MANAGED BY:
RABU
30 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 01 Juli 2019 13:07
Sistem Zonasi Hapus Sebutan Sekolah Favorit
PROSES PPDB: LPMP menilai adanya sistem zonasi ini agar tak ada sebutan sekolah favorit. Tampak, proses PPDB tengah berlansung di salah satu sekolah di Tanjung Selor. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menilai bahwa penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan menerapkan sistem zonasi bertujuan agar ke depannnya tidak ada sebutan sekolah favorit.

Itu disampaikan Kepala LPMP Kaltara, Dr. Jarwoko dalam wawancara kepada awak media Radar Kaltara. Namun, dikatakannya juga, di lapangan mengenai sistem zonasi yang diberlakukan di tingkat SD, SMP dan SMA memang masih belum cukup banyak dipahami oleh masyarakat, khususnya orang tua/ wali murid itu sendiri. Sehingga diakuinya acap kali muncul anggapan sistem zonasi itu tak adil selama berlangsungnya PPDB sejauh ini.

“Zonasi ini sebenarnya ingin mengubah adanya sekolah favorit. Atau, sekolah yang dikhususkan hanya untuk orang–orang pintar dan mampu,” ungkapnya.

Lanjutnya, adanya zonasi itu juga sebagai upaya bahwa sekolah dengan sarana dan prasarana (sapras) serta guru yang mumpuni tak hanya dipenuhi oleh peserta didik yang pintar. Melainkan, semua warga negara wajib menerima tanpa terkecuali. Oleh karenanya, zonasi itu pun diberlakukan. Meski, tetap ada pengecualian beberapa persen yang diperuntukkan bagi yang berprestasi.

“Apalagi, pemerintah pusat itu memang menetapkan bahwa wajib belajar 12 tahun. Artinya, pemerintah sendiri pun harus mampu menyediakan bagi tempat mereka menempuh pendidikannya,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, maksud lain adanya sistem zonasi sendiri. Di mata LPMP bahwa itu sebagai upaya mencegah adanya praktik jual beli kursi, siswa titipan dan lainnnya yang dianggap melanggar pada suatu sekolah. “Bahkan, sekolah itu pun bisa menjadi kapitalis jika itu terus terjadi. Mengapa? Karena bisa saja yang hanya berduit yang dapat sekolah dengan kualitas baik,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 30 September 2020 11:05

Dana Kampanye Pilgub Kaltara Dibatasi Hingga Rp 57,4 M

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 29 September 2020 10:24

Desember, Sanksi Administratif Diberlakukan

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan telah menerbitkan  Peraturan Bupati (Perbup)…

Selasa, 29 September 2020 10:22

Dana Kampanye Naik Maksimal Rp 12 M

TANJUNG SELOR - Standar maksimal penggunaan dana untuk kampanye pada…

Selasa, 29 September 2020 10:21

Daftar Pemilih di Bulungan Berpotensi Naik

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan telah menggelar…

Selasa, 29 September 2020 10:20

Air Sungai Kayan Meluap, Waspada Banjir

TANJUNG SELOR - Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten…

Senin, 28 September 2020 13:49

Covid-19 Jadi Topik Debat di Debat Calon Gubernur Kaltara

TANJUNG SELOR - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian…

Senin, 28 September 2020 13:37

Antrean di SPBU Kembali Mengular, Maklumat Bersama Seolah Diabaikan

TANJUNG SELOR - Kondisi antrean kendaraan yang ingin mengisi bahan…

Senin, 28 September 2020 13:31

Jumlah Personel Menyesuaikan Anggaran

TANJUNG SELOR –Denganjumlah sebanyak 377 personel di Satuan Polisi dan…

Senin, 28 September 2020 13:29

Banjir dan Longsor Masih Mengancam Kaltara

TANJUNG SELOR – Aktivitas gelombang atmosfer masih terpantau di wilayah…

Senin, 28 September 2020 13:24

Juru Pelihara Cagar Budaya Diberi Insentif

TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers