MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 01 Juli 2019 12:48
Proyek Jalan, Ancam Kesehatan Jalan
BERDEBU: Jalan Bhayangkara RT 60 Kelurahan Karang Anyar yang berdebu meresahkan pengendara. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Adanya pengerjaan jalan yang berada  di Jalan Bhayangkara RT 60 Kelurahan Karang Anyar menimbulkan keresahan tersendiri bagi pengendara yang melintas. Pasalnya, adanya pengerjaan jalan tersebut menghasilkan banyaknya debu dari truk pengangkut pasir. sehingga banyak masyarakat yang terganggu karena debu tersebut.

Zulnaini (36) seorang warga setempat mengaku kerap mengalami sesak napas karena banyaknya debu berterbangan. Sehingga dengan kondisi itu ia dan warga lainnya berharap hal tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah.

"Sejak pengarjaan jalan itu banyak debu. Itu karena truk keluar masuk angkut tanah. Biar disiram air juga tidak mempan karena debu ini asalnya dari truk yang datang kerena tanah yang jatuh dari baknya. Jadi mungkin ada perhatian sedikitlah supaya mungkin sopir truk ini bisa dikasi imbauan menutup angkutannya," terangnya.

Sementara itu ketua RT 60 Djoko menerangkan pihaknya sudah melaporkan keadaan tersebut kepada dinas terkait. Namun, hingga saat ini belum terlihat adanya upaya penanganan dari pemerintah kota. Ia menerangkan, meski pengerjaan tersebut demi mempermudah akses masyarakat, namun pengerjaan tersebut dapat dilakukan sesuai standar operasional prosedur. Dengan begitu, pengerjaan jalan tersebut tidak menyebabkan dampak bagi lingkungan sekitar.

"Warga tentu sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya atas perbaikan jalan ini. Tapi ada baiknya pengerjaan sesuai SOP. Mungkin memang sepele kalau cuma debu. Tapi kalau pengerjaannya setahun tidak selesai-selesai bisa kena asma semua satu kampung. Sedangkan baru 4 bulan saja sudah ada yang sakit," tukasnya. 

Ia menerangkan, jika dirinya berencana melakukan konfirmasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meminta solusi dari masalah tersebut. Karena menurutnya, beberapa instansi terkait sudah tidak dapat berbuat banyak terkait masalah tersebut.

"Kami ada rencana konfirmasi ini ke DLH, mungkin DLH bisa sedikit memberikan solusi atau menangganinya. Karena sejauh ini dinas PU dan pihak kelurahan mungkin memiliki wewenang cukup terbatas," terangnya.

Meski demikian, ia mengaku warga setempat juga merusaha mengurangi debu setiap harinya dengan cara menyiram. Walau begitu, melakukan penyiraman tidaklah cukup tanpa adanya dukungan pekerja untuk menghasilkan debu.

"Setiap hari warga juga berupaya menyiram jalanan dengan air. Tapi memang dalam hitungan menit jalannya langsung kering. Selai itu kalau truk lewat, ada debu baru lagi. Makanya kami meminta bantuan untuk kerja samanya. Karena kalau air bisa menghentikan debu, kami tidak akan meminta bantuan kemana-mana," ujarnya. (*/zac/udn)

 


BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 11:21

Irwan Ditugasi Bawa Dukungan Parpol

TARAKAN – Desas-desus H. Irwan Sabri akan mendampingi Dr. H.…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:17

Pipa Gas Bunyu-Tarakan Diserahkan ke Pertamina EP

JAKARTA - Pipa penyalur gas yang membentang dari Bunyu hingga…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:00

Disnaker Gagal di Persidangan

TARAKAN- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tarakan memperkarakan salah satu pengusaha yang…

Jumat, 21 Februari 2020 10:08

Tawarkan Jembatan Bulungan-Tarakan ke Kedutaan Amerika

TARAKAN - Kedutaan Amerika Serikat mengaku tertarik untuk berinvestasi di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…

Rabu, 19 Februari 2020 10:33

Sinyal Irianto ke Irwan Sabri?

BEREDAR foto pertemuan H. Irwan Sabri dengan Gubernur Kalimantan Utara…

Selasa, 18 Februari 2020 10:54

AHY Sedot Perhatian di Pembukaan CFD

TARAKAN - Launching car free day (CFD) pada Minggu (16/2)…

Selasa, 18 Februari 2020 10:50

Mereka Belum Tahu Kapan Balik ke Tiongkok, Di Natuna Seperti Liburan

USAI menjalani masa observasi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau…

Minggu, 16 Februari 2020 11:57

BREAKING NEWS! Tangis Haru Sambut Mahasiswa Kaltara, Usai Diobservasi di Natuna

TARAKAN - 19 mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipulangkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers