MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Juli 2019 09:41
Jangan Coba-Coba Pelihara Ikan Berbahaya dan Invasif, Bisa Dipenjara..!!
Arapaima Gigas, salah satu ikan berbahaya dan invasif yang dilarang dipelihara.

PROKAL.CO, TARAKAN – Penindakan tegas dilakukan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Ikan (BKIPM) Tarakan terhadap pemilik ikan yang dianggap berbahaya dan invasif. Sesuai dengan ketentuannya memelihara tanpa memiliki izin akan dikenakan penjara 6 tahun dan denda Rp 1,5 miliar, sementara bila sengaja melepaskan ke sungai akan dikenakan penjara 10 tahun dan denda Rp 2 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BKIPM Tarakan Umar kepada pewarta, Senin (8/7) bahwa pihaknya menindak tegas terkait kepemilikan ikan tanpa izin sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 14 Tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dan Invasif di Perairan Indonesia.

“Tahun lalu sudah kami berikan kesempatan untuk menyerahkan secara sukarela mulai tanggal 1 Juli hingga 31 Juli, bila nanti kami temukan di lapangan masih ada yang memelihara tanpa izin, kami akan melakukan tindakan tegas dengan mengambil paksa ikan yang masuk kategori berbahaya dan invasif,” bebernya.

Dirinya menjelaskan setidaknya ada 152 jenis ikan yang masuk kategori berbahaya dan invasive. Kebanyakan yang dipelihara di antaranya ikan jenis aligator dan ikan arapaima, sehingga kami mengimbau masyarakat Kaltara yang masih memelihara ikan yang masuk kategori berbahaya dan invasif untuk menyerahkannya.

“Tahun lalu kami sudah melakukan pemusnahan sekitar 5 ekor ikan jenis aligator yang diserahkan oleh masyarakat secara sukarela, saya rasa langkah yang dilakukan masyarakat sudah benar, bila tidak menyerahkan tentunya ada sanksi penjara dan denda yang menanti,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2019,  pihaknya belum menemukan masyarakat yang memelihara ikan yang masuk kategori berbahaya dan invasif. “Kalau informasi ada, tapi kami masih melakukan pendalaman terkait kebenarannya, bila benar baru kami lakukan penindakan tegas,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan aturan terkait larangan memelihara ikan jenis berbahaya dan invasif sudah lama diberlakukan. adanya kasus pelepasan ikan arapaima di Sungai Berantas beberapa waktu lalu, membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  menginstruksikan untuk mengambil ikan jenis tersebut dari tangan masyarakat.

“Kebanyakan di Indonesia yang dipelihara ikan aligator, arapaima dan piranha, bila ikan-ikan ini sengaja dilepaskan di sungai, secara tidak langsung merusak ekosistem yang ada, mengingat ikan-ikan ini memangsa apa pun,” ungkapnya.

Aligator didatangkan ke Kaltara dari Malaysia. “Kalau tadi lewat bandara, pasti kami ketahui, tapi ikan ini tidak kami dapatkan, saya memperkirakannya dapatnya dari Tawau, Malaysia,” pungkasnya.

 

PULUHAN JENIS IKAN DIPAMERKAN

BKIPM Tarakan dan beberapa komunitas beserta pecinta ikan hias memperkenalkan kepada masyarakat segala jenis ikan yang hidup di habitat seluruh dunia di kantornya di Jalan Mulawarman.

Ketua panitia Syahrani mengatakan, beberapa jenis ikan yang diperkenalkan dalam pemeran tersebut ialah guppyrainbow, neon tetra, zebra danio (ikan zebra), butterfly fish (ikan kupu-kupu), arwana, hiu hias dan lain-lain. Dalam pameran tersebut tidak hanya menampilkan ikan-ikan hias, namun juga membuka bazar para usaha kecil menengah (UKM) untuk memperkenalkan jajaran berbahan ikan dan hasil laut lainnya.

“Dalam rangka bulan bakti Karantina Ikan dan mutu hasil perikanan, jadi kami memperkenalkan ikan-ikan kepada orang-orang dalam kegiatan ini dan juga di sini tidak hanya memamerkan jenis-jenis ikan tapi juga ada beberapa bazar yang menjual produk-produk dari ikan dan hasil prikanan,” ujarnya, kemarin (8/7).

Saat berjalannya acara tersebut, tidak jarang ikan-ikan yang diperkenalkan mengundang kekaguman pengunjung. Mengingat beberapa ikan memang belum pernah terlihat sama sekali di alam liar.

Kegiatan yang dikontribusi komunitas-komunitas dan beberapa pedagang ikan hias tersebut juga menampilkan jenis ikan berbahaya, namun dalam bentuk yang telah diawetkan. Itu semua dilakukan untuk memberi edukasi bagi pengunjung terhadap ikan yang dilarang masuk ke Indonesia.

“Semua jenis ikan, seperti ikan air asin dan air tawar. Ada juga ikan jenis predator awetan hasil tangkapan kami, yang kemudian kami awetkan dan memajangnya untuk pengetahuan masyarakat. Semua totalnya 50 jenis ikan,” tuturnya.

Diketahui, pameran ini merupakan yang ketiga kalinya sejak dilaksanakannya pameran ikan dalam 3 tahun terakhir. Hal tersebut tidak terlepas dari momentum sejak 3 tahun lalu dilaksanakan bersama di seluruh nusantara.

“Pameran ini merupakan yang ketiga kalinya dari 2017, 2018 dan saat ini. Memang diadakan setiap momen bhakti hari ikan, karena momentum ini diperingati di seluruh Indonesia. Jadi, sebagai daerah penghasil perikanan kami tidak boleh ketinggalan dari daerah lainnya,” tuturnya.

Salah satu aquascapers -julukan pecinta aquascape Andi Odang (27) mengungkapkan, tidak hanya ikan, pengunjung juga diajak menikmati sensasi melihat kehidupan bawa air dari akuarium. Ia dengan melihat hasil karya aquascape yang tidak lain menampilkan ilustrasi kehidupan bawa air yang disusun menggunakan bahan alam yang diambil langsung dari habitatnya.

“Di sini tidak memperkenalkan jenis ikan saja, tapi juga kami mencoba memperkenalkan suasa habitat ikan itu di dalam air. Selain itu, kami juga memperkenalkan jenis-jenis tumbuhan air  yang didesain di sebuah akuarian yang bernama aquascape. Semua itu adalah hasil karya teman-teman aquascape Tarakan,” tuturnya.

Meskipun sebagian besar jenis tumbuhan diambil di alam Kota Tarakan, namun beberapa jenis tumbuhan sengaja didatangkan dari luar daerah mengingat tidak semua jenis tumbuhan bisa didapatkan di alam Kota Tarakan.

“Sebagian besar memang didapatkan di sini, biasanya kami mencari di sungai atau di hutan, tapi ada beberapa jenis tumbuhan memang tidak ada dan harus dibeli dari luar seperti java moss, eleocharis parvula, anubias nana. Ketiga tumbuhan ini merupakan jenis rumput tapi bentuknya yang beda,” tuturnya

Feby Pebiola Lubis (32), pengunjung pameran mengaku sangat senang dapat mengunjungi pameran tersebut. Selain karena bisa melihat jenis ikan baru, ia juga dapat melihat keindahan kehidupan bawa air.

“Senang sekali, kegiatan ini sangat bagus karena memperkenalkan masyarakat jenis-jenis ikan dan ekosistemnya di mana saja. Sekaligus memperlihatkan keadaannya langsung dengan ilustrasinya. Dengan ini saya pikir bisa menambah pengetahuan pengunjung,” pungkasnya. (jnr/*/zac/lim)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 12:26

PARAH BAH..!! Embung Kekeringan, PDAM Hanya Bisa Berdoa

HUJAN yang tak kunjung membasahi Bumi Paguntaka, membuat Embung Binalatung…

Selasa, 17 September 2019 12:12

Waspada Penyakit Dampak Kabut Asap

TARAKAN - Meski masih dinyatakan aman, namun kabutasap di Tarakan…

Selasa, 17 September 2019 11:53

Umi dan Sofian Berebut Simpati PDIP

PETA PARPOL DI DPRD TANA TIDUNG   PARPOL        JUMLAH KURSI…

Selasa, 17 September 2019 09:32
Ramah, berwibawa dan santun. Itulah sosok Agus Priyono, S.E, Sk, CA, di mata anak buahnya. Mungkin belum banyak yang mengenal sosok pria kelahiran Banyumas, 21 April 1972 ini. Ia adalah kepala perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan K

Awal Karier Terbayang sebagai Teller Bank

MENGAWALI karir di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), sebenarnya bukanlah tujuan…

Senin, 16 September 2019 10:22

Di Nunukan, Semua Sekolah Diliburkan, Bandara Ditutup

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, meliburkan seluruh sekolah di…

Senin, 16 September 2019 09:47

Ada Tambang, Diusulkan Ada BUMD yang Kelola Sumber Daya Alam

POTENSI itulah membuat Pulau Tarakan yang saat ini sudah menyandang…

Senin, 16 September 2019 09:33

6 Pasang Peserta dari Utara ke Babak Final

PARA PEMENANG DI KECAMATAN TARAKAN UTARA Juara I         …

Senin, 16 September 2019 09:16
Sejumlah benda bersejarah dan situs bangunan yang ada di Tarakan, sebagai bukti jejak sejarah perang dunia II di Tarakan. Jejak sejarah inipun diabadikan di dua museum yang ada di daerah Kelurahan Kampung Empat. Yakni Museum Perang Dunia II dan Muse

NV Tarakan Mij, Perusahaan Pertama Eksplorasi Minyak

PULAU Tarakan sangat terkenal dengan perminyakannya. Lantas dari catatan sejarah…

Minggu, 15 September 2019 01:06

Maklumat Kapolda, Bakar Lahan Terancam Pasal Berlapis

KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) telah mengeluarkan maklumat…

Minggu, 15 September 2019 01:00

APA MAKSUD INI...?? Beredar Spanduk Mantan Bupati Enrekang, Mau Maju Pilgub Kaltara?

 TOKOH lain yang juga menjadi pembicaraan di tengah masyarakat adalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*