MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Juli 2019 09:45
Dunia Perhotelan Terancam Goyang
Pengusaha hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restauran Seluruh Indonesia, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Tarakan, Senin (8/7), untuk menyampaikan aspirasinya.

PROKAL.CO, UNTUK pertama kalinya, pengusaha hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restauran Seluruh Indonesia, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Tarakan, Senin (8/7), untuk menyampaikan aspirasinya.

Di antara keluhan mereka adalah menurunnya tingkat okupansi hotel di Tarakan yang salah satu penyebabnya diduga karena kurangnya kegiatan berskala nasional di Kalimantan Utara (Kaltara). Ketua PHRI Tarakan, Kipi mengharapkan agar pemerintah daerah dapat mengupayakan kegiatan-kegiatan berskala besar di Tarakan.

“Kami juga minta bantuan dari Pemkot bagaimana bisa fasilitasi supaya mengundang atau membuat acara-acara yang sifatnya bisa menyedot banyak pengunjung ke Tarakan, biar okupansi rate kita bisa terbantu,” keluhnya.

Ia mengakui, hadirnya kegiatan berskala besar di Tarakan sangat memengerahui tingkat okupansi hotel. Salah satu contoh saat menggelar seleksi tilawatir quran (STQ) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) beberapa waktu lalu, berdampak pada tingkat okupansi hotel.

“Itu kan okupansi jadi terbantu. Terus adanya Apeksi kemarin kan sangat terbantu juga. Mungkin acara-acara seperti itu yang kami butuh support dari pemerintah kota,” harapnya.

Kondisi saat ini praktis tidak ada kegiatan berskala besar yang digelar di Tarakan. Kipi mengakui tingkat okupansi hotel ikut menurun. Dampaknya pun berpengaruh pada usaha perhotelan mereka.

Menurut Kipi, pada kondisi tidak ada event berskala besar, tingkat okupansi di setiap hotel hanya mencapai 20 persen. Kondisi tersebut mengancam usaha perhotelan yang bisa gulung tikar karena minimnya pendapatan.

Bahkan, saat ini sudah ada beberapa hotel di Tarakan yang berganti kepemilikan karena tingkat okupansi hotel menurun. Ia menyebut seperti Hotel Shamko yang telah dibeli pemilik Hotel My City, begitu juga dengan Hotel Paradise yang telah berganti kepemilikan.

“Itu juga bukti, okupansinya sangat kecil. Jadi sudah berganti kepemilikan,” bebernya.

Hal itu diperkirakannya bakal berlanjut terhadap hotel-hotel lain apabila pengusaha hotel tidak mampu mengelola dengan baik tingkat huniannya. Adapun dampak dari persaingan tarif, menurutnya, tidak memengaruhi tingkat okupansi hotel.

Sementara itu, selain menyampaikan aspirasi mereka terhadap tingkat okupansi hotel yang menurun, pengusaha hotel juga mengeluhkan minimnya sosialisasi peraturan yang ada. Seperti peraturan tentang penggunaan frekuensi HT.  

“Terakhir masalah penggunaan frekuensi HT. Itu dari provinsi sih. Intinya sih kami meminta bantuan dari Pemerintah Kota Tarakan untuk menjembatani PHRI untuk ke provinsi. Regulasi ranahnya provinsi itu bisa dibantu oleh pemkot,” harapnya.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan H. Adnan Hasan Galoeng mengatakan, bahwa selama ini Pemkot Tarakan meminta kepada pihak perhotelan agar terus taat pada pembayaran pajak dan retribusi. Untuk itu dalam hal ini menurut Adnan seharusnya Pemkot mengayomi pihak perhotelan. “Mereka juga meminta inovasi dari pemerintah melalui dinas terkait untuk melakukan event yang bisa mendatangkan orang, sehingga okupansi meningkat,” bebernya.

Untuk diketahui, Kota Tarakan memiliki 46 hotel dari seluruh tingkatan. “Satu lagi terkait rumah singgah, itu juga bagian yang menggerus tingkat hunian yang ada di Tarakan karena menawarkan yang lebih murah. Pemerintah juga harus jeli dalam hal ini. Kalau berlarut-larut begini, paling tidak dunia perhotelan bisa gugur satu per satu. Kalau tingkat okupansinya cuma 23 persen, itu sudah sangat tidak layak,” jelasnya.

Nah, jika kemudian terdapat banyak hotel yang tutup, maka akan berdampak pada perekonomian di Kota Tarakan dan menggerus pendapatan daerah serta menambah jumlah pengangguran. Menurut Adnan, seharusnya pemerintah memberikan reward kepada dunia usaha sebab pengusaha hadir mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan PAD di Tarakan.

“Makanya, ini pertama kali dilakukan rapat dengar pendapat dengan pemerintah, dimediasi DPRD, mudah-mudahan ini tidak berhenti sampai di sini, ini akan dilakukan secara berkala untuk mengetahui apa saja yang dialami bidang perhotelan,” jelasnya. (shy/lim)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 12:26

PARAH BAH..!! Embung Kekeringan, PDAM Hanya Bisa Berdoa

HUJAN yang tak kunjung membasahi Bumi Paguntaka, membuat Embung Binalatung…

Selasa, 17 September 2019 12:12

Waspada Penyakit Dampak Kabut Asap

TARAKAN - Meski masih dinyatakan aman, namun kabutasap di Tarakan…

Selasa, 17 September 2019 11:53

Umi dan Sofian Berebut Simpati PDIP

PETA PARPOL DI DPRD TANA TIDUNG   PARPOL        JUMLAH KURSI…

Selasa, 17 September 2019 09:32
Ramah, berwibawa dan santun. Itulah sosok Agus Priyono, S.E, Sk, CA, di mata anak buahnya. Mungkin belum banyak yang mengenal sosok pria kelahiran Banyumas, 21 April 1972 ini. Ia adalah kepala perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan K

Awal Karier Terbayang sebagai Teller Bank

MENGAWALI karir di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), sebenarnya bukanlah tujuan…

Senin, 16 September 2019 10:22

Di Nunukan, Semua Sekolah Diliburkan, Bandara Ditutup

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, meliburkan seluruh sekolah di…

Senin, 16 September 2019 09:47

Ada Tambang, Diusulkan Ada BUMD yang Kelola Sumber Daya Alam

POTENSI itulah membuat Pulau Tarakan yang saat ini sudah menyandang…

Senin, 16 September 2019 09:33

6 Pasang Peserta dari Utara ke Babak Final

PARA PEMENANG DI KECAMATAN TARAKAN UTARA Juara I         …

Senin, 16 September 2019 09:16
Sejumlah benda bersejarah dan situs bangunan yang ada di Tarakan, sebagai bukti jejak sejarah perang dunia II di Tarakan. Jejak sejarah inipun diabadikan di dua museum yang ada di daerah Kelurahan Kampung Empat. Yakni Museum Perang Dunia II dan Muse

NV Tarakan Mij, Perusahaan Pertama Eksplorasi Minyak

PULAU Tarakan sangat terkenal dengan perminyakannya. Lantas dari catatan sejarah…

Minggu, 15 September 2019 01:06

Maklumat Kapolda, Bakar Lahan Terancam Pasal Berlapis

KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) telah mengeluarkan maklumat…

Minggu, 15 September 2019 01:00

APA MAKSUD INI...?? Beredar Spanduk Mantan Bupati Enrekang, Mau Maju Pilgub Kaltara?

 TOKOH lain yang juga menjadi pembicaraan di tengah masyarakat adalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*