MANAGED BY:
JUMAT
03 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

KRIMINAL

Jumat, 28 Juni 2019 09:35
Perkara Sabu, JPU Tetap Pada Dakwaannya
-

PROKAL.CO,

TARAKAN – Menanggapi eksepsi yang diajukan oleh Penasehat Hukum (PH) terdakwa perkara sabu Hadiwaih alias Wiwi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap kukuh terhadap dakwaannya.

Dalam jawaban terhadap eksepsi itu, JPU Hafidz Listyo menyatakan bahwa eksepsi yang diajukan oleh PH terdakwa sudah melampaui batas lingkup eksepsi. Tidak hanya itu, Hafidz menyampaikan bahwa eksepsi yang diajukan tersebut merupakan materi dari praperadilan yang sempat diajukan oleh PH. “Jadi alasan keberatan ini seharusnya tidak perlu dipertimbangkan dan ditolak,” tegasnya.

Jelaskan lebih lanjut, dalam dakwan pihaknya sudah menjelaskan secara rinci dan cermat dan sudah sesuai dengan pasal 143 ayat (2) huruf (a) dan (b) KUHAP. “Jadi dalam dakwaan kami sudah dengan jelas menerangkan terhadap waktu dan tempat tindak pidana dilakukan,” bebernya.

JPU juga menegaskan bahwa semua dakwan sudah sesuai dengan syarat formil. Bahkan Hafidz menyebutkan, bahwa semua eksepsi yang diajukan oleh PH terdakwa tidak sesuai lantaran kebanyakan materi dari praperadilan. Untuk itu, pihaknya meminta kepada majelis hakim untuk menolak semua eksepsi yang diajukan. “Selain itu kami meminta kepada majelis hakim agar perkara ini dilanjutkan,” tegasnya.

Terpisah, PH dari terdakwa, Nunung Tri Sulisyawati mengatakan, pihaknya mengajukan eksepsi lantaran saat kliennya dilakukan pemeriksaan tidak didampingi oleh pihaknya. Dirinya menyebutkan, berdasarkan pasal 56 KUHAP sudah dengan jelas memaparkan terkait proses peradilan wajib menunjuk PH. “Karena ini adalah melindungi hak asasi tersangka atau terdakwa yang dipersangkakan,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya menyebutkan bahwa status terdakwa yang buta dan sudah dibuktikan dengan surat keterangan dokter, sehingga diyakini terdakwa tidak bisa melihat dan membaca Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sehingga diperlukan PH untuk dilakukan pendampingan. “Ancaman pidananya juga tinggi. Jadi kami beranggapan bahwa BAP-nya tidak sah, karena terdakwa tidak didampingi saat itu. Jadi surat dakawan juga tidak sah,” tegas Nunung.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 18 Mei 2020 13:14

Pelaku Pembunuhan Peragakan 14 Adegan

TANJUNG SELOR – Pria berinisial M, pelaku pembunuhan terhadap korbannya…

Jumat, 15 Mei 2020 12:01

Ditindak Tegas, Balap Liar Denda Maksimal

TARAKAN - Satlantas Polres Tarakan kembali memberikan peringatan kepada pelaku…

Kamis, 14 Mei 2020 12:11

Bagong Dituntut 20 Tahun Penjara

TARAKAN – Terdakwa perkara sabu 1,9 kg di Pengadilan Negeri…

Kamis, 14 Mei 2020 11:58

Barang Bukti Lima Kasus Dimusnahkan

TANJUNG SELOR – Satreskoba Polres Bulungan kembali memusnahkan barang bukti…

Rabu, 13 Mei 2020 10:32

Manjat Pagar, Pelaku Pencurian Disambut Polisi

TARAKAN – Nasib apes dialami pelaku pencurian berinsial AM. Baru…

Jumat, 08 Mei 2020 13:35

Masa SIM Habis, Diberikan Dispensasi

TARAKAN – Bagi pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masa…

Rabu, 06 Mei 2020 10:26

Tidak Ada Kapal ke Mamuju, Sabu Dijual di Tarakan

TARAKAN – Kedua pelaku kurir sabu yang berencana membawa sabu…

Selasa, 05 Mei 2020 10:49

Hanya Tetapkan Satu Tersangka

TARAKAN – Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Tarakan…

Rabu, 29 April 2020 10:50

Sembilan Kali Masuk Penjara, Belum Juga Jera

TARAKAN – Pria berinisial ED sepertinya tidak kapok keluar-masuk penjara.…

Selasa, 28 April 2020 10:10

Baru Bebas Penjara karena Asimilasi, Dua Pria Ini Kembali Menjambret

TARAKAN – Baru-baru ini Kemenkumham memberikan asimilasi kepada ribuan narapidana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers