MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Juli 2019 09:32
Lulusan SMP dan Kuota SMA Tidak Sebanding

Minta Tambahan SMA Baru di Nunukan Selatan

MASIH FAVORITE: Sejumlah pelajar melakukan pendaftaran di salah satu SMA negeri di Nunukan./RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Orang tua pelajar yang berada di Kecamatan Nunukan Selatan, meminta untuk dibangunkan satu SMA negeri baru. Karena sekolah yang ada saat ini tidak mampu menampung lulusan dari sekolah menengah pertama (SMP).

Seperti yang disampaikan orang tua pelajar, Agus. Anaknya ingin sekolah sesuai dengan yang diinginkan. Sebagai orang tua harus mengikuti keinginan anak. Seperti ingin melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Nunukan Selatan. Orang tua harus membantu agar dapat diterima.

“Beginilah akibatnya jika kurang sekolah, ada lagi sekolah tapi kekurangan ruang belajar,” kata Agus.

Menurutnya, di Kecamatan Nunukan Selatan wajib ada penambahan satu sekolah negeri untuk SMA. Karena cakupan wilayah cukup luas. Saat ini hanya ada satu sekolah di Jalan Selisun yang masih sulit dijangkau pelajar dari Mamolo, Lancang dan Semangkadu.

Jarak antara SMA Negeri 1 Nunukan Selatan dan daerah Lancang, lebih 20 kilometer. Pemerintah seharusnya mulai menyiapkan lahan untuk melakukan pembangunan satu sekolah lagi. Agar pelajar yang jauh lebih mudah menjangkau sekolah yang ada.

“Saya meminta dibangunkan satu sekolah negeri di Nunukan Selatan. Agar ke depan tidak terjadi lagi permasalahan yang sama,” ujarnya.

Saat ini banyak orang tua pelajar mempermasalahkan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB), karena sistem yang diterapkan belum sesuai. Karena masih kekurangan sekolah, berbeda dengan di wilayah kota yang cukup banyak pilihan sekolah.

Lanjut dia, di Kecamatan Nunukan Selatan ada tiga SMP dan hanya satu SMA. Jumlah yang ingin diterima di SMA tidak sesuai dengan jumlah yang lulus dari SMP. Sehingga banyak yang melakukan protes. Seperti di wilayah Mamolo tidak dapat difasilitasi karena persoalan zonasi.

“Tidak masuk akal aturan yang diterapkan, jelas tidak bisa diterima yang jauh. Karena tidak ada pilihan sekolah lain,” tambahnya.

Sementara, Kepala Kantor Cabang Disdikbud Kaltara, Nurbaya mengatakan, untuk penambahan sekolah baru bukan cabang yang menentukan, Namun masukan para orang tua tetap ditampung untuk disampaikan ke Disdikbud Kaltara.

“Kami akan menyampaikan kepada pengambil kebijakan, maka dari itu harus dimulai dari sekarang jika ingin melakukan penambahan sekolah di Kecamatan Nunukan Selatan,” kata Nurbaya. (nal/ana)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*