MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 01 Juli 2019 13:20
Bertahun-tahun Jadi Surga Pengetap

Pengawasan di Tangan Pemprov Kaltara

PADAT KENDARAAN: Antrean kendaraan di SPBU yang mudah ditemui setiap harinya. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, SEMAKIN maraknya aktivitas pengetap pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Tarakan menimbulkan keresahan di masyarakat konsumen. Pengetap menambah panjang antrean. Barang subsidi itu pun menjadi komoditas dagang di tingkat pengecer, yang ilegal alias tak diatur dalam Undang-Undang (UU) Minyak dan Gas.

Meski menjadi permasalahan yang bertahun-tahun, pemerintah minim penindakan. Para pengetap sangat bebas beraktivitas setiap hari tanpa adanya larangan apa pun, baik dari pihak SPBU, maupun aparatur pemerintah.

SU (47), warga Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat menjadi pengetap beberapa tahun belakangan. Diakuinya, dari mengetap ekonomi keluarganya menjadi terbantu. Dari pekerjaan itu ia menafkahi keluarga beberapa tahun belakangan ini.

SU kesulitan pekerjaan layak. Seorang lulusan sekolah menengah atas (SMA) seperti dirinya, tak cukup banyak peluang dapat bekerja larang. “Kerja begini dari tahun 2016. Yah, mau bagaimana lagi mau cari pekerjaan dengan upah layak, susah. Sebenarnya ini bukan keinginan saya, tapi tidak ada pilihan lain karena kerjaan ini yang bisa memberikan hasil lumayan dan tidak terlalu menguras tenaga. Tinggal ngantre saja selesai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan dari hasil mengetap mampu menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Selain itu ia juga bisa membiayai anaknya yang masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP) dan SMA. Meski hasilnya tidak begitu besar, kata dia, setidaknya dapat memenuhi semua kebutuhan rumah tangga. Bahkan, ia telah menambah sepeda motornya untuk digunakan mengetap. Satu sepeda motor dipakai untuk mempekerjakan seseorang.

“Hasilnya walaupun tidak besar, tapi lumayan lah. Cukup memenuhi kebutuhan. Dengan kerjaan ini, alhamdulillah juga saya bisa membiayai sekolah 3 anak saya. 1 masih kuliah dan duanya lagi SMA dan SMP. Sebenarnya mau cari pekerjaan lain kalau ada. Tapi saya kan juga mau masuk (usia) kepala lima jadi susah juga nyari kerjaan yang layak. Jadi mau tidak mau jalani ini saja dulu,” jelasnya.

Setiap hari mengetap bisa mendapatkan hasil bersih sekira Rp 300 hingga Rp 400 ribu. Dengan penghasilan sebesar itu, ia bisa hidup layak di Kota Tarakan. Meski demikian, ia mengaku hasil tersebut belum dapat dikatakan besar mengingat tingginya biaya hidup di Kota Tarakan.

“Sekali ngantre itu dapat 15 liter dan setiap hari paling banyak bisa ngantre 15 kali, paling sedikit 10 kali di pom bensin. Kan bukan cuma satu pom bensinnya. Tapi paling sering di pom bensin di Mulawarman (Jalan Mulawarman) karena paling dekat, dan tidak banyak juga pakai bensin ke sana. Rata-rata bisa dapat 220 liter. Kalau satu liter bisa dijual lagi Rp 9 ribu sama pedagang bensin botol atau sama tukang perahu. Kalau penjual bentol, jual 1 botol Rp 10 ribu masih bisa. Kan 1 botol itu tidak sampai seliter isinya,” ujarnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Hanip mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pengawasan rutin kepada pengetap BBM. Hanya, menurutnya pengetap cukup cerdik menghindari patroli Satpol PP. Selain itu, Satpol PP tidak dapat melakukan pengawasan secara intens pada setiap SPBU. Tugas Satpol PP tidak hanya fokus pada pengetap.

“Sejauh ini kami tetap melakukan patroli ke SPBU. Cuma memang pengetap ini sangat hafal jam patroli kami, jadi mereka gampang menghindar. Kami juga kan patrolinya keliling bukan cuma mengawasi SPBU saja, jadi tidak mungkin kami berdiam saja di sana,” tuturnya.

Satpol PP menginginkan dilakukannya pengawasan intens pada setiap SPBU. Hanya, jumlah personel dan anggaran terbatas, sehingga hal tersebut sulit dilakukan.

“Kami mau saja mengawasi seperti dulu, cuma masalahnya kami ini tidak punya anggaran cukup. Petugas itu berjaga sampai malam hitungannya lembur dan mereka juga butuh konsumsi saat menjaga di sana. Kalau anggaran terbatas sulit kami jalankan,” kata Hanip berterus terang beberapa waktu lalu.

 

DITEGUR, PENGETAP KUCING-KUCINGAN

Salah seorang warga RT 56, Karang Anyar, Suparjo (37) mengatakan kehadiran pengetap ini membawa dampak negatif dan positif bagi masyarakat. “Dengan adanya pengetap msyarakat bisa membeli bensin secara praktis. Juga menciptakan lapangan pekerjaan baru buat masyarakat,” tuturnya.

