MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

KRIMINAL

Kamis, 27 Juni 2019 10:06
Banyak Ditemukan Luka di Tubuh Korban

TKP Rusak, Polisi Kesulitan Selidiki Tewasnya Anak Pemilik Hotel

BALIKPAPAN - Penyebab tewasnya Ferawati Ulrica Wijaya (sebelumnya Verawati), anak pemilik hotel bintang tiga di Jalan ARS Muhammad, Klandasan Ulu, Balikpapan, pada Senin (24/6), masih misteri.

Hingga kemarin, Polres Balikpapan belum menemukan petunjuk pasti penyebab korban jatuh dari lantai delapan hotel itu.

Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tewasnya perempuan berusia 30 tahun kelahiran Banjarmasin itu. Namun, penyidik mengalami kesulitan karena kondisi tempat kejadian perkara (TKP) telah dirusak karyawan hotel yang melakukan evakuasi. "Tim identifikasi yang turun kesulitan karena korban sudah dibawa ke rumah sakit. Dan barang-barang korban sudah dipindah-pindah," ujar Makhfud.

Selain kondisi TKP yang telah rusak, penyidik kesulitan lantaran belum ada keterangan saksi yang melihat langsung bagaimana Fera -sapaan akrab Ferawati Ulrica Wijaya- jatuh. Makhfud menyebut sementara ada lima saksi yang diinterogasi. Tiga saksi merupakan karyawan hotel, dua adalah anggota keluarga. "Mereka sempat terlibat pencarian korban sebelum ditemukan tewas di atas dinding rumah," katanya.

Saksi pertama berinisial A. Merupakan pekerja yang mengurusi taman hotel. Pada pagi harinya (24/6) melihat korban sedang joging di sekitar hotel. Lalu naik ke lantai delapan. Saksi kedua dan ketiga berinisial L dan M. Karyawan hotel yang bertanya kepada A untuk mengetahui keberadaan korban. "Mereka mencari setelah diminta ibu dan kakak korban yang juga kami interogasi sebagai saksi," imbuh Makhfud.

Selain saksi, penyidik juga sedang menunggu hasil visum resmi dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan. Tetapi Makhfud mengungkap jika dalam pemeriksaan awal terhadap tubuh korban. Di mana terdapat sejumlah luka fatal. Yakni luka retak pada bagian kepala belakang sebelah kanan, namun tidak robek.

Lalu patah tangan kiri, patah tulang pinggul, luka robek pada selangkangan di bagian kiri. Dari pangkal paha sampai vagina. Tembus hingga anus. "Ini hasil keterangan sementara dari dokter yang melakukan visum," bebernya.

Terkait dugaan alasan korban jatuh dari lantai delapan, sejumlah analisis masih dilakukan penyidik. Ada tiga kemungkinan yang sedang didalami. Pertama, korban tidak sengaja terjatuh. Kedua, korban sengaja jatuh atau bunuh diri.

Dan terakhir ada unsur kesengajaan dari pihak lain untuk menghilangkan nyawa korban. Semua hal tersebut saat ini menjadi pertimbangan pihak kepolisian. "Keluarga sendiri sudah ikhlas. Tapi kami tetap melakukan penyelidikan kematian korban," tegasnya.

Sejumlah fakta dari lokasi kejadian coba ditelusuri. Di lantai delapan hotel yang merupakan kawasan terbatas memiliki pagar tembok setinggi dada orang dewasa. Di lantai ini, selain dibuat sebagai tempat ibadah, juga terdapat tandon pengolahan air, instalasi pendingin udara, dan taman dengan lantai sebagian dipasang keramik. "Jarak dari lantai delapan ke bawah itu sekitar 30 meter," terang Makhfud.

Jika melihat ke bawah, dari lokasi jatuhnya korban, di sebelah kanan terdapat balkon restoran. Dan tepat di bawah tempat diduga korban jatuh ada bagian bangunan yang menjorok keluar sekitar 1 meter. Untuk jarak gedung hotel ke tembok depan rumah tempat korban tersangkut, memiliki jarak sekitar 5 meter. "Saat tersangkut, posisi tubuh korban menghadap ke atas dengan kepala mengarah ke gedung hotel. Dengan salah satu kaki berada di sisi dalam rumah dan kaki lainnya di sisi luar," jelasnya.

Terkait adanya isu korban bunuh diri karena terlibat asmara, pihak kepolisian belum bisa berkomentar. Namun, isu ini menjadi atensi pihaknya. Hal ini akan diketahui dari proses pemeriksaan saksi selanjutnya. "Masih diselidiki. Apakah memang bunuh diri atau tidak. Apakah ada unsur asmara atau tidak," sebutnya.(rdh/rom/k15/ash)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 20 Juni 2021 21:59

Tewas Bakar Diri, Korban Diduga Gangguan Jiwa 

TANJUNG SELOR - Kepolisian Resor (Polres) Bulungan menerima laporan bahwa…

Senin, 14 Juni 2021 17:58

Soal Narkotika, Malaysia Dinilai Acuh dan Cuek

TARAKAN – Adanya sikap acuh dan cuek dari Pemerintah Malaysia…

Kamis, 10 Juni 2021 17:04

Nakhoda SB Ryan Ditetapkan Sebagai Tersangka

NUNUKAN – Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Satpolair Polres…

Rabu, 09 Juni 2021 22:28

Tergiur Rp 30 Juta, MS Nekat Jadi Kurir Sabu

TARAKAN – Dari 332,66 gram sabu yang berhasil diungkap Badan…

Rabu, 09 Juni 2021 19:23

Modus Buat Sibuk Korban, AY Berhasil Sikat HP

TARAKAN – Memanfaatkan kelengahan seorang anak yang sedang menjaga toko,…

Senin, 07 Juni 2021 17:06

Amankan 3 Orang Dengan Sabu 0,56 Gram

TARAKAN – Berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi dan…

Kamis, 03 Juni 2021 18:31

Menghilang Sejak Dana DAK Cair, Ada Dugaan Korupsi  Penggelapan Uang Negara

TARAKAN – Adanya desas-desus yang berkembang, terkait LH yang merupakan…

Minggu, 30 Mei 2021 17:32

Waspada, Penjambret Masih Berkeliaran

TARAKAN- Aksi kriminal yang terjadi di jalanan!  kembali marak terjadi.…

Senin, 17 Mei 2021 23:26

Tim Hukum AHY: Pelaku KLB Ilegal Deli Serdang Kalah Telak 0-4

JAKARTA - Senin (17/5), Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus)…

Selasa, 20 April 2021 21:34

Psikolog: Kemungkinan MS Ada Deviasi Seksual

PSIKOLOG Fanny Sumajouw, S.Psi, PSI, menjelaskan bahwa dengan menilai kasus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers