MANAGED BY:
SABTU
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

KRIMINAL

Rabu, 26 Juni 2019 09:48
Rumah Kepsek Dibobol Mantan Murid
BEBERKAN: Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan tindak pidana pencurian, Selasa (25/6)./RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kediaman salah satu Kepala Sekolah (Kepsek) SMK di Satuan Pemukiman (SP 7), Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan, dibobol maling. Tak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami korban mencapai hingga Rp 80 juta.

Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita menyampaikan, dari kejadian tersebut, pihaknya berhasil mengamankan pria berinisial DE, pada Senin (24/6), sebagai terduga pelaku pencurian dan pemberatan di kediaman kepsek tersebut.

Kejadian itu terungkap ketika korban kembali ke rumahnya setelah meninggalkan rumah dengan waktu cukup lama. Dari hasil pemeriksaan, pelaku telah melancarkan aksinya hingga dua kali dan menggasak semua barang berharga di rumah korban.

Hasilnya, alat elektronik seperti laptop dan proyektor hingga uang tunai berhasil diangkut pelaku. “Pengungkapan pencurian dengan pemberatan terjadi di SP7 dengan kerugian hingga 80 juta,” ucap AKP Gede Prasetia Adi Sasmita, Selasa (25/6).

Dalam proses penangkapan DE, polisi membutuhkan waktu. Sebab, setelah beraksi, pelaku menghilang dari lingkungan tempat tinggalnya. Namun, personel Satreskrim Polres Bulungan terus melakukan monitoring situasi di sekitar. Akhirnya, pelaku berhasil diamankan di SP 2 pada Senin (24/6) dini hari, sekira pukul 2.30 Wita. “Kami jemput pelaku di lokasi,” jelasnya.

Saat ini pihaknya fokus pada pencarian barang bukti yang telah dijual pelaku. Diketahui, barang bukti yang diambil pelaku kemudian dijual merupakan milik sekolah. Hilangnya barang tersebut memberikan dampak pada aktivitas proses belajar-mengajar di sekolah. “Kami akan terus mengupayakan menemukan barang bukti yang sudah dijual. Karena, korban mengharapkan barang bukti kembali dan tentunya setelah proses persidangan. Raibnya alat elektronik milik sekolah yang membuat aktivitas belajar terganggu,” bebernya.

Selain fokus mencari barang bukti, pihaknya juga sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang telah melarikan diri. Dan belakangan diketahui, pelaku pencurian di rumah kepsek merupakan mantan murid korban yang telah mengikuti program paket C. “Setelah diperiksa pelaku ini mantan murid. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, sesusai dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” tegasnya. (akz/ash)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 15:00

Pizza Praktis ala Benny

<p><strong>BAHAN :</strong></p> <p>5 lembar roti tawar.<br /> 3…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.