MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 01 Juli 2019 12:09
PPDB Perlu Evaluasi

Disdikbud Klaim Cukup Berjalan Normal

AKAN DIEVALUASI: Pelaksanaan PPDB di SMAN 1 Tarakan beberapa hari lalu dipadati calon peserta didik baru. Pelaksanaan PPDB tahun ini menuai sejumlah kritik dari masyarakat karena menerapkan sistem zonasi. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Berakhirnya pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) pada 28 Juni kemarin, masih menyisakan kritik di kalangan masyarakat karena banyaknya keluhan dari orang tua calon peserta didik. Hal tersebut tentunya menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam membenahi sistem dalam pelaksanaan PPDB di tahun selanjutnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltara Cabang Tarakan, Ahmad Yani mengungkapkan, pelaksanaan PPBD tahun ini cukup berjalan normal. Meski demikian, ia mengaku pelaksanaan PPDB masih memerlukan sedikit evaluasi. Hal itu dikarenakan masih banyaknya masyakat yang belum merasakan kepuasan pada pelaksanaan PPDB kali ini.

“Sejauh ini pelaksanaan PPBD berjalan normal. Memang harus diakui masih ada perlu sedikit evaluasi. Namun, evaluasi ini bukan karena adanya kesalahan, tapi hanya menyesuaikan atau mengondisikan sesuai apa yang diinginkan masyarakat,” ujarnya kemarin (29/6).

Ia menerangkan, terdapat beberapa sistem yang memerlukan evaluasi seperti pelayanan antre dan layanan informasi. Oleh karena itu, ia mengakui masih terdapat keluhan masyarakat yang menganggap teknis pengantrean menyulitkan pendaftar. Selain itu, ia mengakui layanan informasi juga memerlukan sedikit evaluasi mengingat banyaknya masyarakat yang masih bingung terkait teknis pendaftaran.

“Memang ini masih menjadi PR kami untuk ke depannya. Karena saya juga beberapa kali mendengar langsung keluhan masyarakat yang merasa lelahnya dengan berbagai prosesnya. Memang secara teknis cukup bagus untuk memaksimalkan penyeleksian, tapi mungkin perlu disederhanakan lagi,” tuturnya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil semua pihak untuk membahas kendala yang terjadi pada pelaksanaan PPDB 2019. Walau begitu, menurutnya sejauh ini pelaksanaan PPDB tahun ini sedikit lebih tertib daripada tahun lalu.

“Kami mengakui memang masih banyak mekanisme yang harus dibenahi. Walau begitu, setiap sekolah juga memiliki kemampuan terbatas dalam melayani banyaknya pendaftar. Insyaallah dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pertemuan dalam membahas apa saja yang menjadi masalah pada PPDB tahun ini. Sehingga itu akan menjadi evaluasi kita di tahun berikutnya,” bebernya.

Sementara itu, Akademisi Universitas Borneo Tarakan (UBT) DR. Suyadi S.S., M.Ed menerangkan, seharusnya pendidikan dapat memberikan peluang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk memilih sekolah mereka untuk melanjutkan pendidikan sesuai kapasitasnya. Selain itu, jika alasan pemerintah menerapkan sistem zonasi hanya demi pemerataan status sekolah, menurutnya hal tersebut disertai antisipasi konkret, agar pada praktiknya tidak ada satu pun masyarakat yang dirugikan.

“Jadi, pembatasan zonasi misalkan, itu kalau ada alasan-alasan tertentu, misalnya bisa dipertanggung jawabkan secara rasional dan itu bisa disesuaikan. Namun jangan sampai menutup kemungkinan peluang bagi siswa untuk meminati sekolah tertentu,” ucapnya.

Ia mengakui, masalah pendidikan saat ini amatlah runyam, karena tidak meratanya minat peserta didik pada setiap sekolah. Sehingga dengan sistem zonasi dapat membuat penyebaran siswa lebih merata. Hanya saja, strategi tersebut seharusnya juga tidak menjadi penghambat untuk terdaftar di sekolah favoritnya menurutnya. Berjalannya sistem zonasi saat ini terlihat pincang dengan tidak meratanya pembangunan sekolah di setiap wilayah.

Ia menjelaskan, sebenarnya sangat memungkinkan untuk dilakukan penyebaran siswa tanpa adanya zonasi jika pemerintah mau menciptakan roadmap bagi setiap sekolah. Agar setiap sekolah, memiliki ciri khas dan tujuan berbeda. Dengan kondisi itu, status sekolah tidak lagi bergantung pada stigma favorit, karena setiap sekolah memiliki tujuan dan visi berbeda.

“Kalau di luar negeri, setiap sekolah memiliki keunggulan dan ciri khas masing-masing. Sehingga, siswa banyak pilihan sekolah yang dianggap terbaik. Seperti yang saat ini dijalankan pada perguruan tinggi. Sistem pendidikan kita selalu berubah tergantung siapa yang berkuasa,” ungkapnya.

“Saya kira hingga saat ini dunia pendidikan kita belum memiliki roadmap yang jelas dari SD sampai SMA. Pendidikan kita terpontang-panting karena memang roadmap kita belum ada. Seharusnya pemerintah pusat lebih terfokus menciptakan roadmap daripada mengembangkan sistem zonasi setiap tahunnya,” jelasnya. (*/zac/eza)

 

 


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:44

Rapid Test Negatif, Pemkot Luluh

TARAKAN – Pasien M atau pasien pertama yang dinyatakan positif…

Senin, 06 April 2020 14:35

Tidak Ada Batas Waktu, Pembuatan Sabun Cair

TARAKAN – Hingga waktu yang tidak ditentukan, pendistribusian sabun cair…

Senin, 06 April 2020 13:48

Total 16 Pasien Positif Covid-19 di Kaltara Bertambah

TANJUNG SELOR – Senin ini (6/4) konfirmasi positif Covid-19 di…

Senin, 06 April 2020 12:27

Sasar Korban PHK dan UKM

TARAKAN - Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh…

Senin, 06 April 2020 12:11

Terhitung April Ini, Enggak Ada Lagi Izin Nikah

TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) tidak akan melayani perizinan nikah…

Senin, 06 April 2020 12:08

Perumda sebagai Stabilisator Stok Barang

Masyarakat cenderung melekatkan stigma pada perusahaan umum daerah (perumda).  Mappa…

Senin, 06 April 2020 12:05

Kodim Distribusi 10.000 Liter Sabun Cair

TARAKAN – Hingga hari kelima, Sabtu (4/4), Kodim 0907 telah…

Minggu, 05 April 2020 14:00

Gugus Tugas Tracing Kontak Pasien Corona yang Meninggal

JURU Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara),…

Minggu, 05 April 2020 13:58

Nestapa Usaha di Tarakan karena Corona, Kurangi Karyawan dan Pilih Tutup

Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh dunia usaha.…

Minggu, 05 April 2020 13:56

Dunia Usaha Waswas, PHK Diambang Mata

Wakil Ketua Umum Bidang Ilmu Teknologi dan Industri Kreatif pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers