MANAGED BY:
SENIN
01 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 12 Juli 2019 10:51
Markah Jalan Mulai Pudar
MINIM MARKAH: Sejumlah pengendara melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tarakan yang markah jalannya sudah memudar, Kamis (11/7). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Memudarnya markah jalan zebra cross jalan pada beberapa kawasan jalan kota padat kendaraan, menimbulkan keluhan bagi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan, tidak memudarnya markah jalan dan zebra cross tersebut, membuat masyarakat kesulitan mencari tempat penyeberangan yang aman mengingat hilangnya garis tersebut.

Seperti yang dialami, Mathiew (24) warga RT 12 Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat. Ia mengungkapkan, dirinya kerap mengalami kesulitan saat hendak menyeberang jalan. Hal itu dikarenakan, sulitnya mencari garis penyeberangan atau zebra cross yang sebagian besar sudah terhapus total. Menurutnya kondisi tersebut banyak terjadi pada sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

“Sering kalau jogging kesulitan mau nyeberang jalan. Soalnya tidak ada zebra cross. Sepertinya sudah terhapus semua. Mau tidak mau, pas mau menyeberang cari pemisah jalan dulu baru bisa. Selama jogging, baru satu saya lihat zebra cross di Jalan Jenderal Sudirman. Itu pun sudah pudar,” ujarnya, kemarin (11/7).

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan Hamid Amren menerangkan saat ini pihaknya mengupayakan penanganan markah jalan yang telah memudar. Ia mengaku sejak telah mengajukan penanganan tersebut. Hanya, saat ini pihaknya masih menunggu kucuran anggaran.

“Memang sebagian besar jalan kota sudah memudar. Kami telah mengajukan perbaikan markah khususnya pada jalan berstatus kota, seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ladang dan Sei Kapuas. Saat ini kami masih menunggu anggaran. Dengan kondisi yang terbatas ini, memang harus diakui markah itu sudah beberapa tahun tidak dilakukan pembaruan,” tuturnya.

Lanjutnya, dengan keadaan yang cukup terbatas pihaknya hanya dapat menargetkan melakukan penanganan secara bertahap. Hal itu dikarenakan biaya pengecatan yang dinilai memerlukan biaya cukup besar. “Kemarin kami hitung-hitung Rp 200 juta itu tidak cukup untuk biaya pengecatan 1 km jalan. Hanya sekitar 600 sampai 800 meter saja, hal ini karena cat yang dipakai adalah cat khusus dan metode pengecatannya tidak sembarang, melainkan menggunakan mesin,” terangnya.

Pudarnya markah jalan ini terjadi di banyak tempat di Tarakan, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ladang, Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Pulau Irian, Jalan Sumatera dan Jalan R.E. Martadinata yang totalnya kurang lebih 15 km. Kalau 800 meter bujetnya Rp 200 juta,  kalikan saja dengan total panjang jalannya,” tuturnya.

Lanjutnya, penanganan markah jalan berstatus kota, pihak berharap masyarakat dapat memaklumi keterbatasan tersebut. Mengingat alokasi anggaran untuk Dishub saat ini sangat terbatas. Sementara itu, selain memudarnya markah jalan, juga terdapat masalah lainnya yang juga membutuhkan penanganan.

“Tahun ini anggaran Dishub bisa dikatakan belum membaik, tetapi sudah diusulkan untuk anggaran markah jalan sekitar Rp 150 juta dan rambu Rp 100 juta, semoga bisa diakomodir dengan baik dan sesuai yang diharapkan,” imbuhnya. (*/zac/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 01 Juni 2020 02:11

Pelonggaran Kegiatan di Rumah Ibadah Dibahas Lagi

TARAKAN - Rencana pelonggaran ibadah di rumah ibadah yang akan…

Senin, 01 Juni 2020 02:03

Dengan Sampe, Musisi Kaltara Menasional

Sebagai anak asli Kalimantan, membuat Uyau Moris bertekad ingin mempopulerkan…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:54

Dunia Usaha Bergairah sambut New Normal di Tarakan

Di Tarakan, sejumlah sektor usaha seperti perhotelan dan kafe sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:53

Kawal New Normal di Tarakan Tanpa Sanksi

TARAKAN - Untuk melihat kesiapan Kota Tarakan dalam menjalani tatanan…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:47

Di Tarakan, Pasien Sembuh Terus Bertambah

JUMLAH pasien positif Covid-19 yang dirawat terus berkurang. Gugus Tugas…

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers