MANAGED BY:
SELASA
12 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 24 Juni 2019 12:12
Program Sampah Semesta Dievaluasi

Warga Minta Bak Sampah Dikembalikan

BERSERAKAN: Sampah rumah tangga yang berserakan di depo sampah Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah, Minggu (23/6). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Mewujudkan lingkungan kota yang bersih dan nyaman dibutuhkan kerja sama antara masyarakat dengan pemerintah. Berbagai program terus dievaluasi oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah dan kebersihan ini.

Di era kepemimpinan Sofian Raga sudah melaksanakan program Sampah Semua Mesti Terlibat atau dikenal dengan Sampah Semesta yang sudah dijalankan sejak 2016.

Mekanisme program ini adalah, warga menyimpan sampah di depan rumah masing-masing. Kemudian akan dijemput petugas di lingkungan RT. Program Sampah Semesta ini, dinilai lebih memudahkan masyarakat dalam membuang sampah.

Namun sangat disayangkan, program ini justru tidak berjalan lagi. Salah satunya di lingkungan RT 06, Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan Utara. Salah seorang warga, Agustina (34) mengaku memasuki 2019 ini, sudah tidak ada petugas yang mengambil sampah di depan rumahnya.

“Sebelum-sebelumnya pernah tersendat juga, beberapa hari tidak jemput sampah karena gerobaknya rusak. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi yang jemput sampah, mungkin mulai tahun ini, karena kalau sebelumnya kadang ada, kadang juga tidak dijemput,” bebernya.

Lebih lanjut Agustina mengungkapkan, program ini cukup memudahkan  masyarakat. Warga hanya meletakkan sampah di depan rumah, kemudian dijemput oleh petugas. Apalagi petugas sebelumnya, rutin tiga hari sekali menjemput sampah saat pagi hari.

Namun sayangnya, tidak didukung dengan armada yang memadai. Belum lagi infrastruktur jalan, di lingkungan RT 6 ini sebagian belum tersentuh aspal. Petugas pun kewalahan menarik gerobak sampah. Belum lagi armadanya terkadang rusak. Sehingga penjemputan sampah pun kerap kali tertunda.

“Bagus juga, karena kita simpan saja di depan rumah nanti petugasnya ambil. Tapi gerobaknya juga sering rusak. Lebih bagus kita yang buang sendiri, kalau dulu ada bak sampah sekarang sudah tidak ada,” katanya.

Berbeda dengan Lina (36) mengaku lebih menyukai membuang sampah di bak sampah yang pernah disediakan. Namun sayangnya, sejak pemerintah mencanangkan program Sampah Semesta, bak sampah di pinggir jalan pun dihancurkan.

“Tapi sudah dihancurkan, mau tidak mau ikut peraturan pemerintah. Kita rutin bayar iuran, tapi kadang sampahnya tidak dijemput karena gerobaknya rusak. Sekarang orang yang menjemput sampah sudah tidak ada. Akhirnya kita yang bingung mau buang sampah di mana? Bak sampah sudah dihancurkan,” jelas Lina.

Ia pun berharap bak sampah di pinggir jalan kembali diadakan oleh pemerintah. Dengan mengatur waktu masyarakat membuang sampah, setidaknya meminimalisir tumpukan sampah.

“Seperti dulu, kan ada jam-jamnya. Jam 3 sore sampai jam 5 sore waktunya buang sampah, nanti langsung dijemput sama petugas. Kalau petugasnya rutin jemput, sampah-sampah itu tidak berserakan,” katanya.

Ia pun menilai ini lebih efisien. Pasalnya petugas penjemput sampah langsung menjemput di jalan poros, paling tidak yang mudah dijangkau armada.

“Daripada dijemput di depan rumah, kasihan petugasnya walaupun dibayar. Tapi kalau lewati lorong-lorong kecil, dia angkat sampahnya. Belum lagi jalan rusak, dorong gerobak lebih susah. Kalau dulu kan truk sampah yang langsung ambil di bak sampah pinggir jalan. Jadi semoga pemerintah bisa berikan solusi yang lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, di era kepemimpinan Wali Kota Tarakan dr. Khairul dan Wakil Wali Kota Tarakan Effendhi Djuprianto akan melakukan evaluasi-evaluasi program. Termasuk program yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan dari era pemerintahan sebelumnya.

Wali Kota Tarakan, dr.Khairul mengatakan pihaknya sedang melakukan evaluasi program yang sudah ada. Saat ini pun kata Khairul, pihaknya sedang melakukan riset untuk mencari program penanggulangan sampah yang lebih efisien dari program yang sudah berjalan.

 “Jangan sampai buru-buru, seperti program Sampah Semesta yang kami anggap dilakukan terburu-buru, akhirnya semua tidak berjalan sesuai standar operasional yang ada,” ujarnya.

Menurut Khairul, penanggulangan sampah di masing-masing kelurahan Kota Tarakan kemungkinan besar akan berbeda-beda nantinya. Sebab menurut hasil pertemuan dirinya bersama pihak kelurahan dan kecamatan, terungkaplah pola penanganan sampah di masing-masing daerah yang relevan untuk dilaksanakan.

Contohnya seperti kawasan pesisir dan kawasan gang yang harus melakukan program yang sesuai lokasi. Usai melaksanakan pertemuan tersebut, barulah pihaknya akan mengambil sebuah keputusan untuk menanggulangi sampah.

“Jadi, supaya tidak terjadi lagi kesalahan-kesalahan yang dulu. Nantinya kami tidak akan langsung menghapus program sampah yang sudah berjalan.  Sehingga pengganti programnya juga tidak lebih baik. Karena itu harus banyak yang kami perbaiki dari program sampah semesta termasuk penyediaan transfer depo sementara dan sebagainya,” jelasnya.

Berdasarkan hasil rapat yang dilakukan Khairul sebelumnya, menyatakan bahwa TPS  yang berbasis 3R yakni reuse, reduce dan recyle. Untuk itu, menurut Khairul pola tersebut harus digunakan kembali sehingga dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

“Kalau sekarang ini, semua sampah dibuang ke TPA. Mudah-mudahan nanti bersinergi dengan PLTSa yang pada 26 Juni nanti akan dilakukan peletakan batu pertama. Harapannya tahun depan, operasional dan volume sampah bisa diangkut langsung ke PLTSa sehinga tidak lagi melalui depo sementara,” katanya.


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 14:16

Tarif Jasa Pengiriman Perlu Diatur

TARAKAN - Sistem baru dalam aktivitas pengiriman barang pada Pelabuhan…

Selasa, 12 November 2019 13:59

Kenaikan Hanya Berdampak pada Warga Mampu

TARAKAN - Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan…

Selasa, 12 November 2019 10:50

APBD Tarakan Tahun 2020 Diprediksi Rp 1 Triliun

TARAKAN - Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020…

Senin, 11 November 2019 11:57

Ditinggal Berbelanja, Rumah Terbakar

TARAKAN - Kebakaran menimpa dua rumah dan satu gudang yang…

Sabtu, 09 November 2019 09:58

Ular 8 Meter Bolak-balik Masuk Pasar

TARAKAN – Beberapa warga berlarian meninggalkan kiosnya di bagian Selatan…

Sabtu, 09 November 2019 09:56

Jusuf SK: Dukungan Nasdem Belum Tentu

MESKI tercatat sebagai kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dr. H.…

Sabtu, 09 November 2019 09:53

Meski Sembuh, Penyakit Mizyan Bisa Kambuh

TARAKAN – Bayi yang diketahui bernama Mizyan Haziq Abdillah, sebelumnya…

Sabtu, 09 November 2019 09:49

Anak SD Jadi Korban Badai

BELAKANGAN ini pelanggan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan…

Sabtu, 09 November 2019 09:45

Dari Penghargaan hingga Pembicara di Kampus Terkenal

Walaupun umurnya sudah jelang 67 tahun, tidak menyurutkan semangat H.…

Jumat, 08 November 2019 14:49

Menunggak Setahun, 1.800-an SR Diputus PGN

TARAKAN - Saat ini, jaringan gas (jargas) terpasang pada 15…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*