MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 01 Juli 2019 13:17
Peraih Medali Emas Kapolri dari Keluarga Sederhana

Bripda Vidya Rosanti Suwarno, Polwan Cantik Segudang Prestasi

MEMBANGGAKAN: Bripda Vidya Rosanti Suwarno memakai seragam polisi. DOK. PRIBADI BRIPDA VIDYA ROSANTI SUWARNO

PROKAL.CO, Orang tua mana yang tidak bangga jika anaknya lulus menjadi anggota Polri. Apalagi jika anak itu memiliki prestasi yang menonjol setelah bergabung menjadi anggota Polri. Ya, ia adalah Bripda Vidya Rosanti Suwarno. Anggota Polri yang bertugas di Polres Tarakan ini sangat menginspirasi.

 

LISAWAN YOSEPH LOBO, Tarakan

 

SIAPA sangka. Gadis berparas cantik yang lahir dari pasangan Suwarno (45) dan Supartini (41) ini pernah mengharumkan nama Polres Tarakan di tingkat nasional.

Wanita berkulit sawo matang ini, meraih medali emas sebagai juara pertama pada kejuaraan Nasional Kapolri Cup 2017, yang digelar di Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Ia pun tidak pernah menyangka bisa meraih juara pertama di ajang paling bergengsi bagi para anggota Polri ini.

Sebab, lawan tanding yang harus dihadapi Bripda Vidya saat itu bukan atlet-atlet pemula. Di babak final, atau babak penentuan, Vidya harus melawan atlet Judo yang juga polwan asal Jawa Barat. Konon, polwan asal Jawa Barat ini adalah peraih medali emas pada event Kapolri Cup setahun sebelumnya, 2016.

“Waktu itu deg-degan, dan gak menyangka ternyata saya bisa mengalahkan dia. Padahal ini lomba pertama saya sejak berdinas di Polres Tarakan,” kata Vidya dengan bangganya kepada Radar Tarakan.

“Saya main di-under kelas 55. Waktu final sih agak sulit. Apalagi saya basisolahraganya gulat. Teknik bawah, jadi biasanya pegang kaki. Kalau judo kan teknik atas, jadi sampai sekarang pun saya masih beradaptasi,” kata dara kelahiran Samarinda, 7 Desember 1996 ini.

Olahraga judo ditekuni Bripda Vidya setelah resmi menjadi anggota Polri pada Februari 2016 dan terus digelutinya hingga saat ini.

Sebenarnya tak hanya judo. Semasa sekolah, baik saat duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) maupun sekolah menengah atas (SMA), ia berprestasi di cabang olahraga lainnya. Di antaranya gulat, wushu, dan lari jarak jauh 10 kilometer (KM). “Dari SMP ikut gulat dan wushu. Jadi apa aja saya coba. Di SMA, kebetulan saya atlet gulat dan lari jarak jauh. Pernah ikut lomba nasional. Alhamdulillah saya masuk polwan dan bisa berprestasi di sini,” tuturnya.

Tak puas sampai di situ. Ia terus melatih kekuatan fisik. Sesibuk apa pun, wanita yang memiliki tinggi 165 sentimeter ini selalu meluangkan waktunya untuk berlatih meski tidak ada pertandingan.

Paling tidak jogging, push up dan pull up. Setiap minggu pun ia masih latihan judo. Tak hanya itu, ada pula kerinduannya ingin melatih anak sekolah. Ia ingin ada yang meneruskan prestasinya itu.

“Saya ingin melatih anak sekolah, biar mereka termotivasi untuk berprestasi. Tapi mengatur waktunya yang agak sulit. Di Kampung Bugis, ada tempat latihan judo. Kebetulan ada pelatihnya juga. Ada senior dari sini (Polres Tarakan) juga, karena sama-sama kerja, jadi kami saling membantu,” ucapnya.

Di tahun ini, Bripda Vidya sudah genap tiga tahun menjadi polwan. Tentu tanggung jawab yang dipikulnya tidak ringan. Selain harus menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, Vidya sadar benar tugas anggota Polri adalah ikut menjaga keamanan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Atasan saya sangat mendukung, selama itu tidak di luar batas. Apalagi bisa mengharumkan nama instansi,” kata gadis yang masih berusia 22 tahun ini.

Selain berprestasi di bidang non-akademik, wanita murah senyum ini juga patut diberi acungan jempol di bidang akademik. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) Negeri 035 Pamusian, Tarakan, ia tak pernah absen juara kelas. Lebih membanggakan lagi, ketika di SMP Negeri 7 Tarakan, ia berhasil mempertahankan posisi peringkat satu di kelasnya.

“Pas SMA (SMA Negeri 2 Tarakan), peringkat satu dan dua. Pas SMP (2012), juga pernah lomba menulis artikel tentang lingkungan hidup se-Tarakan dan dapat juara satu. Pas kelas 1 SMA, pernah juara tiga duta membaca nasional di Kalimantan Timur (Kaltim),” tutur wanita yang kurang menyukai pelajaran matematika ini.

Tak berhenti sampai di situ. Wanita berhijab ini masuk di jajaran lulusan terbaik di pendidikan polisi wanita se-Indonesia. Bripda Vidya berada di urutan 11 dari 598 di sekolah polwan, seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah urutan 11 di seluruh Indonesia,” katanya dengan terharu.

Dengan prestasi-prestasi yang dimilikinya, polwan angkatan ke-44 ini pun mendapat penghargaan dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Timur (Polda Kalimantan Utara belum terbentuk).

“Penghargaan pertama saya saat lulusan terbaik di sekolah polwan. Dan yang kedua pas dapat emas (Juara 1 Kapolri Cup). Jadi dalam setahun, dua kali penghargaan,” katanya.

Sebagai anggota Polri, tentu Vidya harus tegas. Terutama saat ia harus menghadapi kasus kriminalitas. Selain mendapatkan pengalaman pertama berada langsung di TKP, ia pun banyak belajar dari para seniornya. Mulai dari penangkapan pelaku pencurian, pemeriksaan lalu lintas, hingga kasus narkoba.

Bahkan ia pernah menemui perempuan yang terjerumus kasus kriminal. Sesama perempuan, ia sangat menyayangkan hal ini harus terjadi. “Kalaupun ikut nangkap, saya ditemani senior. Kami nggak dilepas begitu aja,” katanya.

Di sela pekerjaan dan olahraga, anak pertama dari empat bersaudara ini ternyata masih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia kuliah mengambil jurusan ilmu hukum guna mendukung pekerjaannya saat ini.

“Sekarang saya kuliah di UT (Universitas Terbuka), sudahmasuk semester tujuh. Jadi harus bisa mengatur waktu untuk kerja, kuliah dan latihan,” ucapnya seraya mengatakan, menjadi polisi ini adalah cita-citanya sejak kecil. Dan ia punya tekad yang kuat agar Polri semakin jaya dan lebih baik lagi.

Lantas seperti apa sosok Bripda Vidya di mata keluarga?

Wanita yang lulus polwan dengan sekali mengikuti seleksi ini, ternyata lahir dari keluarga sangat sederhana.

Ia bahkan tidak pernah malu dengan latar belakang keluarganya. Ibunya, Supartini buka usaha kecil-kecilan berjualan keripik usus ayam. Sedangkan ayahnya, hanya seorang buruh bangunan. Tapi kini, Bripda Vidya mampu membanggakan orang tua dan keluarganya dengan berhasil menjadi anggota Polri.

KepadaRadar Tarakan,Supartini menceritakan bahwa Bripda Vidya yang masih tinggal bersama orang tuanya di Jalan Bukit Cinta RT 8, Sebengkok Waru ini termasuk anak yang rajin dan ramah.

“Dia memang suka olahraga, dan memang anak yang tidak neko-neko. Suka bantu orang tua. Dulu waktu masih sekolah, setiap pulang sekolah atau selesai kerjakan PR, pasti bantu orang tua,” tutur Supartini mulai bercerita.

Hal itu tidak pernah ia tinggalkan. Begitu juga setelah Bripda Vidya menjadi seorang anggota Polri. Ia selalu menyempatkan diri meringankan pekerjaan ibunya. Mulai dari membungkus keripik yang digoreng ibunya, hingga mengantar ke rumah pemesan.

Diremehkan sekalipun, Bripda Vidya tak malu dengan keadaan orang tuanya. Bagaimanapun, ia sadar bahwa hidup dan sukses itu adalah hasil keringat kedua orang tuanya.

“Sekarang juga masih. Pas momen Lebaran, dia yang antar ke rumah seniornya yang pesan. Dia juga yang promosi. Dia tidak pernah malu. Ada (tetangga) yang bilang, sudah polwan kok masih jualan keripik? Katanya enggak apa-apa, saya jadi polwan juga karena ini (keripik),” lanjutnya.

Satu hal yang diingat Supartini. Saat Bripda Vidya masih berjuang, tak banyak tetangga yang memandang sebelah mata. Ada pula mulut yang mencibirnya tak pantas memiliki cita-cita setinggi langit.

Bukannya patah semangat dan merasa terpuruk. Ia justru menjadikan ejekan tetangga sebagai motivasi. Yang akhirnya mengantarkan ia ke gerbang kesuksesan.

“Orang-orang sempat bilang, tidak mungkin (jadi polisi). Orang tidak punya (tidak berada) kok cita-citanya tinggi. Jadi dari situ dia termotivasi. Ternyata anak saya bisa,” bangganya dengan mata berkaca-kaca.

Dengan segudang prestasi yang telah diraih Bripda Vidya hingga menjadi seorang polwan, ibunya tentu sangat bangga. Supartini bahkan masih tidak menyangka memiliki seorang putri seperti Bripda Vidya.

“Saya hampir tidak percaya punya anak polwan. Dia pakai seragam pun saya sempat menangis, dan memang ini kenyataan. Suami saya kerja bangunan, dulunya jualan bakso keliling, tapi tidak laku. Akhirnya ganti jualan mi ayam. Ganti lagi jualan es. Akhirnya kerja bangunan dan saya sambil jualan keripik. Nasib orang kan tidak ada yang tahu,” bebernya.

Ibarat peribahasa yang mengatakan, di atas langit masih ada langit. Supartini pun kerap mengingatkan anaknya agar tidak sombong dan tetap menghormati orang yang lebih tua. Termasuk kepada para seniornya. Ia sangat berharap, Bripda Vidya lebih giat dan mengukir prestasi.

“Jadi saya bilang sama Vidya, jangan sombong. Harus tetap sopan dan hargai senior. Alhamdulillah, Vidya ketemu siapa pun pasti senyum. Semoga ke depannya lebih maju lagi, lebih giat dan berprestasi,” doanya. (redaksi)

 

 


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 12:39

Bank Indonesia Inisiasi Transaksi via QR Code

ADA yang unik dalam festival kuliner di kegiatan pawai pembangunan…

Senin, 19 Agustus 2019 12:38

Janji Digelar sebagai Wisata Tahunan

TARAKAN – Akhirnya rindu masyarakat terobati dengan pawai pembangunan 2019…

Senin, 19 Agustus 2019 12:37

Terharu Pertama Kalinya Dapat Hadiah Jalan Sehat

TARAKAN – Jalan sehat BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN) yang…

Senin, 19 Agustus 2019 12:36

Al Rhazali, Janji Penambahan Fasilitas Pendidikan

Meski sempat ditentang sang istri untuk maju menjadi calon anggota…

Senin, 19 Agustus 2019 11:49

Banyak Pengendara Jatuh, Berharap Jalan Diaspal

TARAKAN - Hingga saat ini warga RT 09 Jalan Gunung…

Senin, 19 Agustus 2019 11:15

Polisi Dalami Keterangan Rekan Korban

  TARAKAN - Nasib nahas dialami Arnol Kristian (15) siswa…

Senin, 19 Agustus 2019 11:09

Target 95 Persen Anak Tarakan di Imunisasi

TARAKAN - Target imunisasi sampai saat ini masih terkendala di…

Senin, 19 Agustus 2019 11:08

Dino Andrian, Nelayan dengan Suara Terbanyak

Bak durian runtuh, nasib Dino Andrian (33) yang pertama kali…

Senin, 19 Agustus 2019 10:37

SAYANG SEKALI..!! Aset Sejarah di Kota Ini Kurang Terawat

Situs-situs peninggalan bersejarah salah satu jendela dunia, untuk mengetahui kejadian…

Senin, 19 Agustus 2019 10:36

Soal Isu Politis, KPU Menepis

TARAKAN – Usulan penundaan pelantikan atas KH, salah satu anggota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*