Namun dampak negatifnya, kehadiran pengetap termasuk bensin botolan alias bentol ini mempersulit masyarakat yang mengantre di SPBU. “Itu kan juga merusak pemandangan, karena banyak yang jualan bensin botolan,” katanya.

Saat Radar Tarakan konfirmasi Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disdagkop-UKM Tarakan Hidayat mengatakan terkait pengawasan BBM tak hanya pengetap. Termasuk pengawasan gas LPG, yang sebenarnya di bawah pengawasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara.

“Masalah pengawasan itu, kami secara umum tidak hanya pengetap. Sebenarnya permasalahan ini sudah ditangani oleh provinsi. Kami ada tim Dalwas namanya,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Perihal maraknya pengetap pun sudah dibahas dalam agenda rapat bersama instansi dan stakeholder lainnya. Termasuk aparat keamanan. Diakuinya, benar adanya oknum yang memanfaatkan keadaan. “Saya juga tidak menuduh, memang ada oknum yang memanfaatkan kondisi ini. Kadang turun lapangan, kalau ada mobil mencurigakan atau pengetap, saya langsung tegur,” jelasnya.

Termasuk memberi teguran kepada operator dan koordinator di SPBU. Pasalnya pengetap ini melanggar aturan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.

Dalam pelaksanaan pengawasan, pihaknya pun menunggu arahan dari Pemprov Kaltara. Apalagi ini melanggar perlindungan konsumen. “Di tembok SPBU Mulawarman, itu jelas tulisannya, jangan dilayani. Saat kami kasih teguran jawabnya iya. Tapi setelah itu, diulang lagi. Kami juga sudah panggil Pertamina dan Kodim (0907/TRK), kami juga menunggu dari Provinsi (Pemprov) karena mereka yang mengkoordinir. Dalam pelaksanaan pengawasan, itu melibatkan semua instansi terkait,” katanya.

Lantas adakah mafia di balik pengetap ini? Ia berterus terang belum menerima laporan secara spesifik. Sejauh ini yang diketahuinya masih bersifat keuntungan pribadi. “Kami belum pernah menerima laporan ini (mafia). Yang kami temukan yang alami saja, atau dari per orang untuk usaha,” bebernya.

Belakangan ini pun pernah mencuat dispenser BBM eceran di pinggir jalan protokol. Sepengetahuannya dalam pengawasan pemerintah dan legal adalah BBM yang dibeli langsung dari TBBM Pertamina Tarakan. “Yang diawasi pemerintah, yang dibeli langsung di Pertamina. Dispenser ini kami tidak tahu jelas, tidak ada izinnya. Sama perlakuannya bensin botolan,” tutupnya. (*/zac*/one/lim)

 


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 09:23

Deg-degan Setiap Kali Muncul Kabar Ada yang Meninggal

RATUSAN masyarakat tumpah-ruah memenuhi Masjid Baitul Izzah menyambut kedatangan sanak-saudara…

Rabu, 18 September 2019 09:03

Di Balik Kabut Asap, Diduga Ulah Perusahaan

MASYARAKAT Nunukan, mulai tidak tenang dengan kabut asap yang terjadi…

Rabu, 18 September 2019 08:44

Ombudsman Singgung Soal Lapas Kelebihan Kapasitas

TARAKAN - Lapas Kelas II-A Tarakan kelebihan kapasitas sejak bertahun-tahun…

Selasa, 17 September 2019 12:35

Satu Hektare Lebih Lahan Dilalap Api

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi. Lahan yang terbakar merupakan…

Selasa, 17 September 2019 12:26

PARAH BAH..!! Embung Kekeringan, PDAM Hanya Bisa Berdoa

HUJAN yang tak kunjung membasahi Bumi Paguntaka, membuat Embung Binalatung…

Selasa, 17 September 2019 12:12

Waspada Penyakit Dampak Kabut Asap

TARAKAN - Meski masih dinyatakan aman, namun kabutasap di Tarakan…

Selasa, 17 September 2019 11:53

Umi dan Sofian Berebut Simpati PDIP

PETA PARPOL DI DPRD TANA TIDUNG   PARPOL        JUMLAH KURSI…

Selasa, 17 September 2019 09:32
Ramah, berwibawa dan santun. Itulah sosok Agus Priyono, S.E, Sk, CA, di mata anak buahnya. Mungkin belum banyak yang mengenal sosok pria kelahiran Banyumas, 21 April 1972 ini. Ia adalah kepala perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan K

Awal Karier Terbayang sebagai Teller Bank

MENGAWALI karir di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), sebenarnya bukanlah tujuan…

Senin, 16 September 2019 10:22

Di Nunukan, Semua Sekolah Diliburkan, Bandara Ditutup

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, meliburkan seluruh sekolah di…

Senin, 16 September 2019 09:47

Ada Tambang, Diusulkan Ada BUMD yang Kelola Sumber Daya Alam

POTENSI itulah membuat Pulau Tarakan yang saat ini sudah menyandang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*