MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 24 Juni 2019 11:47
Pengadilan Tinggi Kuatkan Hukuman Mati Herman
DIHUKUM MATI: Herman Tawau ketika menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tarakan beberapa waktu lalu. ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Usai mengajukan banding terhadap putusan hukuman mati ke Pengadilan Tinggi Kaltim di Samarinda beberapa waktu lalu, akhirnya terdakwa perkara sabu 4 kg Herman Tawau mendapatkan putusan tersebut. Melalui rilis yang disampaikan kepada terdakwa, diketahui terpidana hukuman mati Herman Tawau malah dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi. Tidak hanya Herman Tawau, begitu juga dengan Pacik Lukman yang mendapatkan putusan hukuman mati yang dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi.

Penasihat hukum Herman Tawau, Rabshody Roestam mengungkapkan, pihaknya sudah menerima putusan Pengadilan Tinggi tersebut melalui Pengadilan Negeri Tarakan pekan lalu. “Jadi putusannya tetap pada hukuman mati,” katanya.

Untuk upaya hukum selanjutnya, lanjut Rabshody, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga Herman Tawau dan dirinya tidak akan mendampingi untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Dengan kata lain, ia sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga Herman Tawau.

“Jadi perkara selanjut kami tidak menangani karena dalam perkara tingkat kasasi harus kuasa hukum baru,” tuturnya.

Diakuinya, pada perkara tingkat pertama dan kedua di Pengadilan Tinggi pihaknya melakukan pedampingan hukum lantaran berdasarkan penetapan dan perkara tersebut secara predeo. Namun dari informasi yang ia dapatkan, untuk langkah hukum selanjutnya, Herman Tawau sudah menunjuk kuasa hukum baru yaitu Syahrir Malongi. “Kami juga sudah mencabut kuasa yang diberikan. Kami juga kesulitan berkomunikasi dengan keluarga dan mengambil langkah agar terdakwa mencari penasihat hukum lain,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan PN Tarakan menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa sabu 4 kg yang diungkap oleh BNN Pusat. Kedua terdakwa tersebut adalah Herman Tawau dan Pacik Lukman. Dari putusan tersebut keduanya langsung menyatakan akan banding setelah mendengarkan putusan. (zar/ana)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Bermodal Rp 4 juta, Mampu Raih Omzet Ratusan Juta Sebulan

Founder Project Salfa, Fatmawati (25) menggandeng Fitriani (28) berbisnis toko…

Selasa, 14 Januari 2020 09:43

Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang hingga Jalan Bergeser

TARAKAN- Hujan dengan intensitas tinggi yang yang mengguyur Tarakan mengakibatkan…

Selasa, 14 Januari 2020 09:41

Disemprot APAR, Api Terus Melahap Plafon

TARAKAN – Kepolisian langsung memasang garis polisi terhadap dua ruko…

Selasa, 14 Januari 2020 09:39

Lanud Anang Busra Siap Fasilitasi Olah Raga dan Seni

DANLANUD Anang Busra Kolonel Pnb HKD. Handaka mengatakan Lanud Anang…

Senin, 13 Januari 2020 14:50

Amblas, Jalan Ditutup Sementara

TARAKAN — Hujan yang mengguyur Tarakan sejak Sabtu (11/1) hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers