Juli 2019 09:27
Kayunya Diamankan, Warga Protes, KLHK Jangan Tebang Pilih!

Warga Protes, Sebut Penangkapan Tak Berdasar

PROTES: Puluhan warga mendatangi UPT KPH Nunukan, melakukan aksi unjuk rasa terkait penangkapan kayu yang dilakukan Gakkum LHK Wilayah Kalimantan. RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Puluhan warga mendatangi Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Nunukan Dinas Kehutanan Kaltara, di Jalan Sutanto, Nunukan Tengah, Senin (15/7). Itu merupakan aksi kedua kalinya warga memprotes penangkapan yang dilakukan Balai Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Wilayah Kalimantan terhadap pengusaha kayu di Nunukan.

Perwakilan warga, Muhammad mengatakan, bahwa warga meminta keadilan. Penangkapan itu cenderung hanya bagi segelintir orang. Untuk itu, perlu diperjelas penangkapan yang dilakukan. “Hanya tiga orang yang diamankan, padahal pengusaha kayu di Nunukan ini bukan hanya tiga orang saja,” kata Muhammad.

Dia menjelaskan, kayu yang disita telah beredar ribuan kubik, padahal di gudang hanya sekira 40 kubik. Penjualan kayu itu juga memiliki izin dan dilindungi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Gudang penjualan pun merupakan bentukan koperasi, kata perwakilan warga.

Ia merasa penangkapan yang dilakukan tidak sesuai dengan prosedur, apalagi menyangkut penahanan tiga orang. Hingga saat ini surat penahanan tidak pernah ditunjukkan petugas. Penangkapan yang dilakukan, hanya seperti penggerebekan.

“Saya juga meminta seluruh pengusaha kayu diamankan, jika tidak memiliki izin. Jika izinnya ada, silakan lanjutkan usahanya,” ujarnya.

Dia meminta, jika tiga orang itu ditahan dan terbukti bersalah sesuai dengan aturan yang berlaku, harus dilakukan penahanan di Kabupaten Nunukan, bukan dibawa ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Objek permasalahan pun ada di Nunukan, bukan di Samarinda.

Para warga yang datang ke Kantor UPT KPH Nunukan, meminta keadilan kepada seluruh penjual kayu harus memiliki izin usaha. Selain itu persoalan kemanusiaan, kepada tiga orang yang diamankan dikembalikan ke Nunukan untuk dilanjutkan proses hukumnya.

Sementara, Kepala UPT KPH Nunukan Bastiang mengatakan, Gakkum LHK Wilayah Kalimantan yang melakukan penangkapan pada Rabu (10/7) lalu, sempat mendatangi Kantor UPT KPH Nunukan meminta pendampingan. Namun tidak direspons, karena tidak memiliki dasar yang kuat. Sehingga surat pendampingan tersebut keluar langsung dari Samarinda, Kaltim. “Kayunya sudah diamankan dari TKP di Sei Bilal ke Jalan Persemaian,” kata Bastiang.

Menurutnya, tiga orang tersebut saat ini diamankan di Polresta Samarinda. Penangkapan yang dilakukan karena perintah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas laporan dari masyarakat. UPT KPH Nunukan pun tidak dilibatkan dalam penangkapan ini.

“Tim yang turun ke Nunukan bergerak cepat langsung mengamankan tersangka,” ujarnya.

Dia menambahkan, usaha ketiga warga yang telah ditahan memiliki izin dari Pemkab Nunukan dan telah dikeluarkan rekomendasi dari UPT KPH Nunukan. Bahan baku kayu tersebut dari pengelola kayu sendiri yang ada di Nunukan. “Tempat penampungannya tidak ilegal, kemungkinan ada hal lain yang menyebabkan harus diamankan,” tambahnya.

Seperti diberitakan Radar Tarakan sebelumnya, sebanyak 2.089 lembar kayu ilegal di Nunukan disita Rabu lalu. Penyitaan itu dilakukan tim gabungan KLHK bersama Polda Kaltara. Selain kayu olahan, dua unit circle saw turut disita.

“Polda Kaltara hanya mem-back up. Koordinasi pengawasan penyidikan, sehingga penyidikannya dilakukan di bawah Balai Gakkum Kalimantan, Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Kabid Humas Polda Kaltara AKBP Berliando, Minggu (14/7) malam.

Tiga tersangka yang diamankan penyidik SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II Samarinda masing-masing N (51) asal Nunukan, dan RH (56) asal Nunukan dan Y (57) asal Balikpapan. Kasus ini terungkap awalnya dari laporan warga. Kemudian ditindaklanjuti oleh Balai Gakkum Kalimantan dengan menurunkan tim untuk mengecek laporan tersebut.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan Subhan mengatakan kayu olahan sitaan selanjutnya dititipkan ke KPH Nunukan Dinas Kehutanan Kaltara. “Sabtu (6/7), Balai Gakkum LHK Kalimantan menurunkan tim puldasi untuk memverifikasi laporan tersebut di lapangan. Kemudian, Rabu (10/7) pukul 09.30 WITA, tim melakukan penindakan,” ujar Subhan dalam rilisnya ke prokal.co (Kaltim Post Group).

KLHK menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 83 Ayat 1 Huruf b juncto Pasal 12 Huruf e Undang-Undang No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar. (nal/lim)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:18

AKHIRNYA..!! Setelah 74 Tahun Merdeka, Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

NUNUKAN – Desa Long Midang, Kecamatan Krayan, daerah yang sangat…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:17

Pembayaran Air Boros, Ada Kelalaian Pelanggan

NUNUKAN – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan, sering…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:15

Satu ASN Kembali Gugur Saat Menjalankan Tugas

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, kembali mendapat kabar duka.…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:13

Disdikbud Tingkatkan Kompetensi Guru

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan akan meningkatkan…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:37

Gunakan Dana Desa Atasi Banjir

SEBATIK – Banjir di Sebatik, salah satunya di Desa Sungai…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:10

Seminggu, Dua Kali Dilakukan Deportasi

NUNUKAN – Penggunaan jalur ilegal sepertinya terus menjadi pemicu deportasi.…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:09

PENDIDIKAN

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, menjanjikan kepada seluruh siswa…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:07

Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Lanal Nunukan

NUNUKAN - Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan Letkol Laut…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:27

Gunakan APBN, Embung Baru Dianggarkan Rp 15 M

NUNUKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan melakukan menambah…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:26

Pindah Golongan, Tarif Dianggap Memberatkan

NUNUKAN – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan, masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*