MANAGED BY:
SENIN
19 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 12 Juli 2019 10:51
Markah Jalan Mulai Pudar
MINIM MARKAH: Sejumlah pengendara melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tarakan yang markah jalannya sudah memudar, Kamis (11/7). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

TARAKAN - Memudarnya markah jalan zebra cross jalan pada beberapa kawasan jalan kota padat kendaraan, menimbulkan keluhan bagi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan, tidak memudarnya markah jalan dan zebra cross tersebut, membuat masyarakat kesulitan mencari tempat penyeberangan yang aman mengingat hilangnya garis tersebut.

Seperti yang dialami, Mathiew (24) warga RT 12 Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat. Ia mengungkapkan, dirinya kerap mengalami kesulitan saat hendak menyeberang jalan. Hal itu dikarenakan, sulitnya mencari garis penyeberangan atau zebra cross yang sebagian besar sudah terhapus total. Menurutnya kondisi tersebut banyak terjadi pada sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

“Sering kalau jogging kesulitan mau nyeberang jalan. Soalnya tidak ada zebra cross. Sepertinya sudah terhapus semua. Mau tidak mau, pas mau menyeberang cari pemisah jalan dulu baru bisa. Selama jogging, baru satu saya lihat zebra cross di Jalan Jenderal Sudirman. Itu pun sudah pudar,” ujarnya, kemarin (11/7).

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan Hamid Amren menerangkan saat ini pihaknya mengupayakan penanganan markah jalan yang telah memudar. Ia mengaku sejak telah mengajukan penanganan tersebut. Hanya, saat ini pihaknya masih menunggu kucuran anggaran.

“Memang sebagian besar jalan kota sudah memudar. Kami telah mengajukan perbaikan markah khususnya pada jalan berstatus kota, seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ladang dan Sei Kapuas. Saat ini kami masih menunggu anggaran. Dengan kondisi yang terbatas ini, memang harus diakui markah itu sudah beberapa tahun tidak dilakukan pembaruan,” tuturnya.

Lanjutnya, dengan keadaan yang cukup terbatas pihaknya hanya dapat menargetkan melakukan penanganan secara bertahap. Hal itu dikarenakan biaya pengecatan yang dinilai memerlukan biaya cukup besar. “Kemarin kami hitung-hitung Rp 200 juta itu tidak cukup untuk biaya pengecatan 1 km jalan. Hanya sekitar 600 sampai 800 meter saja, hal ini karena cat yang dipakai adalah cat khusus dan metode pengecatannya tidak sembarang, melainkan menggunakan mesin,” terangnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 19 April 2021 19:55

Sebelum Launching, GeNose C19 Diuji Coba

TARAKAN – Uji coba penggunaan GeNose C19 sebagai tes pendeteksi…

Senin, 19 April 2021 19:53

Merasa Dirugikan, Konsumen Bisa Lapor ke BPSK

TARAKAN – Pemberikan edukasi dan pemahaman dilakukan kepada sejumlah konsumen…

Senin, 19 April 2021 15:41

Kejari Pulihkan Keuangan Negara Rp 774 Juta

TARAKAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan melalui Seksi Perdata dan…

Senin, 19 April 2021 15:33

Tahap I Pantai Amal Sudah 80 Persen

TARAKAN - Penataan kawasan Pantai Amal tahap I telah selesai…

Senin, 19 April 2021 15:16

PAUD-TK Belum Boleh Tatap Muka? Begini Tanggapan Komisi II DPRD Tarakan

TARAKAN - Sebanyak 27 sekolah diberi izin pembelajaran tatap muka…

Senin, 19 April 2021 14:48

Cakupan Rendah, Distribusi Terbatas

Vaksinasi Covid-19 terhadap kelompok lanjut usia (lansia) di Kalimantan Utara…

Senin, 19 April 2021 14:44

PLN UP3 Kaltara Salurkan Bantuan Sembako

LEWAT program Tebar Niat Kebaikan Ramadan (Tenar) bekerja sama dengan…

Senin, 19 April 2021 13:45

Banyak Pintu Masuk, Jadi Kendala Pengawasan Ikan Predator

TARAKAN - Banyaknya pintu masuk di Bumi Paguntaka menjadi salah…

Senin, 19 April 2021 12:59

Lantamal XIII Tarakan Canangkan WBK dan WBBM

TARAKAN - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XIII (Lantamal XIII)…

Senin, 19 April 2021 12:57

APBN di Kaltara Naik 6,2 Persen

TARAKAN - Sejak 2013, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers