MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 24 Juni 2019 12:05
Tegaskan Dana Iuran Digunakan Semestinya
KOMPAK: Masyarakat di Bulu Perindu tengah membangun Jembatan Bulu Perindu secara swadaya dari hasil iuran masyarakat yang melintasi jembatan. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Hasil penarikan dana iuran yang diperoleh dari setiap pengendara roda dua yang melintas di Jembatan Buluh Perindu, dipastikan penggunaannya sesuai dengan tujuan awal yakni rehab dan pembangunan jembatan baru.

Dikatakan Zainudin, selaku Ketua Pembangunan Jembatan Bulu Perindu, untuk tahap awal dari dana yang terkumpul sejak 15 Juni lalu hingga kini yakni berkisar Rp 15 juta. Dana itu yang saat ini digunakan terlebih dahulu untuk pembangunan jembatan yang baru.

Tujuannya, agar lalu lintas pada jembatan yang dibangun secara swadaya sebelumnya pun tetap dapat digunakan sebagaimana mestinya. Oleh karenanya, memang proses rehab dilakukan terakhir atau pasca pembangunan jembatan yang baru usai.

“Tapi, di sini yang perlu kami tekankan mengenai penggunaan dari dana iuran yang dilakukan sejauh ini sudah dengan benar,” tegasnya saat ditemui awak media Radar Kaltara di tengah proses pembangunan jembatan baru berlangsung kemarin (23/6).

Dikatakannya juga, desain dari pembangunan jembatan yang baru ini diklaim akan jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Diketahui, jika sebelumnya bahan yang digunakan dari kayu nibung. Akan tetapi, saat ini bahan yang digunakan yaitu kayu ulin. “Kayu nibung itu tidak terlalu kuat. Apalagi, memang posisinya teredam dalam air. Itulah mengapa pada pembangunan kali ini menggunakan bahan yang lebih kuat yaitu kayu ulin,” ujarnya.

“Untuk prediksi ketahanan dari bahan ini setidaknya 20 tahun ke depan masih mampu menopang beban di atasnya,” timpalnya.

Ditanya mengenai desain ukuran dari jembatan itu sendiri? Ia menjelaskan bahwa ukurannya tak jauh berbeda dari yang ada sebelumnya yakni 60 cm x 15 meter. Pasalnya, memang nantinya jembatan itu akan diterapkan jalur satu arah.

“Selama ini dianggap kurang lebar. Apalagi, saat pengendara saling berlawan arus. Maka, otomatis jalur menjadi sempit. Oleh karenanya, nanti konsepnya ada turun dan naik atau satu arah per jembatan,” terangnya.

Dikatakannya kembali, animo masyarakat dalam membantu pembangunan jembatan yang baru ini terbilang sangat tinggi. Itu dapat dilihat di lapangan bahwa masyarakat secara berbondong-bondong datang dan membantu jalannya pembangunan.

Alhamdulillah, masyarakat sangat kompak. Dan kalau untuk kegiatan hari ini sejauh ini berjalan lancar, tidak ada hambatan,” katanya.

Di tempat yang sama, Ardianysah selaku Sekretaris Pembangunan Jembatan Buluh Perindu menambahkan, kegiatan pembangunan secara sawadaya masyarakat ini dimulai sejak pukul 07.00 WITA. Di mana memang mereka atau masyarakat di Buluh Perindu pada momen ini banyak berkumpul di rumah.

Untuk itu, memang pembangunan pun mulai dilakukan. Di samping sebelumnya dalam rapat pembahasan penentuan pembangunan ditentukan sejak kemarin. “Ya, sama seperti penjelasan ketua. Alasan mengapa pembangunan jembatan baru didahulukan. Pertama, karena memang jika harus direhab yang sudah ada. Maka, perlu pembongkaran. Artinya, jembatan itu sementara tak dapat digunakan,” ungkapnya.

“Sementara, kita tahu penggunaan jembatan di sini tidak ada putusnya. Sehingga, alangkah baiknya dilakukan pembangunan dahulu sembari menunggu dana yang ada terkumpul lagi,” sambungnya.

Ditegaskannya juga, dalam pembangunan jembatan ini merupakan murni dari dana iuran yang sejauh ini terkumpul. Dan, sembari menunggu jembatan ini pembangunannya berjalan. Maka, iuran ke depan tetap akan dilakukan hingga benar-benar secara keseluruhan usai.

“Pembangunan ini tergantung dari dana yang ada. Tapi, kami pastikan tidak putus sampai di sini. Perlu diketahui juga, setiap penarikan iuran sejatinya penggunaan juga untuk operasional yang ada,” terangnya.

Ditanya mengenai estimasi waktu pembangunan usai? Ia dalam hal ini tak dapat memastikannya. Sebab, memang terkait pembangunan itu kembali kepada dana yang ada. Jika memang dana itu segera ada dan mencukupi semua kebutuhan bahan rehab dan pembangunan jembatan baru. Maka,estimasi waktu bisa saja lebih cepat.

“Estimasi ada itu tergantung dana dan bahan. Tapi, dalam kegiatan swadaya seperti ini akan dilakukan pada saat akhir pekan. Ini kembali melihat waktu senggang masyarakat di Buluh Perindu sini juga. Namun, di waktu lain jika memang ada tetap akan dilanjutkan pembangunannya,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua RT 17 di Buluh Perindu Yakub membenarkan tentang penarikan iuran yang merupakan insiatif warga masyarakat agar Jembatan Bulu Perindu dapat diperbaiki lagi. Dan mengenai adanya keterlibatan masyarakat luar Bulu Perindu yang ikut andil. Hal itu menurutnya sangat wajar dikarenakan yang menggunakan jembatan bukan hanya warga di Bulu Perindu saja seperti konsep awalnya. “Bukan hanya kita orang di sini yang menggunakan jembatan itu. Tapi, ada orang luar. Pun juga banyak pegawai. Itulah iuran ini diberlakukan sejak 15 Juni lalu ini,” ungkapnya.

Dijelaskannya juga, nantinya dari dana yang terkumpul. Yakub memastikan bahwa tak hanya digunakan untuk memperbaiki jembatan yang ada itu saja. Melainkan, akan dilakukan penambahan pembangunan jembatan di sebelahnya. Sehingga ke depan terdapat dua jalur.

“Ya, alasan kami membangun jembatan itu kembali. Pertama, karena memang jembatan yang ada sekarang ini terlalu sempit. Dan kedua, dikarenakan adanya warga yang melintas terjatuh. Sehingga itu menjadi perhatiannya juga,” ujarnya yang saat itu tengah berkumpul bersama warga masyarakat Buluh Perindu juga.

Ditanya terkait kisaran anggaran yang dibutuhkan untuk rehab dan pembangunan jembatan kembali? Yakub dalam hal ini memperkirakan bahwa setidaknya butuh sekitar Rp 50 juta. Ya, meski, pihaknya saat ini mengaku belum secara rinci menghitungnya. “Ini perkiraan saja, Rp 50 juta anggaran yang dibutuhkan. Tapi, langkah awal akan dilakukan rehab dulu dari jembatan yang ada,” ucapnya.

Sedangkan, ditambahkannya juga, mengenai pendapatan hasil iuran pada saat hari pertama lalu. Ia menyebutkan bahwa dalam kurun waktu sehari dari laporan yang diterimanya mendapatkan dana sekitar Rp 3,2 juta. “Laporan yang kami terima hari pertama penarikan iuran itu ada sekitar Rp 3,2 juta," sebutnya.

Sedangkan, Bupati Bulungan, H. Sudjati dalam hal ini mengaku tidak mempersalahkan jika masyarakat harus menarik retribusi, apalagi jembatan itu juga dibangun dari hasil swadaya masyarakat. “Asal tujuanya jelas kita tidak permasalahkan, lain halnya kalau tujuannya tidak jelas tentu kita tidak akan di biyarkan hal itu,” bebernya.

Menurut Bupati, selama ini jembatan yang terbuat dari kayu itu cukup membantu masyarakat. Utamanya, masyarakat yang akan menunju ke Tanjung Palas. “Kalau lewat Buluh Perindu itu lebih dekat dari pada lewat jalan poros,” ujarnya.

Bahkan untuk mempermudah akses masyarakat, Pemkab Bulungan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) telah membangun jalan alternatif sepanjang 1,8 kilometer (km). “Jalan itu hanya sementara saja, sembari menunggu pembebasan lahan Jembatan Meranti selesai,” ujarnya.

Untuk diketahui,di lokasi Bulu Perindu sendiri diketahui terdapat empat RT, meliputi RT 15, 15, 17 dan 25. Sejauh ini sebelum jembatan itu dibangun mobilisasi masyarakat menggunakan perahu kecil. Termasuk, anak-anak yang tengah menempuh pendidikan saat itu setiap harinya harus melintasi jalur air itu. Meski, diamater sungai dari daratan ujung Kampung Arab dan Bulu Perindu tak cukup jauh. Hanya, karena kondisi sungai relatif dalam keruh dan berlumpur menjadi kendalanya. (omg/eza)


BACA JUGA

Selasa, 15 Oktober 2019 09:19

Petani Keluhkan Harga TBS Kelapa Sawit

 TANJUNG SELOR – Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:12

Gubernur Usul Pemekaran Daerah Terbatas di RPJMN

 TANJUNG SELOR – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah daerah, khususnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:03

Pinjam dan Baca Buku Menggunakan Ujung Jari

 JIKA sebelumnya masyarakat yang ingin membaca buku itu harus datang…

Senin, 14 Oktober 2019 09:28

Anggaran Terbatas, Bukan Alasan

 12 Oktober 2019, Kabupaten Bulungan genap berusia 59 tahun. Namun,…

Senin, 14 Oktober 2019 09:09

Gubernur: Bulungan Harus Mau Berubah

 TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan merupakan Kalimantan Utara (Kaltara) tempo…

Senin, 14 Oktober 2019 09:02

Oktober, AKD Harus Sudah Terbentuk

 TANJUNG SELOR – Pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) menjadi salah…

Senin, 14 Oktober 2019 08:58

Usaha dan Doa Orang Tua Mengiringi Kesuksesan

  Ajang generasi muda pelestari (gempari) marching band kembali dilaksanakan…

Minggu, 13 Oktober 2019 12:52
Musik Alam Indonesia 2k19

Fokus ke Gerakan Sosial

BERDIRI 3 tahun lalu, Aliansi Komunitas Kalimantan Utara, memberikan trend…

Sabtu, 12 Oktober 2019 09:28

Untuk Hal Ini, Kemendikbud Gelontorkan Rp 2,6 Miliar

 TANJUNG SELOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI di…

Sabtu, 12 Oktober 2019 09:12

Investor Berminat Bangun Rumah Sakit

 TANJUNG SELOR – Perwakilan dari Bankaltimtara menyampaikan kepada Dinas Pekerjaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*