MANAGED BY:
MINGGU
15 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 12 Juli 2019 11:22
Pentingnya Proses Penegakan Hukum yang Adil
DISKUSI: Mantan Menkum-HAM Mohammad Andi Mattalatta, S.H, M.H, saat mengikuti kegiatan focus group discussion (FGD) kerja sama Badan Pengkajian MPR RI dengan Fakultas Hukum UBT, Kamis (11/7). JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Proses penegakan hukum dinilai sangat penting sebagai proses terakhir pembangunan hukum yang nanti menjadi penilaian apakah proses penegakan hukum tersebut adil atau tidak.

Hal tersebut disampaikan Mohammad Andi Mattalatta, S.H, M.H. Di mana mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum-HAM) menilai proses penegakan hukum sangat penting. Selain memastikan proses hukum tersebut memberikan keadilan atau tidak, proses hukum tersebut juga menjadi acuan apakah hasilnya mensejahterakan atau tidak.

“Proses penegakan hukum itu merupakan proses terakhir dari pembangunan hukumnya, bagaimana cara hukum itu dibumikan,” ujarnya.

Ada ada lima faktor yang menjadi penilaian proses hukum yang dilaksanakan yakni pertama hukum harus jelas dan adil. kedua sarana dan prasarana yang cukup. Ketiga rakyat paham hokum. Keempat, kepercayaan rakyat terhadap kehidupan hukum dan kelima kepercayaan rakyat terhadap penegakan hukum.

“Hukum harus jelas dan adil, bila tidak jelas memudahkan orang melanggar hukum, sarana dan prasarana yang cukup, artinya suatu daerah harus memiliki institusi penegak hokum. Bisa dibayangkan bila tidak ada institusi penegakan hukum di tempat tersebut bagaimana, rakyat harus paham hokum. Artinya rakyat tidak ada yang tidak paham hukum atau error in juris bila berada di dunia hukum, begitu undang-undang disahkan dianggap sudah tahu hukum, kepercayaan rakyat terhadap proses hukum serta kepercayaan rakyat terhadap penegakan hukum,” ungkapnya.

Pria yang sempat menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR periode 2004-2007 juga menyampaikan bahwa ada empat model kesadaran hukum di Indonesia. Pertama ada yang tidak tahu hokum, tapi percaya dengan penegak hukum, kedua ada yang tahu hukum tapi tidak percaya dengan penegak hukum. Ketiga ada yang tidak tahu hukum dan tidak percaya penegak hukum dan yang terakhir ada yang tahu hukum dan percaya penegak hukum.

“Pertanyaannya Indonesia berada di model kesadaran hukum mana dari keempat ini, saya rasa keempat model kesadaran hukum ini ada semuanya di Indonesia. Berikan contoh di perkotaan pasti tahu hokum, tapi tidak percaya dengan penegak hukum, sementara di pedesaan ada yang tidak tahu hukum tapi percaya dengan penegak hukum,” ujarnya.

Alumni Universitas Hasanuddin ini juga menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kesadaran hukum saat ini bisa dilakukan. Pertama melalui pendidikan hukum dengan cara mensosialisasikan dan memberi pemahaman. Kedua bisa dilakukan dengan membangkitkan kepercayaan rakyat terhadap proses pelaksanaan hukum dengan cara para penyelengaranya memberikan teladan yang baik.

“Teladan yang dimaksud tidak lain perilaku penyelanggara hukum, jangan melakukan hal-hal yang melanggar hukum, karena bila hal tersebut terjadi tentu menjadi pemikiran bagi rakyat yang tidak percaya dengan penyelenggara hokum. Di mana melihat penyelenggara hukum yang seharusnya menjadi teladan untuk taat hukum malah melakukan pelanggaran hukum, contohnya penyelenggara hukum melakukan korupsi,” ucapnya.

Selain itu pendapat hukum tajam ke bawah juga menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan oleh penyelengara hokum. Jangan sampai pendapat tersebut menjadi cerminan hukum Indonesia saat ini.

“Yang bagus itu hukum tajam ke mana saja, mau dia kaum elit maupun masyarakat biasa, bila perlu kaum elit ini hukumannya lebih berat karena mereka merupakan orang yang paham akan hukum,” pungkasnya. (jnr/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 15 September 2019 01:06

Maklumat Kapolda, Bakar Lahan Terancam Pasal Berlapis

KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) telah mengeluarkan maklumat…

Minggu, 15 September 2019 01:00

APA MAKSUD INI...?? Beredar Spanduk Mantan Bupati Enrekang, Mau Maju Pilgub Kaltara?

 TOKOH lain yang juga menjadi pembicaraan di tengah masyarakat adalah…

Sabtu, 14 September 2019 09:58

Kaltara Juga Diselimuti Kabut Asap, Titik Api Terbanyak di Bulungan

DAMPAK kebakaran lahan yang terjadi di beberapa wilayah hingga ke…

Sabtu, 14 September 2019 09:29

Berawal dari Patungan, hingga Sukses Mencapai Omzet Rp 30 Juta

Roda kehidupan benar adanya. Terkadang status manusia di titik terendah,…

Sabtu, 14 September 2019 09:05

Bagan Roboh, Yunus Ditemukan Selamat, Satu Orang Hilang

TARAKAN - Salah satu warga Pantai Amal yaitu Irhandayani (33)…

Sabtu, 14 September 2019 08:23

Fokus Peningkatan Kebutuhan Dasar Masyarakat

Partai Besutan Megawati Soekarno Putri Presiden ke-5 Repulik Indonesia mencatatkan…

Jumat, 13 September 2019 14:29

Pesan Wakil Ketua BPK, Fasilitas Baru Dipelihara

TARAKAN - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) …

Jumat, 13 September 2019 12:05

Warga Amal Butuh Bak Sampah

TARAKAN - Belum tersentuhnya program Sampah Semesta di RT 14…

Jumat, 13 September 2019 11:34

Kantor BPK Diresmikan, Bupati Ucapkan Selamat

TARAKAN – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si turut hadir…

Jumat, 13 September 2019 11:11

Undunsyah Optimistis Maju di Pilgub

TARAKAN – Bupati Tana Tidung Dr. H. Undunsyah, M.Si, memastikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*