MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 12 Juli 2019 10:51
Markah Jalan Mulai Pudar
MINIM MARKAH: Sejumlah pengendara melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tarakan yang markah jalannya sudah memudar, Kamis (11/7). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Memudarnya markah jalan zebra cross jalan pada beberapa kawasan jalan kota padat kendaraan, menimbulkan keluhan bagi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan, tidak memudarnya markah jalan dan zebra cross tersebut, membuat masyarakat kesulitan mencari tempat penyeberangan yang aman mengingat hilangnya garis tersebut.

Seperti yang dialami, Mathiew (24) warga RT 12 Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat. Ia mengungkapkan, dirinya kerap mengalami kesulitan saat hendak menyeberang jalan. Hal itu dikarenakan, sulitnya mencari garis penyeberangan atau zebra cross yang sebagian besar sudah terhapus total. Menurutnya kondisi tersebut banyak terjadi pada sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

“Sering kalau jogging kesulitan mau nyeberang jalan. Soalnya tidak ada zebra cross. Sepertinya sudah terhapus semua. Mau tidak mau, pas mau menyeberang cari pemisah jalan dulu baru bisa. Selama jogging, baru satu saya lihat zebra cross di Jalan Jenderal Sudirman. Itu pun sudah pudar,” ujarnya, kemarin (11/7).

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan Hamid Amren menerangkan saat ini pihaknya mengupayakan penanganan markah jalan yang telah memudar. Ia mengaku sejak telah mengajukan penanganan tersebut. Hanya, saat ini pihaknya masih menunggu kucuran anggaran.

“Memang sebagian besar jalan kota sudah memudar. Kami telah mengajukan perbaikan markah khususnya pada jalan berstatus kota, seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ladang dan Sei Kapuas. Saat ini kami masih menunggu anggaran. Dengan kondisi yang terbatas ini, memang harus diakui markah itu sudah beberapa tahun tidak dilakukan pembaruan,” tuturnya.

Lanjutnya, dengan keadaan yang cukup terbatas pihaknya hanya dapat menargetkan melakukan penanganan secara bertahap. Hal itu dikarenakan biaya pengecatan yang dinilai memerlukan biaya cukup besar. “Kemarin kami hitung-hitung Rp 200 juta itu tidak cukup untuk biaya pengecatan 1 km jalan. Hanya sekitar 600 sampai 800 meter saja, hal ini karena cat yang dipakai adalah cat khusus dan metode pengecatannya tidak sembarang, melainkan menggunakan mesin,” terangnya.

Pudarnya markah jalan ini terjadi di banyak tempat di Tarakan, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ladang, Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Pulau Irian, Jalan Sumatera dan Jalan R.E. Martadinata yang totalnya kurang lebih 15 km. Kalau 800 meter bujetnya Rp 200 juta,  kalikan saja dengan total panjang jalannya,” tuturnya.

Lanjutnya, penanganan markah jalan berstatus kota, pihak berharap masyarakat dapat memaklumi keterbatasan tersebut. Mengingat alokasi anggaran untuk Dishub saat ini sangat terbatas. Sementara itu, selain memudarnya markah jalan, juga terdapat masalah lainnya yang juga membutuhkan penanganan.

“Tahun ini anggaran Dishub bisa dikatakan belum membaik, tetapi sudah diusulkan untuk anggaran markah jalan sekitar Rp 150 juta dan rambu Rp 100 juta, semoga bisa diakomodir dengan baik dan sesuai yang diharapkan,” imbuhnya. (*/zac/lim)

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:57

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*